Dendam Diatas Pengkhianatan (Suami Dan Kembaranku)

Dendam Diatas Pengkhianatan (Suami Dan Kembaranku)
Bukti 1


__ADS_3

Bismillah.


"Kenapa diam Zea? Benara apa yang aku katakan, jika semuanya hanya omong kosong belaka?" ejek Zena.


Zea masih tetap tenang tidak terpancing oleh propokasi yang dilakukan oleh Zena. Dia malah tersenyum pada Zena, membuat semua orang menatap heran pada Zea.


"Gila!" gumun Zena yang masih terdengar di kuping Zea.


"Baiklah Zena tersayang, kamu yang memaksaku untuk mengeluarkan semua bukti atas semua kata-kata yang keluar dari mulutku. Jadi mau yang mana dulu harus dibuktikan?" tantang Zea tidak takut sedikitpun.


Zena masih meragukan Zea, dia yakin sekali kalau semua yang tadi Zea katakan tidak memiliki bukti. Walaupun Zena membenarkan ucapan Zea, dia tahu segalanya. Tidak mungkin bagi Zena, Zea bisa mengeluarkan semua bukti. Apalagi Zena masih menganggap Zea perempaun luga yang gampang dimanfaatkan.


"Bagus rupanya kamu menyeret dirimu sendiri ke dalam jurang penyesalan." Batin Zea senang.


"Jadi bukti yang mana dulu Zena, yang ingin kamu lihat dariku?" tanya Zea sekali lagi.


Semua orang juga penasaran apakah benar kata-kata Zea bisa dia buktikan, jika tidak yakin sekali Zea akan menjadi orang yang paling malu.


"Tuduhan perselingkuhan Vernando dan Zena." Bukan Zena yang menjawab, melainkan Rayan.


Kini semua mata tertuju pada pemilik smart enterthaiment itu. Rayan yang merasakan mendapatkan tatapan heran dari semua orang, mungkin karena menilai dirinya ikut campur dalam urusan orang lain kembali mengeluarkan suara. Gaya bicaranya tentu saja dengan berwibawa menunjukan dia sebagai seorang pemimpin.


"Kalian jangan menatapku seperti itu. Bagimana pun juga Zea, Zena dan Vernando masih bagian dari smart enterthaiment, mereka artis terbaik enterthaiment jadi aku perlu tahu. Lagipula mereka membuat kekacauan diacaraku." Jelas Rayan yang membuat semua orang paham.


"Ayo Zea keluarkan bukti tuduhanmu atas suamimu ini dan kakak kembarmu sendiri." Tantang Vernando.


"Cih! Jangan pernah lagi memanggil namaku dan jangan sebut kamu sebagai suamiku. Mulai detik ini aku dan kamu bukan lagi sepasang suami istri paham!" tegas Zea.


"Untuk bukti baiklah akan aku tunjukan karena kalian semua tidak sabar." Ketus Zea.


Zea menatap tajam pada Vernando dan Zena, tatapan itu bukan lagi tatapan lugu dan sayang Zea pada Vernando dan Zena. Melainkan tatapan kebencian dan kecewa mendalam yang Zea tunjukan.


"Tika keluarkan semua bukti yang kita dapat selama 1 bulan 2 minggu ini tentang perselingkuhan Zena dan Vernando."


"Sip." Jawab Tika mantap, Tika langsung memutar monitor besar di depannya membuat Dito melotot tak percaya, karena Tika berani menggunkan alat itu tanpa seizin dari dirinya.

__ADS_1


"Jangan salahkan aku, jika semua orang tahu seperti apa kelakuan kalian, karena kalian sendiri yang meminta buktinya." Tegas Zea sambil melirik tajam mantan suami dan mantan kembaran palsunya itu.


Saat layar monitor besar itu diputar terdapat rekaman cctv berbagai foto dan video juga perekam suara yang menunjukan perselingkuhan yang dilakukan Vernando dan Zea. Tak sampai disitu saja bahkan rencana Zena, Vernando dan mama Eli untuk membunuh Zea dan papany malam ini terdapat dalam rekaman itu.


"Wah benar aku melihat mereka tadi siang di restoran mawar. Aku kira dia Zea yang bermesraan dengan Vernando ternayat dia Zena."


"Aku juga melihat mereka siang tadi."


"Aku juga."


"Aku juga, tidak ku sangka Vernando tega mengkhianati istrinya sendiri, bahkan berniat membunuh Zea."


Begitulah kira-kira bisik pada tamu yang menyaksikan sendiri siang tadi mereka melihat Vernando bersama dua perempuan dengan terpaut usia berbeda.


Plak!


Satu tamparan keras kembali mendarat di pipi Vernando. Tentu saja pelakunnya pak Nurman.


"Tidak tahu diri." Maki pak Nurman, amarah beliau sudah melupa-lupa.


Plak!


"Ini untuk putriku yang sudah tega kamu sakiti!"


Plak!


"Dan ini untuk pujian yang perhan aku berikan padamu, aku tarik semua kata-kataku yang telah memuji dirimu. Kamu hanya sekedar menantu tidak tahu diri! Aku berharap putriku tidak pernah hamil anakmu." Hardik pak Wijaya.


Sebagai seorang ayah tentu saja dia sangat marah, melihat putrinya disakiti oleh orang yang beliau kira selama ini tepat untuk menjaga putrinya.


"Papa tenang saja, aku tidak akan hamil anak Nando. Tapi papa harus tahu, satu putri papa lagi sedang mengandung anak laki-laki bejat ini." Ucap Zea.


Mendengar perkataan Zea sebuah tamparan kembali mendarat di pipi Vernando. "Bajiangan! Berani sekali kau." Maki pak Wijaya.


"Tapi Zena juga yang menginginkannya pa." Tegas Vernando tidak mau disalahkan seorang diri.

__ADS_1


"Bagus mengaku juga kamu secara langsung sudah berselingkuh dengan Zena. Sekarang tanda tangai surat perceraian kita!" tegas Zea.


"Aku tidak mau." Tolak Vernando mentah-mentah.


"Tidak masalah kamu tidak mau, aku membawa pengacara yang bisa memaksamu."


"Benar apa yang Zea katakan Vernando, cepat tanda tangai surat perceraian kalian setelah itu kita menikah." Selor Zena sama sekali tidak tahu malu.


"Bagus kamu juga mengaku tanpa dipaksa." Ucap Zea senang.


"Cepat tanda tanga!" tegas pengacara Zea.


Dengan berat hati Vernando menandatangai surat ceria dirinya dan Zea.


"Bagus, setelah itu segera nikahi Zena agar anak dalam kandunganya memiliki seorang ayah." Ucap Zea.


"Jangan bicara sembarangan Zea! Mana mungkin Zena hamil anak suamimu." Bantah mama Eli.


"Tante Putri butuh bukti? Up salah mama butuh bukti kehamilan Zena dari putri yang paling mama benci ini. Baiklah aku akan memberikannya."


"Alex." Suruh Zea pada pengacaranya itu.


Tak butuh waktu lama, agar semua orang tahu Alex menaru bukti-bukti kehamilan Zea di dalam monitor yang tadi Tika gunakan.


"Saya tidak mau tahu Vernando! Kamu harus menikahi putri saya Zena!" tegas pak Wijaya.


Zena menatap sendu papanya yang selama ini selalu ingin dia singkirkan, malah membela dirinya yang jelas-jelas sudah menyakiti beliau dan putri kandung beliau.


"Kamu menyesal Zena? Lihat baik-baik Zena, lihat! Papa yang selama ini ingin kamu lenyapkan tetap menganggap kamu putrinya, walaupun kamu sudah menyakiti hati dan perasaan beliau. Bahkan papa membalas bajingan ini untuk dirimu, walaupun aku tahu kamu dan Vernando sama-sama melakukan atas keingian kalian berdua. Dan sekarang aku tanya dimana hati nurani kamu selama ini hah!"


Zea paling tidak bisa melihat papanya lemah seperti saat ini. Zea tidak bisa melihat cinta pertamanya rapuh. Zea ingin selalu melihat papanya bahagia.


Air mata kembali membasahi pipi Zea untuk yang kesekian kalinya. Ketika membahas mama dan papa. Zea tidak setegar tadi saat meminta cerai dari Vernando dan membuktikan perselingkuhan Vernando dan Zena.


Seorang menatap Zea dengan tatapan entah, kala perempuan itu menangis. Pak Wijaya langsung mendekap tubuh putrinya.

__ADS_1


__ADS_2