Dauble Atlet School

Dauble Atlet School
He is Nano.....


__ADS_3

Hai lagi Reders, Author comeback lagi


Apa ada yang penasaran sama Nano yuk baca aja...


.


.


.


.


.


Bintang yang amat sangat kesal dengan orang yang nama Nano. Siapa Nano? Bintang tebak dia orang yang jail, nakal, dan kayaknya remaja bar bar.


Bintang melangkahkan kakinya kesal. Spidol yang diwajahnya sangat susah dihapus membuat emosi semakin diubun ubun.


"Awas aja si Nano geblek gue rataiin tuh muka sama blender"


Bintang sampai di taman. Dia tak melihat seorang pun hanya ada jangkrik dan semut apa mungkin mereka yang namanya Nano? Mana mungkin hewan sekecil itu bisa mencoret muka keramatnya dengan spidol permanent.


"Nano keluar lo awas sampai lo muncul gue blender tuh muka."


"Nano gue itung sampai 3. Satu.....dua...tiga..."


"Cepet keluar gue masukin sekarung cabe ke mulut lo kalau lo nggak muncul."


"NANO!!!"


Gue tau pasti ini bocah lagi sembunyi. Aha gue punya ide brilian.


Bintang dengan sengaja meninggalkan pelaku target pertama. Hahaha kalau bocah itu pinter gue jenius....


"Ah kayaknya itu bocah nakal aja kalau ketemu gue mau gue kasih coklat aja deh, kasihan pasti lucu muka imutnya." Ucap Bintang dengan keras.


Bintang berjalan kearah pintu. Sampai kepintu dia melihat sosok yang muncul dibalik semak semak. Haha keluar juga tuh anak tante kunti...


"Huhu. Semalet deh aku, Nano gitu anak paling ganteng dan paling pinter."


Bocah laki laki muncul dengan gagahnya. Dia menganggap dirinya sebagai orang paling cerdas.


"Tadi apa tuh yang kakak jelek ngomong. 'kalau ketemu gue mau gue kasih coklat'. Yaelah beli pabriknya aja aku bisa, papi kan hokay." Ucap Nano sombong.


Tuh bocah berguru sama siapa sih. Sombong amat dasar anak tante kunti.....


"Mending aku telpon si baby nanti kalau ngambek bisa jadi jomblo aku."


Dasar anak sinting masih kecil udah pacaran. Gue kerjain lo anak tante kunti. Tante kunti pinjem anaknya sebentar....


"Hallo baby!"


"Iya say ada apa?"


"Aku kangen baby."


"Kan tiap hari ketemu say."


"Tapi baby.."


Bintang datang dan melipat tangannya didada. Dia memasang wajah sinis dan kesal. Sontak saja Nano langsung menjatuhkan hp miliknya, mulutnya menganga lebar.


"Hey baby kamu selingkuh dibelakang aku?" Ucap Bintang sengaja.


"Halo say kamu ngomong sama siapa?"


Bintang meraih hp yang terjatuh.


"Hallo kamu siapa aku pacarnya Nano." Bintang menyerigai melihat Nano semakin glangsatan.


"Halo say kamu selingkuh sama perempuan tua ini."

__ADS_1


Haishhh ini bocah ngatain gue....


"Kata Nano kamu jelek makanya dia selingkuh sama perempuan tua ini."


"Apa say KITA PUTUS SEKARANG."


Biipp


Suara telepon terputus. Bintang menyerahkan hp milik Nano kepemiliknya. Nano hanya menatap perempuan dihadapannya. Bintang menutup mulut Nano yang menganga. Dia juga meraih spidol permanent di tangan Nano yang sebelah. Dia mencoret wajah Nano dengan asal.


"Sudah sekarang kamu tambah ganteng. Sana bocah sombong cari pacar baru. Saya saranin cari yang bisa bela diri biar kamu dibogem jadinya otak kamu agak kegeser jadi bener."


"Bye bocah nakal."


Nano masih mematung. Soal pacar dia masih punya stok selusin. Tumben banget dia gagal melaksanakan aksinya.


"Sial aku gagal. Sekarang cari target baru, kakak kakak ganteng siap siap aku mau merubah muka kalian tambah tampan."


❄❄❄


Setelah setengah jam membersihan badan dan muka sekarang dia ingin keluar dan menghirup udara segar. Rasa kesal berubah menjadi rasa senang karena bisa membalas kembali bocah nakal itu.


Mau ngerjain Bintang. Ohhh noo kamu tidak bisa Nano. Kalau kamu ngerjain Bintang, Bintang pantulin tuh trik kamu Nano. Hahaha. Ucap Bintang didalam hati.


Baby, take my hand


I want you to be my husband


cause you're my Iron Man


and I LOVE YOU 3000


Baby, take a chance cause


I want this to be something


Straigh out of Hollywood movie


Bintang mencari keberadaan anak tante kunti yang menghilang entah kemana. Bintang masa bodoh kemana anak itu yang jelas sekarang dia bebas.


Bintang membuat camilan didapur untuk nonton tv. Dia membuat pop corn dan jus mangga.


Sore yang santai, dia nikmati sendirian. Tak lama rasa bosan menggerogoti dirinya. Dia ingin menelpon sang ayah si presiden praperbuncitan namun hp milknya masih di kamar, dia mulai beranjak dari tempat semula.


"pop corn sama jus mangga baik baik ya kalau ada yang mau makan kamu kamu tendang aja muka mereka, oke!"


Selang 7 menit Bintang kembali ke tempat semula. Namun ada yang berbeda dengan keadaan sekitar.


"Apa yang beda? Cemilan? Muka semua geng Langit?"


"Apa? My cemilan huhuhu. Cemilan gue ILANG."


"Muka gengnya Langit ancur banget harus diabadikan ini lumayan buat ningkatin followers instagram."


"Pasti kerjaaan anak tante kunti."


"Nano lo keluar sekarang atau gue jewer kuping lo sampai putus."


Bola mata Bintang mengintai setiap sudut ruangan. Seakan matanya semakin tajam Bintang bisa melihat Nano yang sedang mengumpat di dalam lemari kayu.


"Dasar bocah nakal nggak gue ampunin lo!!"


Bintang melangkahkan kakinya dengan lebar. Dia menarik baju yang terjepit. Dia langsung menarik kuat hingga bunyi robekan baju terdengar keras.


Prepet


"Astaga ini perempuan tua nggak bisa dikibulin." Umpat Nano dalam hati. Nano membekap mulutnya sendiri supaya tidak menimbulkan suara apapun.


Ceklek


Pintu lemari terbuka dengan lebar. Nano hanya nyengir kuda dan mengangkat kedua jarinya peace ✌

__ADS_1


"Ampun perempuan tua aku nggak akan ngulangin lagi, janji deh."


"Tetep aja kamu harus dihukum liat muka orang orang yang tidur itu apa kamu tau mereka capek sekolah, hah. Apa kamu mau digituin?" Bintang tetap menjewer telinga Nano cukup keras.


"Ampun perempuan tua. Huhu papi..." Rengek Nano.


"Kamu harus minta maaf sama mereka, SEKARANG!!!"


"Iya iya."


Bintang menyeret paksa Nano yang masih saja kaku dengan alasan malu.


"Heh bangun. WOI BANGUN!!!"


"Susah amat bangunya sih, ck orang ganteng mah bebas."


Byurrr


Bintang menyipretkan air ke muka mereka berempat.


"*Banjir."~ Putra.


"Hujan."~ Khatulistiwa.


"Tsunami."~ Gibran.


"Emm."~ Langit*.


Mereka berempat duduk dengan masih mempertahankan muka bantal mereka.


"Cepet ngomong ke mereka!!!" Perintah Bintang ke Nano.


"Maaf!!"


"Yang bener!!"


"Maafin aku bang ka!"


"Enak aja bangka gue masih muda." Sewot Putra.


"Emang lo ngapain minta maaf sama abang?" Tanya Langit.


Bintang hanya menyodorkan foto yang sempat ia ambil tadi. Mata mereka membelakkan.


"Astaga muka gue!!" Ucap Gibran sembari meraba muka gantengnya.


"Hehe maaf ka!!" Timpal Nano cengengesan.


Pletak


pletak


pletak


pletak


Nano mendapatkan empat jitakan secara beruntun. Nano hanya nyengir kuda.


.


.


.


.


.


Hai Reders gimana rasanya punya adek yang nyebeliiiinnnn. Pasti kesel kan? Ya Author sedikit terinspirasi sama adek Author jadi iseng munculin tokoh Nano.


Segini dulu see you and next part 15.

__ADS_1


__ADS_2