
Hai Reders, Author up lagi.
Jangan lewatkan cerita Langit dan Bintang yang berbeda haluan.Xixixixi.
Jang lupa vote, like, and coment.
.
.
.
.
.
Bintang pulang diantarkan Mika dan Aran. Mereka berdua belum tahu jika Bintang tinggal bersama Langit. Bintang tak perduli jika harus diusir oleh Langit yang penting sekarang dia terhibur dengan kedatangan kedua teman sekaligus sahabatnya.
Bintang menarik tangan kedua sahabatnya yang masih mengagumi rumah Langit. Perlu kalian tahu jika Mika adalah anak penguasaha yang lumayan kaya dan Aran adalah anak pemilik restoran sangat berbeda dengan Langit yang ayahnya pengusaha besar.
"Wah rumahnya gede banget, gue minder deh." Gerutu Aran. Aran tak henti hentinya mengagumi rumah Langit.
"Ehhh bi ini kok ada fotonya Langit. Jangan bilang ini rumah si kulkas?" Mika menatap Bintang dengan curiga sedangkan yang ditatap hanya meringis.
"Sebenarnya ini sih rumah Langit." Bintang menyatukan kedua jari telunjuknya 👉👈.
"APA?" Serua Aran dan Mika bersamaan. Mereka saling memandang sesaat kemudian memandang Bintang yang hanya menyengir kuda.
"Gue juga nggak tau kalau ayah gue sama ayah Langit itu temenan." Jelas Bintang.
Bintang berjalan santai menuju kamarnya. Mika dan Aran juga mengikuti langkah Bintang.
"Kak bi udah pulang?" Syeril menyapa Bintang dengan senyum hangat. Bintang juga membalas senyum Syeril. Namun ketika memandang kearah belakang Bintang, mata Syeril menyipit tanda dia tak mengenali siapa yang dibawa Bintang.
"Siapa itu kak?"
"Ohhh ini teman kakak, ril."
Mika dan Aran langsung mememperkenalkan diri bergantian.
"Ohh hai nama kakak Mika."
"Nama kakak Aran."
Syeril menjabat tangan Mika dan Aran dengan hangat.
"Nama aku Syeril kak."
"Kamu cantik, ril." Seru Mika dan Aran bersamaan. Syeril hanya salah tingkah ketika mereka menyebutkan bahwa dia cantik.
"Kakak bisa aja."
"PEREMPUAN TUA AKU LAPAR MANA MAKANANNYA?" Seru Nano yang keluar dari kamar milik Langit.
"Hus adek jangan ngomong kayak gitu!" Syeril menonyor kepala sang adik. Sedangkan Mika dan Aran cekikikan ketika mendengar Bintang dipanggil 'perempuan tua'.
"Ada apa paduka. Apakah anda kelaparan dan membutuhkan makanan dari 'perempuan tua' ini?" Bintang mengikuti ucapan Nano yang selalu memerihtah. Nano yang merasa dituruti langsung berkepala besar.
"Iya aku butuh makan jadinya, cepet kamu masak wahai perempuan tua."
"Yayaya yang waras ngalah." Putus Bintang. Bintang sedang tidak mood untuk berdebat dengan raja jail itu.
__ADS_1
Setelah Bintang berganti pakaian, dia hanya menghunakan celana pendek selutut dan kaus hitam oblong. Bintang turun dengan santai ke dapur sedangkan Mika, Aran dan Syeril sedang berganti pakaian.
"Masak apa ya yang enak?"
"Siang siang gini enaknya makan yang seger seger. Masak sup aja deh."
Bintang melihat kearah lemari es. Tidak ada apa apa selain telur. Bintang mencari di lemari kayu hanya ada mie instan. Jadilah dia membuat seblak lagi.
"Makan seblak setan aja."
Bintang membuat makanan lembek itu lagi. Seblak setan yang akan membuat siapa saja yang makan kepedasan tingkat setan.
Selang beberapa menit seblak setan ala dirinya jadi. Bintang berteriak bahwa dirinya sudah selesai membuat seblak setan.
"WOI KALIAN SEMUA CEPET TURUN MAKAN!!!!"
Bintang sudah menyiapkan beberapa porsi makanan. Dia membuat begitu banyak seblak setan.
Ting tong
Suara bel berbunyi berulang kali. Bintang berlari membuka kunci serta membuka pintu. Rasanya ribet jika rumah sebesar ini tidak ada pembantu.
"Siapa?"
Bintang membuka pintu dengan kesal. Bintang memandang hangat siapa yang datang ternyata gerombolan mas mas ganteng.
"Ohh kalian masuk aja."
"Masuk aja ini rumah gue." Sewot Langit. Langit berjalan santai memasuki kediamannya.
"Kalau nggak ganteng gue timpuk tuh mulutnya." Gerutu Bintang.
Bintang berjalan dengan kesal menuju meja makan. Dia melirik tangga mereka semua sudah turun.
"Wah bukan seblak aran tapi kobokan." Jawab Bintang malas. Bintang menekuk mukanya berlipat lipat.
"Kak kita makan seblak sambil nonton tv yuk." Ajak Syeril yang diangguki oleh semuanya.
Mereka membawa mangkok masing masing. Nano yang baru turun sambil menguap langsung membawa seblak ke ruang santai.
Langit dkk yang baru turun langsung menyerbu ke dapur. Mereka melihat ada seblak di mangkok masing masing. Mereka juga menghampiri orang orang yang sudah ada di ruang santai.
"Hai semua!!" Sapa kembar palsu.
"Hai."
Mereka semua mulai menyantap seblak setan buatan Bintang. Bintang tersenyum melihat Nano yang baru berapa suap langsung kepedasan.
"Huwaa pedes banget kamu sengaja perempuan tua mau bikin pangeran ganteng kepedasan." Nano marah marah sambil mencari air. Mereka semua mulai kepedasan dan mencari air. Hanya Bintang dan Langit saja yang memakan dengan santai.
"Woi gue dukuan yang minum." Gerutu Gibran. Dia kesal karena air minumnya direbut oleh Putra.
"Heh lo lebih kecil dari pada gue jadi lo harus ngalah." Timpal Putra.
"Harusnya gue duluan gue yang paling tua." Oceh Khatulistiwa.
"Heh kalian aku duluan aku yang paling kecil." Gerutu Nano.
"Anak kecil terbelakang." Jawab mereka seremapak.
"Akhirnya lega!!"
__ADS_1
Mika, Aran dan Syeril yang baru selesai minum di dapur langsung membawa masing masing satu gelas. Mata boys yang melihat air minum langsung merebut air minum para girls.
Terjadilah keributan besar. Para girls tak terima air minumnya diminum oleh para boys langsung menjambak rambut para boys.
Selang beberapa menit mereka selesai dengan pertempuran. Mereka akhirnya mengalah dan kembali ke ruang santai. Mereka melihat Bintang yang dengan santai selonjoran dan mengganti chenel tv. Sedangkan Langit bersandar di sofa.
"Kalian udah minumnya?"
"Udah bi, lagian lo bikin seblak kaya setan." Gerutu Mika.
"Namanya juga seblak setan kalau manis seblak gula dong."
Syeril melihat kaki Bintang yang seperti ada belas luka yang lama. Dia penasaran itu bekas luka apa.
"Kak kaki kak bi kenapa?"
Semua orang menatap kaki Bintang. Hanya Mika yang tau itu luka bekas apa.
"Dasar perempuan tua udah muka jelek sekarang di tambah kaki jelek." Ejek Nano.
"Adek diem." Bentak Langit.
"Ini bekas jahitan. 3 tahun lalu gue nolongin bocah laki laki yang hampir tertabrak truk. Itu bocah bukannya minggir malah nangis."
"Sebentar kak. 3 tahun lalu Nano juga hampir tertabrak truk tapi ada cewek yang nolongin. Apa kakak kecelakaannya deket kantor polisi yang dekat lampu merah?"
"Iya kok kamu tahu, ril."
"Ohh jadi kakak yang nolongin raja jail ini."
Nano yang mendengar itu langsung memeluk kaki Bintang. Dia minta maaf karena sering mengejek Bintang. Kesempatan emas bagi mereka untuk merekam aksi keajaiban dunia, seorang Nano memohon.
"Huhuhu perempuan tua maafin pangeran ganteng ini. Ternyata you my angel. Maafin aku sering jail sama ngejek kamu. huhuhu." Nano menangis bawang.
Bintang hanya menggidik geli karena Nano aneh dan berbeda dengan apa yang dia kenal. Bintang melepaskan pelukan Nano dari kakinya.
"Kalau kamu mau aku maafin kamu harus beliin aku 10 batang coklat."
"Hah hanya itu sepebrik pabriknya juga aku bisa beli." Syeril menjewer telinga adiknya. Dia tidak suka dengan sikap sombong adiknya.
"Tapi aku butuhnya 10 doang."
"Oke kalau gitu."
Nano berjalan dengan santainya kembali ke kamarnya. Dia malu menangis didepan umum.
"Wahahaha. Liat ini bocah arogan nangis sambil meluk meluk kaki lo bi." Tawa mereka pecah ketika Khatulistiwa menunjukan vidio yang sempat dia rekam.
"Huss dia anak kecil." Bintang memeringati mereka semua.
"Tetep aja ini sejarah tuh bocah arogan minta maaf."
Keseruan mereka terus berlanjut tak terasa hari mulai sore. Mereka pulang kerumah masing masing.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Oke Reders sampai jumpa part selanjutnya. Bye bye.