Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 39


__ADS_3

Tania berjalan mondar mandir di area balkon kamarnya. Bagaimanapun caranya dia harus tetap bisa keluar dari rumah ini. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada anaknya nanti


"Aku harus bisa keluar dari rumah ini" gumam Tania


Tok..tok..tok..


Tania mengernyit siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


Ceklek


Hesti dan Reno berdiri di depan pintu kamarnya. Tania mengernyit sambil bersedekap dada


"Mau apa kalian" tanya Tania


"Aku akan tidur disini" ucap Hesti


"Kau pikir? Aku akan mengijinkannya?"


"Mau gak mau aku akan tidur disini" ucap Hesti dan langsung menerobos masuk


"Hesti" teriak Tania


"Mas"


"Maaf Tania tapi itu permintaan dia" ucap Reno


Plak


Tania benar benar kesal dengan Reno apa apaan pria itu. Dimana ketegasannya sudah berani menikahi dua wanita maka dia juga harus bisa berbuat adil


Tania masuk ke dalam kamar dan menyeret Hesti keluar


"Keluar kamu" ucap Tania kasar


"Gak harusnya kamu yang keluar" ucap Hesti dan mengibaskan tubuh Tania hingga wanita itu terjatuh ke lantai

__ADS_1


"Awsshhh" ringis Tania


Wanita itu memegangi perutnya takut terjadi sesuatu pada bayinya. Reno langsung menggendong tubuh Tania dan hendak membawanya ke rumah sakit


"Ada apa jangan bilang kau akan membawanya keluar" ucap Adelia menghentikan langkah Reno


"Iya ma jika terjadi sesuatu pada anakku bagaimana" ucap Reno


"Gak mama akan panggil dokter saja" ucap Adelia


"Bawa dia ke kamar"


"Tapi ma..."


"Bawa dia ke kamar" perintah Adelia


Reno membawa tubuh Tania ke kamar tamu karena kamar wanita itu di gunakan oleh Hesti


Beberapa saat kemudian dokter yang di panggil oleh Adelia datang. Dokter tersebut langsung memeriksa kondisi Tania


"Syukurlah kandungannya masih selamat tapi tolong di jaga lebih hati hati lagi karena kondisi janinnya sekarang lemah" ucap dokter itu dan di angguki oleh Tania


Dokter tersebut pergi. Reno dan Adelia hanya menyimak penjelasan dokter tadi.


"Kau akan tidur disini" ucap Adelia


"Gak aku akan tidur di kamarku" ucap Tania


Hesti masuk ke dalam kamar tamu dan meletakkan barang barang Tania


"Kau akan tidur disini karena kamarmu sudah terisi dengan barang barangku" ucap Hesti


Wanita itu menggendeng Reno dan keluar dari kamar itu. Adelia menatap tajam Tania kemudian menyusul anak dan menantunya


Tania hanya bisa diam saja melihat mereka yang kembali berbuat seenak hati mereka. Untuk masalah kamar dia tak masalah biarkan saja Hesti menempati kamarnya itu dia tak peduli

__ADS_1


Tania mengusap lembut perutnya hampir saja dia kehilangan bayinya itu.


.


.


"Tania" teriak Hesti


"Apaan sih" sahut Tania


"Beresin rumah ini lihat deh itu berantakan ini juga berantakan" perintah Hesti


"Gamau kerjain aja sendiri" ucap Tania santai dan berlalu menuju dapur untuk mengambil air minum


"Dasar orang miskin belagu" ketus Hesti namun Tania tak peduli


Setelah dari dapur dia kembali ke kamar malas sekali jika dirinya berlama lama di luar.


"Hesti" panggil Adelia


"Iya ma"


"Temenin mama ke acara arisan ya" ajak Adelia


"Iya deh ma aku siap siap dulu" ucap Hesti


Setelah Hesti siap, kedua wanita itu keluar menggunakan mobil yang di kendarai oleh Hesti.


Hanya dalam waktu dua puluh menit mereka sampai di tempat tujuan dan disana sudah banyak sekali ibu ibu sosialita yang berkumpul


"Eh maaf telat ya" ucap Adelia


"Ah gapapa"


"Sekarang bawa menantunya ya"

__ADS_1


"Iya dong ini kan menantu kesayangan saya" ucap Adelia


Hesti hanya tersenyum bangga karena dia di anggap sebagai menantu kesayangan Adelia .


__ADS_2