Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 50


__ADS_3

"Tante!! Om!! Reno!!" teriak Hesti


Ketiga orang yang di panggil oleh wanita itu langsung masuk ke ruangan Tania yang sudah kosong


"Ada apa"


"Lihat ini Tania kabur" ucap Hesti


"Bagaimana sih bukankah aku sudah memerintah beberapa pengawal untuk menjaga dengan ketat" ucap Hendra


Hesti langsung keluar dan menemui para pengawal suruhan papa mertuanya itu


**Plak


Plak


Plak**


Hesti menampar mereka semua dengan keras hingga menimbulkan bekas kemerahan


"Dasar gak becus jaga satu orang aja sampe lolos" bentak Hesti


Mereka semua hanya menunduk tanpa berani menatap Hesti


"Mama tau kemana wanita itu pergi" ucap Adelia


"Kemana" tanya Reno


"Kemana lagi jika bukan ke kampungnya" desis Adelia


"Kita kesana sekarang" ucap Hendra


Mereka berempat masuk ke dalam mobil dan menuju ke perkampungan tempat orang tua Tania tinggal.


.


.


Beberapa mobil jeep berhenti di halaman rumah Wijaya

__ADS_1


"Siapa mereka? Apa anak buah keluarga Kusuma" ucap Tania mengintip dari balik gorden


"Tenang aja mereka anak buahku kita kembali ke kota dengan pengawalan agar tidak terjadi sesuatu pada kamu terutama anak kamu" ucap Gio


"Syukurlah" Tania menghembuskan nafas lega


"Ayo jangan lama lama mereka pasti kemari untuk mencari kamu" ucap Wijaya


Tania menggendong anaknya sedangkan Gio membawakan tas besar milik Tania


Mereka berempat masuk ke dalam mobil pajero yang di kendarai oleh Gio. Mereka semua pergi meninggalkan daerah perkampungan dengan pengawalan dari anak buah Gio


Dengan kecepatan penuh Gio mengendarai mobilnya menuju kota. Bertepatan dengan keluarga Kusuma yang masuk ke daerah perkampungan itu


Citt


Hesti keluar dari mobil dan mengetuk pintu rumah Wijaya dengan kasar


"Tania! Keluar kamu!!" teriak Hesti


"Bagaimana" tanya Adelia


"Sial kita kehilangan jejak wanita itu" ucap Hendra kesal


.


.


Dalam waktu dua jam mereka sampai di rumah megah milik keluarga Efendi. Rumah megah bernuansa putih dan emas yang luasnya lima kali lebih besar dari rumah Keluarga Kusuma


Pagar emas yang menjadi pembatas rumah itu terbuka dengan otomatis setelah melakukan pendeteksian pada orang yang ada di dalam mobil


Gio menjalankan mobilnya masuk ke dalam pekarangan rumah yang begitu luas bahkan lebih luas dari lapangan sepak bola dengan air mancur di tengah halaman itu dan juga inisial EF di tengah tengahnya menandakan rumah itu milik keluarga Efendi


Gio turun dan membukakan pintu untuk Tania. Dia tau wanita itu akan kesulitan karena dia sedang menggendong putranya


Para pelayan berjajar dengan rapi menyambut kedatangan keluarga Efendi yang sudah lengkap itu


Wijaya dengan menggandeng Melani mengajak masuk melewati beranda rumah yang sudah di lapisi karpet merah di atas marmer lantai rumah itu

__ADS_1


Para pelayan menunduk saat Tania, Wijaya, Melani dan Gio berjalan di depan mereka


"Bawakan barang barang mereka" ucap Gio


"Baik tuan"


"Tania" panggil Gio


"Iya?"


"Aku akan siapkan kamar khusus untuk bayi kamu yang ada di sebelah kamar kamu" ucap Gio


"Om Gio bisa siapkan itu tapi untuk sementara waktu anakku akan tidur satu kamar denganku" ucap Tania


"Baiklah aku akan meminta pelayan untuk membeli box bayi serta semua perlengkapan untuk anak kamu" ucap Gio


"Baiklah"


"Sekarang kamu ke kamar istirahat" ucap Gio


Tania masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai lima dimana kamarnya berada


Wanita itu membuka pintu kamarnya dan desain kamarnya benar benar indah dan mewah dengan banyak sekali lapisan emas di setiap benda yang ada di kamarnya itu


Tania meletakkan anaknya di atas ranjang yang ukurannya sangat luas. Hanya kamar Tania namun luasnya hampir menyamai setengah dari luas rumah megah keluarga Kusuma


Tok..tok..


Tania membukakan pintu kamarnya dan ternyata seorang pelayan yang mengantar tas miliknya


"Ini tas milik nona Tania" ucap pelayan itu


"Baiklah taruh saja di sana" ucap Tania


Pelayan tersebut meletakkan tas di tempat sesuai permintaan Tania kemudian pergi


Wanita itu mengambil sebuah amplop coklat yang ia masukkan ke dalam tas miliknya dan memasukkannya ke dalam brangkas yang tersembunyi di balik lemarinya.


Dia masih ingat betul beberapa tahun yang lalu dia meletakkan sebuah brangkas di kamar miliknya itu sebelum pada akhirnya mereka di usir

__ADS_1


Tapi kini dia kembali di rumah itu lagi. Hanya desain yang di ubah oleh Gio agar di buat dengan kesan lebih mewah dan elegan tapi Gio tidak merubah posisi apapun di kamar Tania itu


__ADS_2