Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 10


__ADS_3

Tubuh Reno menggeliat dan perlahan pria itu bangun dari tidurnya. Reno menatap ke sekeliling dan ternyata itu adalah kamarnya sendiri


Matanya menelisik mencari seseorang namun tidak ia temukan. "Dimana Tania" gumam Reno


Ceklek


Tania keluar dari dalam kamar mandi membuat Reno bernafas lega


"Loh Mas Reno udah bangun" ucap Tania


Reno mengangguk sambil bersandar pada headboard ranjang. Pria itu menepuk ranjang di sebelahnya meminta Tania untuk duduk di sebelahnya


Wanita itu berjalan mendekat ke arah ranjang dan duduk di samping Reno.


"Tadi kamu yang mindahin aku ya" tanya Reno


"Iya"


"Emang gak berat" tanya Reno dengan mengernyit


Tania terdiam sejenak kemudian menatap Reno dengan senyum jahil. "Berat kaya gajah" ucap Tania dengan menahan tawanya


Dahi Reno mengkerut seketika bagaimana bisa dia di katakan seperti gajah


"Oh jadi kamu ngatain aku kaya gajah" ucap Reno dengan menyeringai jahil


Reno mendekati Tania dan menggelitiki pinggang wanita cantik itu hingga Tania memekik kegelian


"Mas udah udah ampun maaf deh bener" ucap Tania


"Gak salah sendiri ngatain aku kaya gajah" ucap Reno dengan berkacak pinggang

__ADS_1


"Ampuuunnn ya ya maafin ya plis deh Mas Reno yang ganteng" ucap Tania dengan memasang wajah imutnya


Reno tersenyum tipis melihat wajah imut istrinya itu. Benar benar imut dan lucu di matanya


Tangan pria itu mencubit pelan pipi chubby Tania dengan gemas


"Awww sakit tau" ucap Tania dengan cemberut


"Oh ya maaf deh" Kini Reno beralih mengusap lembut pipi istrinya itu


Keduanya terkekeh pelan kemudian saling berpelukan. Tania bersyukur sekali di rumah ini meskipun mertuanya tidak menerimanya tetapi masih ada Reno yang menerima dirinya


Tok.. tok.. tok..


"Biar aku yang buka" ucap Reno dan melepas pelukannya pada istrinya itu


"Ada apa" tanya Reno pada pelayan yang telah mengetuk pintu kamarnya


"Ada apa mas" tanya Tania yang duduk di pinggir ranjang


"Mama manggil buat makan malam" ucap Reno


Tania terdiam sebenarnya malas sekali dirinya jika harus berhadapan lagi dengan mama mertuanya itu


"Ayo" ajak Reno


Tania diam sejenak kemudian mengangguk menyetujui ajakan Reno


Mereka berdua keluar dari kamar dan turun ke lantai dasar untuk makan malam bersama


"Apa gara gara dia kamu sekarang makan malam telat terus" ketus Adelia

__ADS_1


"Gak ma tadi aku tidur" ucap Reno menjelaskan


Adelia hanya mencibir kemudian melanjutkan makannya. Tania dan Reno ikut bergabung dan makan bersama dengan tenang


Selama makan Tania tak lepas dari penglihatan Adelia yang tajam. High heels Adelia menyentuh kaki Tania


"Awwsss" ringis Tania pelan


"Kenapa" tanya Reno khawatir


Tania menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Reno


"Aku gapapa cuma tadi kaki aku kebentur meja aja" ucap Tania


"Yaudah hati hati makanya" ucap Reno


Enak aja aku di samain sama meja batin Adelia kesal


Selesai makan malam Reno mengajak Tania untuk kembali ke kamar namun wanita itu menolaknya


"Kayanya aku mau di luar dulu deh mas" ucap Tania beralasan


Karena kakinya saat ini tengah di injak oleh mama mertuanya


"Udahlah biarin istri kamu di luar dulu" sahut Adelia


"Yaudah nanti kalau udah selesai langsung balik" ucap Reno dan kembali ke kamar lebih dulu


Setelah Reno pergi Adelia melepaskan kaki Tania. Tentu saja kaki wanita itu memerah dan hampir saja berdarah


"Sekarang beresin piring piring kotor ini jangan manja" ucap Adelia dan pergi menuju ruang tamu

__ADS_1


Tania membereskan piring piring kotor dan mencuci nya setelah pekerjaannya itu selesai dirinya kembali ke kamar menyusul Reno


__ADS_2