
Bismillah.
Masih di tempat yang sama, kini tatapan semua orang di dalam gedung smart enterthaiment tertuju pada satu pusat titik, dimana Zea, pak Nurman, Vernando dan Zena sedang berdiri saling berhadapa. Kedua netra pak Nurman masih menatap tajam putranya dan Zena.
"Kalian berdua akan menjelaskan apa lagi hah? Bukan sudah terbukti kalau kalian berdua selingkuh! Sungguh menjijikan!" maki pak Nurman belum bisa mereda amarahnya.
"Jangan sampai berhenti disini saja, aku belum membuat kedua orang ini jatuh berkali-kali, merasakan sakit yang dulu aku rasakan." Ucap Zea pada diri sendiri di dalam benaknya.
"Pa." Suara lembut Zea membuat amarah pak Nurman sedikit surut, beliau memberikan waktu pada Vernando dan Zena untuk menjelaskan semua ini.
Zea tetap menunjukan wajah kecewa pada suami dan kembarannya, para wartawan masih setia menunggu penjelasan dari Vernando dan Zena atas video yang baru saja disaksikan banyak orang.
"Apa yang papa lihat di dalam video itu tidak benar, aku dan Zena hanya melakukan adengan filem." Ucap Vernando membela diri.
"Benarkah? Filem mana yang kalian berdua perankan sampai memperlihatkan adengan mesum itu?" tuding pak Nurman yang masih tidak mempercayai Vernando.
"Kamu jangan bodoh Vernando, papa disini sebagai sutradara kalian. Papa tahu semua adengan yang kalian perankan." Lanjut Nurman.
"Sayang tolong percaya padaku, vidoe itu hanya sebuah adengan filem yang tidak jadi ditayangkan." Vernando tidak menggubris perkatan papanya. Dia menuntut kepercayaan pada istrinya.
"Benar Ze, video itu hanya sebuah adengan filem yang gagal rilis. Video itu juga hanya diambil potongannya saja, kamu percaya sama aku kan Ze."
"Aku percaya sama kalian. Tapi untuk meyakinkan diriku agar aku tidak kecewa, tolong buktikan perkatan kalian jika benar." Sahut Zea enteng.
Perkataan Zea membuat beberapa orang memujik kesabaran dan kedewasaan Zea. Dalam situasi seperti ini Zea masih bisa bersikap tenang pada suami dan kembarannya. Jika orang lain kemungkinan besar sudah mengamuk saat itu juga. Tak akan memberi ampun pada suami dan si pelakor.
"Kuat sekali hati Zea, jelas-jelas video itu sangat asli bukan sebuah potongan."
"Mereka jelas berbohong, filem mana yang tidak jadi rilis."
"Aku salut pada Zea yang tidak terbakar emosi."
__ADS_1
Begitulah puji-pujian yang diberikan untuk Zea, sampai membuat Zena merasa gerah sendiri, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa tak bisa marah juga. Karena karir dan nama baiknya dalam bahaya saat ini.
"Aku akan memastikan jika semua itu hanyalah rekayasa. Pasti ada orang yang ingin menjatuhkan aku dan Vernando." Ucap Zena.
Prok....
Prok....
Prok....
Tepuk tangan dari seorang membuat mereka semua menoleh pada sang pemilik tepuk tangan, karena dikeramaian itu hanya ada suara satu orang bertepuk tangan yang suaranya terdengar semakin jelas.
"Bagus sekali kalian sudah merusak acara malam ini. Lalu kalian juga mempermalukan nama smart enterthaiment! Aku tidak mau tau minta maaf pada semua orang, lalu beresakan kekacauan yang terjadi. Dan jangan lupa buat klarifikasi setelah semua masalah selesai. Aku hanya memberi kalian berdua waktu dua hari, jika tidak maka buat surat pengunduran diri dari smart enterthaiment dan jangan harapa diterima di stasiun tv lainnya." Ucap suara dingin itu panjang lebar.
Rasa malu yang menimpa Vernando dan Zena samakin bertambah setelah ditegur langsung oleh produser mereka. Angkat kaki dari smart enterthaiment, tentu saja Zena maupun Vernando tidak akan pernah melakukan hal itu. Mereka akan menggunakan segala cara agar bisa tetap berada di smart enterthaiment, tetap menjadi artis dan bagian dari smart enterthaiment.
"Pak Rayan. Maaf pak atas kesalahan saya." Ucap Vernando dan Zena bersama.
"Cepat bereskan!" titiha Rayan pada kedua orang itu.
"Baik pak." Sahut keduanya kompak.
"Sayang terima kasih sudah percaya padaku, aku akan segera membuktikan kata-kataku, jika kejadian malam ini tidaklah benar." Ucap Vernando sebelum pergi untuk menyelesaikan kekacauan yang mereka buat.
Zea hanya mengangguk pelan, aslinya dia malas menanggapi suaminya. Zea tak menyangka papa mertuanya akan sangat marah melihat putrnya selingkuh dengan perempuan lain.
"Zea apa kamu baik-baik saja?" tanya pak Nurman menatap iba Zea.
"Aku baik-baik saja pa." sahut Zea tak lupa tersenyum kecil pada papa mertuanya.
"Maafkan papa, maaf papa belum bisa membuat Vernando jadi seorang laki-laki yang bertanggung jawab." Sesal pak Nurman.
__ADS_1
Rayan merasa diabaikan oleh sutradara dan artisnya sendiri. Pak Nurman dan Zea sibuk dengan diri mereka masing-masing. Sampai tanpa Rayan sadar dia berdehem agar pak Nurman dan Zea tahu disebelah mereka ada dirinya.
"Pak Rayan, maaf kami melupakan anda." Sesal Zea.
Rayan mendengus kecil mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Zea. "Kembali ke tempat kalian, jangan buat kekacauan lagi."
Pak Nurman dan Zea sama-sama mengangguk patuh, mereka segera kembali duduk di kursi semula.
Sementara itu Zena dan Vernando tengah berdiri di atas panggung untuk meminta maaf pada seluruh tamu yang hadir, karena telah menyebabkan keribuatan. Bisa dibilang keributaan besar.
"Siapa yang sudah beranai mengganti semua foto-foto itu." Batin Zena bertanya-tanya.
Dia merasa kesal pada orang yang sudah menjebak dirinya dan Vernando. Sudah senang bukan kepalang akan melihat Zea dihujat dan dipermalukan di depan banyak orang. Ternayat dirinya sendiri yang mendapat getah atas perbuatannya.
"Aku harus mencari tahu dalang dibalik semua ini, lalu dimana orang yang sudah aku dan Zena bayar untuk mempermalukan Zea." Kesal Vernando dalam benaknya.
"Untung saja Zea begitu polos." Batin Zena dan Vernando dalam benak masing-masing.
Mereka berdua hanya mampu menunduk karena begitu malu. "Semuanya saya Vernando meminta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi. Saya akan segera membereskan tuduhan tidak benar ini."
"Saya juga minta maaf atas kekacauan yang terjadi. Seperti apa yang saya katakan pada saudara kembar saya. Jika foto-foto dalam video itu tidak benar, saya akan segera membereskannya."
"Kami juga meminta maaf sebesar-besarnya pada pemilik smart enterthaimet, atas kekacauan yang terjadi." Ucap Vernando dan Zena kompak.
Sepertinya tidak ada yang menghiraukan kata-kata Vernando dan Zena. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, para tamu sibuk mencicipi makaman yang tersajai. Ada juga yang cepika-cepiki dengan teman sebelahnya.
Para wartawan yang hadir masih setia memotret Zena dan Vernando. Tapi mereka sudah melemparkan berbagai pertanyaan pada Vernando, Zena dan juga Zea.
Rayan masih memperhatikan kedua orang yang berdiri di atas panggung itu, dia rasa ada sedikit kejanggalan dari Vernando serta Zena.
"Dito kamu urus dua orang itu, jangan sampai membuat kerugian besar perusaahaan kita."
__ADS_1
"Baik bos."