Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 11


__ADS_3

Ceklek.


Perhatian Reno teralih saat pintu kamarnya terbuka. Pria itu menghembuskan nafas lega setelah melihat ternyata istrinya yang masuk


"Mas Reno sibuk?" tanya Tania dengan duduk di samping Reno yang tengah duduk di atas ranjang


"Heem ada beberapa masalah di perusahaan" ucap Reno


Tania hanya mengangguk "Emang masalah apa" tanya Tania


"Kamu gak akan paham nanti kamu malah pusing" ucap Reno dengan mencubit pipi Tania pelan


"Yaudah aku temani mas Reno aja ya" ucap Tania


"Kalau ngantuk tidur aja gapapa kok" ucap Reno dengan mengusap lembut bahu istrinya


Tania menggelengkan kepalanya sambil bersandar pada pundak Reno yang sangat nyaman baginya


Reno tersenyum tipis dan melanjutkan pekerjaannya sambil tetap memeluk tubuh Tania


Meskipun di awal pernikahan tidak ada cinta di antara mereka tapi Reno yakin dengan dirinya menerima kehadiran Tania maka seiring berjalannya waktu cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya


Pukul dua belas malam


Reno melihat istriya sejenak setelah fokus pada pekerjaannya saja sedari tadi. Ternyata wanita cantik itu telah tertidur dengan memeluk dirinya


"Manis banget sih" gumam Reno dengan mengamati wajah istrinya


Pria itu menutup laptopnya dan meletakkan di atas nakas. Reno membenarkan posisi tidur Tania kemudian menyelimuti wanita itu

__ADS_1


Setelah memastikan Tania sudah nyaman dengan posisi tidurnya, Reno keluar dari dalam kamar dan menuju teras rumah


Pria itu duduk dan menatap datar ke arah depan. Pikirannya melayang pada masa lalu dan memikirkan untuk masa depan pula


"Reno" suara bariton seorang pria mengagetkan Reno


"Eh papa"


"Papa kira kamu udah tidur" ucap Hendra dan duduk di samping putranya itu


"Belum pa Reno habis ngerjain beberapa pekerjaan" ucap Reno


Hendra hanya mengangguk kemudian terdiam sejenak sambil memandang ke arah halaman rumahnya yang sangat luas dan di samping kanan kiri nya ada taman yang indah dan di penuhi oleh bunga bunga


"Kamu yakin mau bertahan dengan Tania" tanya Hendra


"Pa setelah aku menyetujui pernikahan itu berarti itu artinya aku setuju untuk menjaga Tania dan aku juga telah setuju untuk hidup dengan Tania mungkin memang di awal pernikahan tidak ada cinta tapi Reno yakin dengan seiring waktu cinta itu pasti tumbuh" ucap Reno


"Kenapa pa"


"Papa mau menantu yang setara dengan keluarga kita bukan seperti Tania yang menikah dengan kamu karena rasa tanggung jawab saja" ucap Hendra


"Memang aku menikahi Tania hanya karena bentuk pertanggung jawabanku saja...." ucap Reno menggantung


Deg


Air mata lolos dari sepasang mata cantik seorang wanita.


"Tapi aku...."

__ADS_1


Pyar


"Astaga" ucapan Reno terputus karena suara pecahan dari dalam rumah


Dengan cepat Reno berlari masuk dan memastikan apa yang terjadi. Sebuah vas pecah? Namun disana tidak ada siapa siapa


Lalu siapa yang memecahkan vas bunga itu? Reno dan Hendra saling bertatapan dengan bingung


"Siapa yang memecahkan vas bunga itu" tanya Hendra


"Aku juga gatau pa"


"Astagaaaa!!!" pekik Adelia yang baru saja datang


"Vas kesayangan mama" ucap Adelia dan menghambur melihat lebih dekat vas bunga kesayangannya yang telah pecah tak berbentuk


"Siapa yang mecahin" tanya Adelia dengan menatap Reno serta Hendra


Kedua pria itu pun menggelengkan kepala dengan wajah polos karena memang mereka tidak tau apapun


"Pasti Tania" tuduh Adelia


Reno menarik nafas berat "Ma, Tania sekarang udah tidur bagaimana bisa dia mecahin vas bunga mama" ucap Reno


"Emang iya?" tanya Adelia


"Iya"


"Yaudah"

__ADS_1


"Pa besok beli lagi ya" pinta Adelia


"Iya" ucap Hendra pasrah


__ADS_2