
"Dimana Tania ya" tanya Hesti tiba tiba saat makan malam
"Ah iya aku tidak melihatnya disini" ucap Reno
"Coba kita cek ke kamarnya" ucap Hesti
Hesti dan Reno mengecek Tania ke dalam kamarnya dan ternyata wanita itu sedang santai sambil membolak balikkan sebuah buku novel yang tersedia disana
Hesti mengernyit dia bingung kenapa Tania baik baik saja. Apa obat yang dia campurkan tidak bereaksi apapun?
Kenapa dia baik baik aja batin Hesti
"Kenapa gak ikut makan malam" tanya Reno
"Bawakan saja ke kamar aku lagi malas kemanapun" ucap Tania
Reno mengangguk dan keluar dari kamar itu untuk mengambil makanan untuk istri pertamanya yang sedang hamil itu
"Kenapa?" tanya Tania dan berdiri lalu mendekati madunya itu yang diam mematung
"K..k..kau...kau baik baik saja" tanya Hesti
"Tentu aku baik bahkan sangat baik" ucap Tania dengan senyum tersungging
"Kenapa? Rencanamu gagal ya" tebak Tania
"Rencana? Rencana apa? Aku tidak merencanakan apapun" ucap Hesti
"Untuk membunuh bayiku" ucap Tania to the poin
__ADS_1
Hesti langsung terkejut bagaimana bisa wanita itu tau.
"Kau gak akan bisa Hesti dan jangan mimpi" ucap Tania dengan senyum licik
"Dasar wanita licik" umpat Hesti
"Kau yang licik"
Hesti berdecak kesal dan keluar dari kamar Tania dan langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri
Reno kembali masuk dengan membawakan makanan untuk Tania.
"Taruh saja di situ" ucap Tania
Reno meletakkan makanan itu di atas meja kemudian kembali mendekati istrinya
"Nanti kamu makan ya" ucap Reno dan Tania hanya mengangguk
"Bagaimana bisa wanita itu tau kalau aku menaruh obat di dalam minuman itu" ucap Hesti dengan berjalan mondar mandir sambil berpikir
"Gak gak siapa sebenarnya Tania dia tak sebodoh yang aku pikirkan" ucap Hesti
Ceklek
"Astaga" pekik Hesti yang terkejut karena Reno yang tiba tiba masuk
"Kenapa? Ada dengan dirimu" tanya Reno
Hesti hanya menggelengkan kepalanya dengan gugup dan langsung tidur di atas ranjang
__ADS_1
.
"Kamu gak tau siapa rival kamu Hesti" gumam Tania
"Aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan" ucap Tania
"Dan kamu pikir aku mau bertahan di rumah ini karena apa... jika bukan untuk menghapus jejak dan mengambil bukti" ucap Tania
Wanita itu masuk ke dalam selimut dan tidur dia membiarkan makanan yang dibawa oleh Reno tanpa ia sentuh
.
.
"Usia kandunganku sudah tujuh bulan apa kau tidak akan mengadakan syukuran" tanya Tania
"Maaf bukan tak mau tapi... kau tau sendiri statusmu tidak di ketahui oleh publik" ucap Reno serba salah
"Status yang sudah ku buka kalian sembunyikan lagi?"
"Heh!! Aku ini aib ya hingga harus selalu di tutupi" ucap Tania kesal dan pergi begitu saja
Tania duduk di kursi taman dengan menatap datar ke arah depan. Setelah anak ini lahir bagaimanapun caranya dia harus bisa keluar dari rumah ini
Mencari kehidupan yang sebenarnya bukan seperti ini. Di siksa, di hina, di caci maki lalu apa lagi bahkan anaknya yang masih belum melihat dunia hampir saja di celakai oleh Hesti madunya
.
"Nyonya jika saja kau punya cucu kau pasti begitu bahagia maka di saat menantumu sedang hamil kau harus benar benar menjaganya agar tidak sampai terluka" ucap seorang perempuan dengan menggendong cucunya
__ADS_1
Pagi ini Adelia sedang jogging di area sekitar kompleks dan dia tidak sengaja bertemu ibu ibu dengan membawa cucunya
Adelia terdiam sejenak dia langsung teringat pada menantunya Tania yang saat ini sedang hamil. Sejak mereka mengetahui jika Tania hamil dia tak pernah sekalipun memperhatikan soal Tania bahkan dengan teganya dia menculik Tania yang bisa saja mencelakai cucunya