
Aku laper banget hiks batin Tania
Tangan dan kakinya yang terikat serta mulutnya yang di bungkam membuat wanita itu susah untuk bergerak kemanapun apalagi meminta tolong
Bahkan setelah berhari hari dirinya di sekap dia tidak tau siapa yang menculiknya ini. Tidak ada satupun orang disana yang memberinya makan ataupun minum. Dia benar benar di siksa apalagi kondisinya yang hamil semakin membuat wanita itu khawatir akan kondisi janin yang ada di dalam perutnya
Aku takut jika terjadi sesuatu pada bayiku batin Tania
Tap..tap..tap..
Suara dua high heels yang di kenakan oleh dua orang wanita berjalan mendekati Tania. Tania menoleh dan matanya membulat saat melihat siapa yang datang
Mama dan Hesti batin Tania. Dia benar benar tak menyangka jika mertuanya bisa melangkah sejauh ini
"Hai menantu tersayangku" sapa Adelia dengan senyum sinis
Tania menatap tajam pada Adelia dan Hesti yang tertawa di atas penderitaannya kini
"Kenapa? Laper ya? Haus? Aduh kasihan kita lupa loh buat ngasih kamu makan" ucap Hesti dan tertawa
__ADS_1
Jika saja tangannya tidak terikat ingin sekali dia mencekik leher wanita itu
"Oh ya aku kesini ngasih kabar baik tau" ucap Hesti
"Kita akan bebasin kamu" ucap Adelia
Tania mengernyit pasti ada sesuatu yang akan terjadi hingga membuat mereka akan membebaskan dirinya. Tania tidak yakin jika mereka akan membebaskan dirinya begitu saja tanpa imbalan apapun
"Tapi... sebelum itu kamu harus dateng ke acara pernikahanku" ucap Hesti
"Oh oh bingung ya"
Deg
Tania menatap nanar kartu undangan itu dimana nama suaminya tertulis jelas dan bersanding dengan nama Hesti
Apa maksud semua ini batin Tania menahan isak tangisnya
"Dengan kita menculik kamu akhirnya Reno mau menikahiku" ucap Hesti menjelaskan semua pertanyaan Tania
__ADS_1
Kalian bener bener jahat aku akan bersumpah membalas semua kejahatan kalian akan aku buat kalian merasakan apa yang aku rasakan selama ini dan akan aku renggut semua harta yang kau miliki Adelia harta dan nama yang kau banggakan akan aku rebut semuanya darimu batin Tania penuh dendam
"Cup cup cup aduh deh terima nasib aja gausah kebanyakan halu orang miskin minta jadi ratu" ucap Hesti dan tertawa
"Kamu tuh mimpi boleh tapi jangan ketinggian takutnya jatuh sakit deh" sahut Adelia dan juga ikut tertawa
"Udah itu aja sih dan ya ini makanan buat kamu gue masih kasihan sih tapi gapapa lah selamat menantikan hari dimana kamu di madu Tania" ucap Hesti
Adelia menyuapkan beberapa sendok nasi pada mulut Tania dengan kasar. Namun Tania tak peduli kini anaknya sedang butuh asupan. Biarkan dia melepas semua egonya demi keselamatan anaknya
"Aku tunggu beberapa hari lagi di acara pernikahanku" ucap Hesti
Hesti dan Adelia melangkah pergi meninggalkan gudang tua itu. Kini Tania kembali seorang diri
Wanita itu berusaha melepaskan ikatan talinya namun kekuatannya yang sudah menipis karena beberapa hari ini dia tidak di beri makan usahanya itu pun sia sia saja
"Ashhh tolong!!!" teriak Tania
"Tolong!!!" teriak Tania lagi
__ADS_1
Perlahan dan lama kelamaan suara wanita itu melemah. Tidak ada orang yang bisa menolongnya percuma saja dia berteriak