Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 22


__ADS_3

Reno masuk ke dalam kamar dengan tubuh lelah. Pria itu meletakkan tas kerjanya di atas ranjang sambil melonggarkan dasi yang mengikat di lehernya


Reno menatap ke arah pintu kamar mandi yang tertutup.


"Mungkin Tania sedang mandi" gumam Reno


Ceklek


Wanita itu keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah lesu. Tania memegang kepalanya yang terasa pening sekali


"Hoeekkk" Tania kembali masuk ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutnya


Sudah berulang kali Tania keluar masuk ke kamar mandi karena perutnya serasa di aduk aduk sedari tadi


Reno yang semula memejamkan matanya karena lelah langsung terbangun saat mendengar suara istrinya yang muntah


Pria itu langsung berjalan menuju kamar mandi dan terlihat Tania sedang berusaha memuntahkan isi perutnya


Reno mendekat dan memegangi rambut Tania agar memudahkan wanita itu sambil memijat tengkuk Tania


Setelah dirasa cukup Tania membasuh mulutnya dan bersandar pada wastafel


"Kamu sakit?" tanya Reno


"Gatau" ucap Tania

__ADS_1


"Kayanya masuk angin aja deh" ucap Tania


Reno membawa tubuh istrinya untuk keluar dari kamar mandi dan duduk di ranjang. Pria itu memijat kepala Tania yang ia letakkan di atas pangkuannya


"Kita ke rumah sakit aja ya aku khawatir sama keadaan kamu" ucap Reno


Tania menggelengkan kepalanya menolak. "Pasti gak di bolehin sama mama" ucap Tania


"Nanti aku yang bilang" ucap Reno


"Mau ya" bujuk Reno akhirnya Tania mengangguk menyetujui


Mereka berdua berjalan keluar dari kamar dan menuruni anak tangga satu persatu untuk ke lantai bawah


"Aku mau bawa Tania ke rumah sakit dia sakit maa" ucap Reno


"Gausah nyusahin aja dia sakit apa sih palingan juga sepele" ucap Adelia


"Dia muntah terus dari tadi" ucap Reno


Adelia terdiam sejenak. Muntah sedari tadi? Apa jangan jangan


"Gak mama gak ijinin kamu bawa dia ke rumah sakit" ucap Adelia


"Tapi ma..."

__ADS_1


"Reno!!" tegas Adelia


"Pelayan!!" teriak Adelia


"Iya nyonya" ucap pelayan itu


"Kunci pintu gerbang tidak boleh ada yang keluar atau masuk tanpa ijin dari saya" ucap Adelia dan pergi begitu saja


Reno dan Tania hanya bisa menghela nafas kasar saja. Saat ini dirinya seperti berada di penjara setelah menikah dia tidak pernah melihat dunia luar


Akhirnya sepasang suami istri itu kembali masuk ke dalam kamar. Reno mengambil obat untuk muntah dan memberikannya pada istrinya itu. Untung saja di kotak obat masih ada obat persediaan


"Kamu minum ini dulu siapa tau bisa reda" ucap Reno dan Tania mengangguk


Wanita itu meminum obat yang di berikan oleh Reno dengan segelas air. Setelah meminum obat Tania merasa lebih baik dari sebelumnya


Dua bulan kemudian


Selama dua bulan terakhir Tania merasakan mual dan pusing setiap harinya. Bahkan setiap pagi dirinya memuntahkan isi perutnya


Dan selama dua bulan itu pula Adelia melarang Reno membawa Tania ke rumah sakit. Bahkan untuk membeli obat saja Reno harus membelinya secara diam diam


"Jika kau berani membawa Tania ke rumah sakit maka kau akan durhaka sama mama" ancam Adelia yang tidak bisa Reno lawan


Namun bagaimana lagi satu sisi dia khawatir pada istrinya namun di sisi lain dia harus patuh pada perintah mamanya

__ADS_1


__ADS_2