Dendam Diatas Pengkhianatan (Suami Dan Kembaranku)

Dendam Diatas Pengkhianatan (Suami Dan Kembaranku)
Keributan


__ADS_3

Bismillah.


"Mas." Tegur Zea saat melihat Vernando sedang mengelus pipi Zena.


Wajahnya begitu syok saat melihat suaminya memegang pipi saudara kembarnya sendiri. Zea tentu saja pura-pura kaget melihat kelakuan suami dan kakak kembarnya. Tika yang berada di samping Zea juga pura-pura kaget melihat adengan barusan. Padahal dia sudah melihat kelakuan menjijikan Vernando dan Zena lebih dari ini.


Vernando dan Zena sama-sama kaget dengan kedatangan Zea yang begitu tiba-tiba. Apalagi tadi wajah kedua orang itu tidak berjarak sama sekali.


Segera Vernando melepaskan tangannya dari pipi Zena, begitu juga dengan Zena, dia sedikit memundurkan tubuhnya agar berjarak dengan Vernando. Gelagat kedua orang itu seakan tertangkap basah oleh para warga sudah ketahuan selingkuh.


"Zea." Ucap Vernando kaku, dia tidak mau Zea salah sangka dan memikirkan yang tidak-tidak tengang dirinya. Walaupun sebenarnya kelakuan Vernando memang menjijikan.


Zea berjalan mendekati, Vernando dan Zena diikuti Tika di sampingnya. Wajah kecewa Zea perlihatkan untuk Zena dan Vernando. Dia pura-pura jadi korban yang begitu tersakiti. Walaupun sebenarnya dia memang korban.


"Apa ini mas! Zen, kalian berdua selingkuh dibelakangku?" tuduh Zea, kedua sudut matanya sudah mulai berair.


Pokoknya sekarang Zea akan menjual kesedihannya untuk mendapatkan simpati banyak orang, agar semua orang di tempat itu mendukungnya. Jika dulu Zena pintar sekali membuat seluruh kru membenci dirinya, maka sekarang Zea akan membuat hal itu jadi terbalik, Zea lah orang yang paling didukung banyak orang.


"Kamu ngmong apa sih Ze, jangan ngacok ya. Mana mungkin aku selingkuh sama kakak ipar sendiri." Bantah Vernando.


"Kamu benar Ze, aku nggak mungkin ngerebut suami kamu. Tadi Vernando cuman ngecek pipi aku yang abis kamu tampar." Sambung Zena yang penuh dengan kemenangan, dia berharap orang-orang akan menaru simpat pada dirinya.


"Tapi kenapa kalian berdua, cuman berduaan aja disini? Kalian selingkuhkan." Tuduh Zea lagi tak mau mendegarkan Zena.


Vernando menatap kesal Zea. Tapi sebisa mungkin dia segera bersikap lembut pada istrinya. Vernando berjalan mendekati Zea yang nertanya sudah berkaca-kaca mungkin sebetar lagi air mata itu akan membasahi pipinya.


"Cih, awas saja kamu Zea! Aku akan membalas semua ini." Maki Zena dalam benaknya.


"Sayang dengerin aku, aku nggak mungkin selingkuh dari kamu. Cuman kamu yang aku cintai pecaya."

__ADS_1


Vernando memeluk mesra tubuh istrinya agar percaya dengan kata-kata Vernando. Zea hanya tersenyum remeh didalam pelukan Vernando.


"Cih, bukankah kau akan menamparku untuk membalaskan tamparan yang Zena dapatkan dariku tadi." Batin Zea.


"Apa yang dikatakan Vernando benar Zea, kami tidak mungkin mengkhianatimu. Aku menyayangimu Ze, aku kakak yang akan selalu menjagamu." Sambung Zena lagi.


Zea melepaskan pelukannya dari Vernando, dia menatap lurus pada Zena yang selalu ada untuknya. Zea segera menghampiri Zena dan langsung memeluk saudara kembarnya itu.


"Aku percaya sama kamu Zen." Ucap Zea disela-sela pelukan mereka..


Zena mengelus punggung Zea lembut, semua dia lakukan agar Zea tidak curiga pada dirinya dan Vernando.


"Sungguh bagus sekali akting dua orang menjijikan ini." Batin Tika sambil menggelengkan kepalanya kecil, tak habis pikir atas kelakukan Zena dan Vernando.


Saat ini Zea, Zena maupun Vernando masih menjadi tontonanya banyak orang di lokasi syuting tersebut. Mereka hanya melihat apa yang terjadi tanpa ada satupun yang berani berkomentar, entah mereka mau membelas Zena atau Zea.


Tak...


Tak...


Suara derap lagkah membuat mereka semua menoleh pada orang yang baru saja datang. Saat tahu siapa yang menghampiri mereka semua, orang-orang itu langsung menunduk sopan. Laki-laki tampan yang baru saja bergabung dengan yang lainnya itu menatap aneh pada seluruh kru berkumpul di ruang yang sama.


Mereka semua berdiri tak beraturan, sedangkan Zea dan Zena masih saling berperlukan. Disebelah mereka ada Tika dan Vernando yang keduanya berdiri tepat disebelah Zea.


"Ada apa ini?" suara dingin itu keluar dari mulut laki-laki tampan yang datang bersama seorang setia berada disebelahnya.


Zena dan Zea sama-sama melepaskan pelukan mereka saat mendengar suara produser sekaligus Ceo mereka. Vernando yang sedari tadi menatap kearah Zea dan Zena juga langsung menoleh pada sumber suara.


"Pak Rayan." Ucap Vernando sopan, Zea dan Zena juga mengangguk sopan.

__ADS_1


"Saya tanya pada kalian, ada apa ini, hah! Kalian semua tuli atau bagimana." Sentak Rayan yang membuat semua orang menunduk takut.


Sementara Zea menatap aneh produser muda mereka itu, seingat Zea saat dia tak sengaja bertemu dengan pak Rayan laki-laki itu begitu ramah pada dirinya. Tapi kenapa sekarang disini terlihat menyeramkan.


"Ini kesempatanku untuk menjatuhkan Zea." Batin Zena senang.


"Maaf pak Rayan, Zea hanya meminta maaf padaku karena sudah menampar pipiku dengan sangat kuat."


Zea terperanjat kaget mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Zena, Tapi sedetik kemudian dia tersenyum remeh. Tidak ada yang menyadari senyum itu selain Rayan.


"Zen, bukankah aku sudah minta maaf padamu. Aku juga mengatakan bukankah itu tidak sengaja, lagipula aku melakukan itu untuk adengan akting kita bersama tadi. Mas Nando juga sudah membantumu bukan untuk menghilangkan rasa sakitnya."


"Sial." Maki Zena saat Zea angkat bicara. "Kenapa Zea jadi banyak bicara begini sih, biasanya dia akan menjadi lugu." Dengus Zena merasa kesal.


"Apakah masalah kalian sudah selesai?"


"Sudah pak Rayan, saya juga tidak akan memperpanjang masalah ini. Bagimanapun juga Zea adik kembar saya."


"Pintar sekali dia cari muka." Batin Tika dan Zea bersamaan..


Rayan hanya mengangguk untuk merespon perkatan Zena, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Lalu netranya mengisyaratakan Dito untuk mengucapkan sesuatu. Dito merupakan orang kepercayaan Rayan.


Dito paham bahasa isyarat bosnya itu langsung saja maju satu langkah kedepan. Sekarang dia berada di tengah-tengah mereka semua.


"Karena kalian sudah berkumpul disini, saya mau mengumumkan kita akan mengadakan acara jamuan 4 hari lagi untuk merencankan FFI. Pak Rayan mengharapkan kehadiran kalian semua, jadi jangan mengecewakan, kita akan mengundang beberap orang berpengaruh di negara ini." Ucap Dito lantang.


Tepuk tangan riuh terjadi, mereka tak menyangka akan mengadakan jamuan dan FFI sebentar lagi. Semua orang merasa senang berbeda dengan Zea yang mengingat kembali kejadian sama seperti ini sebelumnya.


"Tidak Zea, kamu tidak boleh dipermalukan di depan banyak orang lagi, apalagi sampai dituduh selingkuh. Ayo kita putar balikan kejadian dimasa lalu." Tanpa sadar Zea meremat kuat tangannya, dia masih belum yakin rencananya 100% berhasil, semua gerka-gerik Zea telah tertangkap oleh netra Rayan.

__ADS_1


Untung saja tidak ada orang yang melihat jika saat ini produser mereka sedang memperhatikan Zea.


__ADS_2