
Bismillah.
Berapa hari berlalu, hari ini acara pernikahan Rayan dan Zea akan segera dilaksanakan, memang sangat mendadak sekali. Bukan hanya orang-orang yang terkejut akan berita pernikahan pemilik smart enterthaiment, tapi juga calon mempelai wanitanya pun begitu kaget jika dia akan menikah hari ini.
Mungkin pernikahan ini bukan yang pertama kalinya untuk Zea, walaupun begitu pernikahan kali ini sangat berbeda daripada pernikahan pertamanya. Alasan utama Zea menikah dengan orang yang benar-benar dia cintai dan mencintai dia, berbeda dengan pernikahan pertamanya yang tidak memiliki rasa apa-apa.
Lalu Zea juga tidak menyangka, jika Rayan akan mengelar penikahan mereka distasiun tv. Sungguh, Zea benar-benar tidak menyangka. Rayan tidak main-main dengan ucapannya akan menikah Zea segera.
Rayan benar-benar tidak peduli apa kata orang-orang yang mengatakan dirinya menyukai seorang janda. Bagi Rayan janda tidak masalah asalkan dia bisa bahagia dengan orang yang Rayan cintai.
"Kamu cantik sekali, Zea." Ucap Tika kedua bola mata sahabatnya bahkan berbinar melihat betapa cantiknya Zea.
Dress putih yang Zea kenakan benar-benar membalut tubuhnya sempurna, jangan lupakan hiasan mutaria yang diletakkan tempat di bawah punda sebelah kiri Zea semakin membuat dress itu terlihat indah dan begitu kontras dengan wajah putih Zea, hidungnya yang tidak mancung juga tidak pesek semakin menambah pesona untuk Zea sendiri.
"Terima kasih atas pujiannya, aku sangat menerima pujianmu, Tika." Sahut Zea terkekeh atas ucapannya sendiri.
"Tapi jujur kamu deng-degan nggak, Ze?"
"Menurut kamu gimana, Tika. Ditambah lagi mas Rayan dadak banget lagi bilang mau nikahnya."
__ADS_1
Ada sedikit kekesalan yang Zea rasakan pada Rayan, karena mengajaknya menikah sangat-sangat mendadak sekali.
"Lebih baik nikah cepet Ze, daripada pacara terus dosa. Kalau nikahkan dapat pahala. Lagipula udah sama-sama yakin. Lah kalau pacaran doang lama-lama kagak nikah buat apa? Malah digantung doang, alamat palsu jadinya."
"Wih, udah bisa mengeluarkan kata-kata mutiara ya, bu menejer." Tika hanya mendengus kesal.
Acara pernikahan Rayan dan Zea, diadakan di gedung smart enterthaiment. Sudah banyak tamu undangan yang berdatangan untuk menghadiri acara pernikahan pemilik perusahaan enterthaiment terbesar di negara tersebut, mereka penasaran dengan sosok Zea. Pasalnya sudah 3 bulan gadis itu tidak muncul dilayar tv untuk melakukan syuting.
Ada bocoran dari orang-orang smart enterthaiment kalau Zea sedang membuat projek syuting series yang akan tayang nanti di tahun depan.
Kembali pada Zea dan Tika yang sedang berada di kamar rias pengantin. Saat kedua orang itu sedang asyik mengobrol tiba-tiba seorang menghampiri mereka.
"Ayo ke bawah nona Zea, mempelai prianya sudah menunggu disana." Ucap seorang petugas diacara tersebut.
Tidak tahu kenapa Zea benar-benar sangat gugup saat ini, dia rasanya tidak ingin bertemu dengan Rayan dan semua orang, karena terlalu gugup.
"Biar saya yang mendampingi, Zea." Ucap Tika kala melihat sahabatnya itu sangat gugup.
Akhirnya Tika membawa Zea ke lantai bawah, bersama seorang petugas tadi. Acaranya memang digelar di luar gedung smart enterthaiment.
__ADS_1
"Slow Ze, jangan gugup." Bisik Tika pada Zea.
Zea sudah berusaha agar dirinya tidak merasa gugup, tapi dia benar-benar tak bisa. Rara gugup itu terus menghampiri dirinya. Sampai mereka bertiga di pintu menuju luar semua orang menatap takjub pada Zea.
Rayan yang berdiri diujung dari tempat Zea berada mengembangkan senyumnya dengan begitu sempurna. Hari ini Zea terlihat lebih cantik berkali-kali lipat dari biasanya, mata semua orang tidak berkedip melihat kecantikan Zea.
"Wah, kalau jandanya model begini sih gue nggak akan nolak."
"Nggak keliatan kalau artis Zea seorang janda. Dia sangat cantik bahkah."
"Siapa yang nolak dikasih model bening begini."
Masih banyak lagi ucapan para tamu undangan yang dilontarkan untuk Zea, mereka benar-benar terpukau atas kecantikan yang Zea miliki.
Kini tangan Zea sudah beralih pada pak Wijaya setelah Tika mengantar Zea pada papanya. Sekarang giliran pak Wijaya membawa Zea mendekati Rayan yang berdiri diujung tempat paling bagus, laki-laki itu sudah mengembangkan senyum manisnya sedari tadi tidak pernah luntur.
"Kamu cantik sekali, sayang." Ucap pak Wijaya pada putrinya.
"Siapa dulu papanya." Jawab Zea bangga.
__ADS_1
Pak Wijaya dan Zea sama-sama terkekeh atas tingkah keduanya. Berbeda dengan Zea yang saat ini tengah merasakan bahagia. Entah bagaimana sekarang nasib Vernando dan Zena yang masih berada di rumah sakit. Juga orang tua Zena saat ini masih tetap mendekam di penjara.
Satu minggu lagi pak Wijaya akan menyeret Vernando dan Zena ikut ke dalam jeruji besi menyusul orang tua Zena.