
"Tapi saya tidak punya teman" ucap Tania yang bingung
"Ah namanya kalau gak salah... Hesti ya Hesti" ucap dokter itu
Dasar wanita jahat batin Tania
"Dia bukan teman saya" ucap Tania
"Lalu?" Tania menjelaskan semuanya dengan jelas pada dokter itu
"Jadi saya sudah di tipu"
"Iya tapi saya berterima kasih sekali pada dokter tanpa dokter sadari anda telah membantu saya" ucap Tania
"Sama sama lalu sekarang anda akan pergi kemana" tanya dokter itu
"Saya harus kabur dari rumah sakit ini" ucap Tania
"Tania" panggil seseorang membuat wanita itu menoleh
"Pak Danu" ucap Tania dengan tersenyum senang
"Kau kenapa ada disini" tanya Pak Danu
"Pak bisa minta tolong" tanya Tania
"Oh boleh boleh apa" tanya Pak Danu
__ADS_1
"Bisa bawa saya ke rumah orang tua saya" ucap Tania penuh harap
"Memang kenapa? Suamimu kemana?" tanya Pak Danu namun Tania hanya terdiam haruskah dia menceritakan semuanya
"Ah maaf saya tau mungkin ini urusan pribadi saya bisa membantu kamu Tania kebetulan saya juga akan kembali pulang" ucap Pak Danu yang baru saja selesai melakukan pengobatan di rumah sakit itu
"Terima kasih"
"Sebentar kita ambil bayi kamu dulu" ucap dokter itu
Tania mengangguk dan mengikuti langkah dokter itu menuju ruang bayi
"Ini bayi kamu" ucap dokter itu
"Tampan sekali" ucap Tania terharu untung saja bayinya itu selamat
"Untuk menyamar agar mereka tidak mengenalimu nanti" ucap dokter itu dan Tania mengangguk
"Aku berterima kasih banyak sekali denganmu suatu saat akan aku balas kebaikanmu" ucap Tania
"Tidak masalah" ucap dokter itu
Dokter muda itu mengambil kursi roda dan menyuruh Tania duduk di kursi roda itu agar wanita itu tidak kesulitan berjalan
"Ayo" Pak Danu mengikuti dari belakang sedangkan dokter muda itu mendorong kursi roda Tania yang menggendong bayinya
Pada saat melewati para pengawal itu mereka di berhentikan sebentar. Jantung Tania langsung berdetak dua kali lipat takut jika dirinya ketahuan
__ADS_1
"Jangan dekati dia" cegah dokter itu
"Tapi kita harus memeriksa setiap orang yang keluar dan masuk" ucap pengawal itu
"Jika kalian mau silahkan..." Tania semakin bergetar takut dia harus kembali ke rumah sengasara itu lagi
Pengawal tadi mendekati Tania dan hendak memeriksa wanita itu.
"Tapi dia menderita penyakit menular" Seketika pengawal itu langsung berhenti dan menjauh
"Silahkan lagi pula orang yang kami jaga tidak menderita penyakit menular" ucap pengawal itu
Tania bernafas lega akhirnya mereka bisa lolos dari penjagaan para pengawal itu. Dokter muda itu mendorong kursi roda Tania menuju basement parkiran
"Rileks jangan tegang kita udah lolos" ucap dokter itu
Dokter itu membantu Tania untuk masuk ke dalam mobil Pak Danu
"Terima kasih dok" ucap Tania
"Sama sama jaga dirimu baik baik" ucap dokter itu dengan tersenyum
Dia pria yang baik sekali padahal dia tidak mengenal Tania namun mau membantu wanita itu lolos dari jeratan keluarga Kusuma
Pak Danu mengendarai mobilnya keluar dari area rumah sakit dan menuju daerah tempat tinggal orang tua Tania
Tanpa mereka berdua sadari ada sebuah mobil mewah hitam mengikuti mobil Pak Danu. Tania yang asik bermain dengan putranya tidak menyadari jika ada yang mengikuti mereka
__ADS_1