Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 55


__ADS_3

Hesti mulai bangun dari pingsannya. Wanita itu mengerjapkan matanya perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam netranya


"Anda sudah siuman" ucap sang dokter yang ada di sampingnya


Adelia, Reno dan Hendra menatap datar ke arah Hesti yang sudah mulai siuman itu. Hesti menatap ke arah samping dan dirinya langsung mendapat tatapan tajam dari ketiga orang yang duduk di sofa itu


Hesti berusaha bangun dan duduk namun ada yang aneh dengan kakinya. Kakinya tidak bisa di gerakkan membuat Hesti panik


Wanita itu langsung menyingkap selimutnya dan dirinya begitu terkejut saat melihat jika kaki kanannya tidak ada


"Dok kemana kaki ku dok!!" tanya Hesti mulai histeris


Adelia, Hendra dan Reno saling tatap mereka belum mengetahui kondisi keseluruhan dari Hesti


"Apa yang terjadi dok" tanya Reno


"Karena kecelakaan itu kami terpaksa mengamputasi salah satu kaki nyonya Hesti. Dan juga karena benturan keras di perut nyonya Hesti membuatnya kehilangan salah satu ovariumnya" ucap sang dokter menjelaskan


"Gak!! Gak mungkin!! Dokter pasti bohong kan" ucap Hesti menyangkal


"Nyonya yang sabar ya" ucap dokter itu


"Enggak!! Aku pasti masih bisa hamil aku gamau kaya gini!! Aku ingin kakiku!!" teriak Hesti histeris namun Adelia, Hendra bahkan Reno diam saja tanpa menenangkan wanita itu

__ADS_1


Hesti yang semula menjadi menantu kesayangan kini berubah drastis saat mereka semua sudah mengetahui sifat asli dari wanita ular itu


"Reno kamu gak akan ninggalin aku kan" ucap Hesti dengan menggenggam lengan Reno erat


Pria itu hanya diam saja dia tak peduli dengan kondisi Hesti. Dia kecewa dengan wanita itu untuk yang kedua kalinya


"Ma.. mama masih sayang kan sama aku" ucap Hesti dengan memegang tangan Adelia


"Mimpi kamu" ketus Adelia


"Mending kita pulang gak guna juga kita ada disini" ucap Hendra mengajak anak dan istrinya kembali ke rumah


"Reno!! Reno... Jangan tinggalin aku!!" teriak Hesti dan menangis


.


.


Tania menatap layar ponselnya dengan tersenyum. Wanita itu tersenyum puas melihat kehancuran keluarga yang sudah menghancurkan dirinya


"Kalian akan merasakan apa yang aku rasakan dan kalian akan mengetahui bagaimana sakitnya aku waktu kalian siksa" ucap Tania dengan penuh dendam


"Baguslah sekarang Hesti sudah mendapatkan karmanya. Dia kehilangan salah satu kakinya serta ovariumnya" ucap Gio

__ADS_1


"Itu akibat dari perbuatan jahatnya selama ini" sahut Melani


"Sekarang tinggal Adelia, Hendra dan Reno" ucap Wijaya


"Tenang aja sebentar lagi mereka akan menjual perusahaan mereka dan hidup miskin biar mereka tau bagaimana menjadi orang miskin. Karena selama ini mereka hanya bisa mengumpatiku jika aku orang miskin" ucap Tania mengingat semua cacian yang di berikan pada dirinya


...Satu bulan kemudian...


"Kita sudah kehabisan jalan pa kita mau cari kemana lagi bahkan utang utang kita di bank sudah menumpuk kita mau bayar pake apa" ucap Reno


"Papa juga pusing Reno" bentak Hendra


"Terpaksa kita harus menjual perusahaan dan rumah ini untuk melunasi semua hutang hutang kita pa" ucap Reno


"Terus kita mau tinggal dimana Reno" ucap Adelia protes


"Kita akan cari kontrakan" ucap Reno


"Hah gila kamu Reno yakali kita tinggal di kontrakan. Kontrakan itu kecil loh" ucap Adelia


"Aku tau ma tapi utang utang kita banyak dan kita harus melunasi semuanya" ucap Reno


"Mama gak nyangka kalau bisa sampai kaya gini" ucap Adelia lemah

__ADS_1


__ADS_2