Dendam Diatas Pengkhianatan (Suami Dan Kembaranku)

Dendam Diatas Pengkhianatan (Suami Dan Kembaranku)
Malam FFI


__ADS_3

Bismillah.


Acara FFI yang diselenggarkan oleh perusahaan smart enterthaiment, kali ini digelar di luar gedung. Tepatnya tadinya biasa saja, kini sudah disulap menjadi tempat yang sangat indah.


Acara FFI (Festival Filem Indonesia) kali ini dibuka untuk umum, siapa saja boleh datang untuk melihat acara tersebut. Sudah banyak orang-orang yang menantikan acara ini, FFI malam ini banyak orang yang begitu antusias untuk menyambut acara.


"Bagimana apakah semuanya sudah beres?" tanya seorang laki-laki pada dua orang yang menutup wajah mereka dengan sempurna.


"Siap bos, tenang saja semuanya pasti beres." Jawab orang yang menutup wajahnya.


"Bagus aku percayakan semua ini pada kalian. Ingat aku membayar kalian dengan jumlah besar jadi jangan sampai gagal."


"Baik bos!"


"Kalian boleh pergi." Usir Vernando.


Siapa lagi laki-laki yang merencanakan kejahatan untuk istri dan mertuanya sendiri kalau bukan sosok Vernando Muran.


"Malam ini aku yakin sekali kamu tidak akan menganggu hidupku lagi Zea. Dan seluruh harta Wijaya akan jatuh ketanganku. Aku tidak akan membiarkan mama Eli dan Zena menguasai semua harta Wijaya. Hahahahah!" Vernando tertawa keras.


"Rupanya kakak dan adik sama-sama bodoh, mudah saja aku perdaya." Ucap Vernando lagi.


Malam ini seakan semua yang ingin dia dapatkan akan segera berada digengamannya. Tanpa Vernando ketahui ada seorang yang sedari tadi mendengar semua pembicaraannya dengan orang bertopeng barusan dan semua ucapan yang keluar dari mulut Vernando.


"Kasihan sekali kau Zena hanya diperlata oleh Vernando. Untungnya aku tidak tergila-gila pada lelaki seperti Vernando." Ucap Zea pada diri sendiri.


Dia tak habis pikir dengan Vernando. Zea juga mengumpat dirinya sendiri, bisa-bisanya dia menikah dengan seorang Vernando Muran orang yang sagat menjinikan. Setelah Zea selesai mereka semuanya dia segera pergi dari tempat persembunyiannya.


"Huh! Lega juga, jangan sampai malam ini aku mati lagi. Hal itu tidak boleh terjadi." Gumun Zea sambil berjalan tergesa-gelas.


Bruk!

__ADS_1


Zea tidak memperhatikan langkahnya sehingga dia tak sengaja menabrak seorang untung saja Zea tidak jatuh, karena dia menabrak dada orang tersebut sampai masuk ke dalam pelukannya.


"Asatag! Siapa sih berdiri di tengah jalan seperti ini." Kesal Zea.


"Nona perhatikan langkah anda. Anda yang salah kenapa marah-marah." Ujar orang yang baru saja menabrka Zea.


Zea seperti mengenal suara orang yang barusan dia dengar, tanpa menunggu lama Zea langsung menatap sang pemilik suara.


"Pak Rayan." Ucap Zea ragu.


Zea belum sadar jika saat ini dia masih ada di dalam pelukan Rayan. Rayan hanya mengakat satu alisnya melihat Zea tak beranjak dari pelukannya.


Sampai suara seorang yang terdengar marah besar membuat Zea tersadar dengan posisinya saat ini.


"Zea Amanda Putri!"


"Astaga, bodoh sekali aku." Batin Zea segera melepaskan pelukannya dari Rayan.


"Apa-apaan ini Zea. Seharusnya kamu malu sudah punya suami masih memeluk lelaki lain di depan umum." Sendiri keras Vernando.


Bahkan Vernando sampai menarik kasar tangan Zea. Ulah Vernando kini mereka menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Lepas!" Ucap Zea mulai menantang Vernando.


Malam ini dia tidak ingin berpura-pura lagi, sudah cukup bagi Zea satu bulan saja untuk menjatuhkan Vernando dan Zena malam ini juga. Zea sebenarnya tidak tega untuk mempermalukan mamanya di depan umum, tapi Zea harus melakukannya agar sang mama juga sadar jika selama ini perbuatannya salah.


"Jadi kamu sudah bernai membantah suamimu sendiri hah!" teriak Vernando.


Keluar juga sifat asli Vernando saat ini, sampai-sampai pak Wijaya yang baru saja datang bersama istrinya begitu kaget melihat Vernando berani sekali membentak putri bungsunya.


Sedangkan Zena yang berada diantara orang-orang itu tersenyum sinis, karena malam ini Vernando mempermalukan Zea di depan umum.

__ADS_1


"Bisa denger dulu penjelasan aku hah? Aku nggak sengaja nabrak pak Rayan!" tegas Zea tak mau disalahkan.


"Halah bilang sama moduskan, dasar perempuan ganjen." Timpal Zena, tapi tidak ada yang menyadari, jika pemiliki suara barusan Zena. Hanya Zea yang tahu suara itu milik Zena.


"Rupanya kalian berdua sudah mulai menunjukan sifat asli kalian. Kalian sudah mulai menunjukan pada publik siapa kalian sebenarnya, ini lah waktu yang aku tunggu-tunggu. Kalian sudah salah cari lawan bodoh." Batin Zea remeh.


"Baik Zea, ayo kita memulai permainan." Ucapnya pada diri sendiri.


Zea menatap sendu pada Vernando yang baru saja membentaknya di depan semua orang. Lalu dia menatap Zena yang berdiri tidak jauh di depannya.


"Mas kenapa sih kamu langsung bentak-bentak aku? Padahal aku udah jelasin, kalau aku nggak sengaja nabrak pak Rayan. Jika mas tidak percaya bisa tanyakan langsung pada pak Rayan." Kedua bola mata Zea mulai berkaca-kaca.


"Selama ini aku melihat mas dan Zena bermesraan, bahkan publik juga mengetahuinya. Tapi kalian selalu membantah orang-orang yang menuduh kalian selingkuh. Lalu aku, aku percaya kamu dan Zena tidak mengkhianatiku karena aku tahu kalian berdua orang terdekat aku. Aku yakin suami dan kembaranku tidak mungkin menyakitiku." Zea menjeda perkataannya sejenak.


"Aku selalu percaya pada kalian berdua, bahkan berita yang beredar tidak benar. Aku selalu memaafkan kamu dan Zena. Tapi hari ini apa hah! Aku hanya tidak sengaja menabrak pak Rayan, kamu sudah menuduh aku yang tidak tidak." Air mata Zea sudah luluh membasahi pipinya. Dia melakukan semua ini hanya untuk menjual kesedihan pada orang lain.


"Dan kamu." Tunjuk Zea pada Zena. "Aku kira kamu kakak yang selalu ada untukku Zen. Tapi apa, kata-katamu baru saja sangat menyakitkan hatiku. Tega sekali kamu menuduhku perempuan gatel, padahal selama ini berita yang memerlihatkan kamu dan mas Nando aku tak pernah merendahkanmu."


Bisik-bisik tak enak didengar, kini dilontarkan oleh para pengunjung yang berdatangan untuk Vernando dan Zena, para wartawan sibuk mengabadikan moment langka barusan untuk dijadikan berita utama, pasti akan menjadi trending topik.


"Pintar sekali wanita ini berakting, pantas saja dia menjadi artis terpopuler dan artis berharga untuk smart enterthaiment." Batin pak Rayan.


Hanya Rayan dan Tika yang tahu, perbuatan yang dilakukan Zea saat ini hanyalah sebuah akting untuk mendapat simpati banyak orang.


Mendengar perkataan Zea barusan, membuat Zena dan Vernando tidak bisa mengelurkan kata-kata apapun lagi, mulut keduanya seakan terkunci begitu saja.


"Sial! Rupanya perempuan ini sudah sangat berani." Keluh Zena dan Vernando dalam benak masing-masing.


"Ze, kok kamu tega sih ngomong itu sama aku." Sahut Zena mulai memelas.


Zea terkekeh sinis membuat semua orang heran dengan respon Zea. Termasuk Vernando dan Zena.

__ADS_1


"Tidak usah sok baik Zena Amanda Putri!" tegas Zea.


__ADS_2