
"Tania" teriak Adelia mencari menantunya itu
Tania menghembuskan nafas kesal dia malas sekali bertemu dengan mertuanya itu
"Ada apa ma" tanya Tania
"Mphhh bayi kamu itu udah berapa bulan" tanya Adelia
Tania mengernyit tumben sekali wanita itu menanyakan soal kandungannya
"Sudah tujuh bulan ma" ucap Tania
"Wah berarti kurang dua bulan lagi akan lahir dong" ucap Adelia antusias
"Iya"
"Kamu udah beli persiapan belum" tanya Adelia
"Persiapan? Bagaimana bisa mama aja larang aku keluar" ucap Tania
"Ahh iya yaudah sekarang kamu ke kamar istirahat jangan banyak gerak" ucap Adelia dan membawa tubuh Tania masuk ke dalam kamar
What? Bagaimana bisa sikap Adelia berubah sedrastis itu.
"Apa saat jogging tadi mama jatuh terus kebentur lalu otaknya sedikit waras ya" ucap Tania heran
"Gak mungkin dong mama berubah secara tiba tiba kaya gitu" ucap Tania
.
.
Hesti sedang duduk santai sambil bermain ponselnya. Wanita itu sibuk mengupload beberapa foto miliknya yang akan menghasilkan uang
__ADS_1
Adelia berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan membawa banyak sekali tentengan paper bag.
Hesti langsung duduk dengan tegak dan bertanya pada mama mertuanya itu
"Mama belanja" tanya Hesti
"Iya"
"Kok banyak buat aku juga ya" tanya Hesti
"Enggak ini untuk Tania dan bayinya" ucap Adelia membuat Hesti tercengang
"What? Mama beliin barang barang buat Tania? Mama gak sakit kan" tanya Hesti
"Gak lah mama tuh sehat" ucap Adelia
"Pak bawa itu ke kamar itu ya" ucap Adelia dan memerintah seseorang untuk membawa box bayi ke dalam kamar yang ada di sebelah kamar Tania
"Selamat siang nyonya" sapa seseorang
Hesti semakin tercengang lagi dengan kedatangan seorang desain interior
Apa apaan ini batin Hesti kesal
"Yaudah silahkan kerjakan sesuai petunjuk saya kemarin ya dan kamarnya ada di situ tuh" ucap Adelia dengan menunjuk kamar yang ada di sebelah kamar Tania
"Baik nyonya"
Adelia masuk ke dalam kamar Tania dengan membawa semua barang belanjaannya tadi
"Tania" panggil Adelia
Tania keluar dari dalam toilet dengan terburu buru hingga hampir saja dia terjatuh
__ADS_1
"Tania!!" teriak Adelia
Untung saja Adelia menahan tubuh Tania hingga wanita itu tidak terjatuh
"Kamu tuh hati hati dong kalau terjadi sesuatu sama cucu mama gimana" ucap Adelia
What? Cucu? batin Tania tak percaya
"Lihat ini deh mama belanja banyak banget" ucap Adelia
"Ini buat kamu dan ini buat cucu mama nanti" ucap Adelia dengan tersenyum senang
"Mama gak lagi sakit kan" tanya Tania tak percaya dengan perubahan Adelia yang secara tiba tiba ini
"Gak lah mama sehat tenang aja sekarang yang perlu jaga diri itu kamu" ucap Adelia
"Bentar mama taruh ini di kamar anak kamu ya" Adelia beralih pada kamar sebelah
"Ha?"
"Heh pake dukun mana kamu bisa buat mama jadi baik sama kamu kaya gitu" ketus Hesti
"Dukun? Dukun apaan? Dukun beranak" ucap Tania ketus
"Heh di tanya beneran kok"
"Aku juga jawab beneran aku juga heran kenapa mama bisa sebaik itu sama aku" ucap Tania
"Kamu pasti pake dukun kan? Iya kan? Ngaku aja deh" ucap Hesti mendesak
"Iya kamu dukunnya suka komat kamit gak jelas" ucap Tania asal
"Enak aja" ucap Hesti tak terima
__ADS_1
Tania mendorong tubuh Hesti agar keluar dari kamarnya kemudian menguncinya