Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 46


__ADS_3

Brak


Adelia membuka pintu ruang rawat Tania dengan kasar membuat Tania yang sudah sadar langsung terkejut


"Ini semua gara gara kamu tau" bentak Adelia


Tania terkejut dengan bentakan mama mertuanya.


"Ada apa ma" tanya Tania yang memang belum tau soal apapun


"Gara gara kamu aku kehilangan cucu aku" bentak Adelia


"Maksud mama" tanya Tania memastikan


"Cucu mama sudah meninggal dan itu semua gara gara kamu yang gak bisa jaga diri" teriak Adelia


"Ma ma udah Tania pasti syok" ucap Reno


"Diem kamu Reno"


Tania terdiam air matanya menetes mendengar jika anaknya sudah meninggal. Astaga ujian apa lagi ini kurangkah penderitaannya selama ini


"Tapi itu bukan gara gara aku ma" sangkal Tania


"Ini semua gara gara kamu bukankah mama sudah peringatkan jangan duduk di kolam renang bisa bahaya buat kamu" ucap Adelia

__ADS_1


"Ini semua gara gara Hesti dia yang sudah mendorong aku hingga aku terpeleset" ucap Tania mengatakan sebenarnya


Karena dia memang masih melihat jika Hesti tertawa saat dirinya tenggelam


"Jangan salahkan Hesti atas kesalahan yang kamu lakukan" ucap Adelia


"Tapi ma..."


Plak


"Jangan pernah menuduh Hesti jika ini semua kesalahan kamu maka kamu harus akui jangan timpalkan kesalahan pada orang lain" ucap Adelia


"Jelas jelas Hesti yang berteriak untuk membantu kamu" lanjut Adelia


Pintar sekali dia berpura pura batin Tania


"Kalau dia kabur bagaimana tante" ucap Hesti


Dasar kompor!!. Wanita itu benar benar licik, wanita ular namun berwujud manusia


"Tenang aja ada penjaga yang menjaga seluruh rumah sakit ini" ucap Hendra


Adelia, Hendra, Hesti dan Reno keluar dari ruangan Tania meninggalkan wanita itu seorang diri


"Hiks..." Kini Tania menangis sepuas puasnya. Kehilangan anaknya benar benar memyakitkan baginya

__ADS_1


"Tidak lagi aku tidak akan kembali ke rumah sengsara itu bisa tidak bisa aku harus bisa kabur dari rumah sakit ini" ucap Tania


Tania melangkah keluar dari ruangannya setelah melepas infus yang melekat pada tangannya dengan paksa. Dengan langkah tertatih dia berjalan keluar


Tania selalu menatap ke sekeliling untuk memastikan jika keadaan aman. Wanita itu berjalan menuju pintu keluar namun ada beberapa orang berpakaian pengawal yang di yakini Tania adalah anak buah dari keluarga Kusuma


Bruk


"Astaga maaf" ucap Tania yang tanpa sengaja dirinya menabrak seorang dokter


"Tidak apa" Dokter tersebut mengamati wajah Tania dengan intens


"Bukankah anda nona Tania yang beberapa jam lalu selesai operasi" tebak dokter itu membuat Tania menegang seketika


"Untuk apa anda kabur? Ah iya pasti dari suami anda yang jahat ya dan dimana teman anda yang sudah membantu anda" tanya dokter itu membuat Tania mengernyit


"Teman? Saya memang kabur dari keluarga suami saya yang jahat tapi saya tidak punya teman siapapun" ucap Tania


Dokter tadi yang melihat keluarga Kusuma berjalan mendekat ke arah mereka langsung menarik Tania agar bersembunyi


"Ada keluarga itu"


Tania diam saja dan paham dengan maksud dokter itu menarik dirinya. Setelah memastikan kondisi aman mereka kembali berbicara


"Maksud dokter apa ya" tanya Tania

__ADS_1


"Maksud saya teman anda tadi meminta bantuan pada saya untuk mengatakan jika anak anda telah meninggal dan saya melakukan itu karena untuk menyelamatkan anda yang katanya di kelilingi oleh keluarga jahat termasuk suami anda" ucap dokter itu menjelaskan


"Berarti anak saya masih hidup?" tanya Tania dan dokter itu mengangguk


__ADS_2