Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 3


__ADS_3

"Reno bagaimana kejadiannya hingga sampai kaya gini" tanya Adelia


Reno menceritakan semua kejadian hingga sampai dirinya menabrak papa Tania dan berakhir seperti ini


"Astaga Reno ceroboh banget sih kamu kalau sampai kasus ini di bawa ke jalur hukum gimana bisa bisa nama baik keluarga kita tercoreng" omel Adelia


"Maaf ma tapi Reno sudah buat perjanjian akan melakukan apapun yang mereka mau asal tidak membawa kasus ini ke jalur hukum" ucap Reno


"Baguslah" ucap Hendra


Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan Pak Jaya yang beberapa saat lalu telah dipindahkan ke ruang rawat biasa


"Siapa mereka" tanya Pak Jaya


"Maaf Pak Jaya ini kedua orang tua saya" ucap Reno


Tania hanya menatap sekilas kemudian kembali fokus menyuapi papanya bubur. Sedangkan Melani mengupas beberapa buah buahan untuk mereka makan


"Asshhh" ringis Pak Jaya sambil memegangi dadanya membuat Tania panik


"Pa papa gak kenapa napa kan" tanya Tania panik


Melani langsung menatap suaminya dengan cemas dan meletakkan pisau yang ia pegang


"Kenapa pa apa yang sakit papa mau apa" tanya Melani beruntun dengan duduk di ranjang suaminya


"Tania" panggil Pak Jaya


"Iya pa"


"Reno"

__ADS_1


"Iya Pak" ucap Reno dan mendekati tubuh Pak Jaya dengan kebingungan


"Kamu sudah berjanji akan melakukan apapun kan untuk menebus kesalahan kamu" ucap Pak Jaya


"Iya"


"Saya mau kamu menikahi putriku di hadapanku" ucap Pak Jaya


"Pa" ucap Tania tak terima


Apa apaan ini bagaimana bisa dia menikah di saat papanya tengah sakit dan juga dia kenapa harus menikah dengan seorang pria yang tidak dia kenal


"Tania papa ingin ada yang menjaga kamu" ucap Pak Jaya


"Pa aku gak perlu di jaga aku udah gede aku bisa jaga diri aku sendiri" ucap Tania


"Papa mohon turuti papa ya kali ini aja" pinta Wijaya membuat Tania tak bisa berkutik


"Kamu mau kan Ren" tanya Wijaya


"Kamu sudah berjanji" ucap Wijaya mengingatkan tentang janji Reno


"Gak saya gak terima saya tidak menyetujui pernikahan ini" sentak Adelia


"Asshhhh" Wijaya terkejut dengan sentakan dari Adelia membuat nafas nya sedikit sesak


"Papa"


"Nyonya pelankan suaramu jika sampai terjadi apa apa sama suami saya akan saya bawa kasus ini ke jalur hukum" ancam Melani


"Dokter" teriak Tania

__ADS_1


Beberapa perawat dengan seorang dokter masuk ke dalam ruangan itu


"Tolong kalian semua keluar biar saya periksa pasien" ucap dokter itu


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun keluar membiarkan dokter fokus memeriksa Pak Wijaya


Tania memeluk mama nya takut jika kembali terjadi sesuatu pada papa nya.


"Apa apaan ini Reno kenapa mereka meminta menikahi putrinya itu" ucap Adelia pelan tak terima


"Aku juga gatau ma kalau bakalan terjadi seperti ini" ucap Reno dengan mengusap wajahnya kasar


"Mama gak terima dengan permintaan mereka kamu harus menolaknya Ren" ucap Adelia memaksa


"Tapi konsekuensi nya nama baik keluarga kita ma" ucap Hendra


Adelia terdiam disini nama baik keluarganya di pertaruhkan bisa bisa bahaya jika kasus ini dibawa ke jalur hukum


"Ya.. tapikan" ucap Adelia


"Ma"


"Yasudahlah terserah" ucap Adelia pasrah


Tak berapa lama dokter itu pun keluar "Bagaimana keadaan papa saya dok" tanya Tania


"Sekali lagi saya ingatkan untuk jangan membuat pasien stres dulu" ucap dokter itu


"Baiklah"


Dokter itu pun pergi dan mereka semua kembali masuk ke dalam ruangan

__ADS_1


"Bagaimana keputusan kamu Reno" ucap Melani datar


Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada suaminya jika permintaannya tidak di turuti. Sebenarnya dia juga menolak pernikahan Tania ini karena dia khawatir jika Tania akan di perlakukan tidak baik di keluarga itu


__ADS_2