
Tok..tok..tok..
"Siapa?" tanya Tania
"Gatau"
"Biar Tania yang buka" ucap Tania
Tania berjalan mendekati pintu dan membuka pintu rumahnya itu. Wanita itu mengernyitkan dahinya saat melihat siapa yang datang itu
"Bagaimana bisa kau tau alamat kita" ucap Tania dengan nada tinggi
"Aku mengikutimu aku melihat kau di rumah sakit dan aku mnegikuti kamu sampai disini" ucap pria yang berdiri di hadapan Tania itu
"Siapa Tania" tanya Melani
Melani dan Wijaya menyusul Tania dan mereka bereaksi yang sama dengan Tania
"Untuk apa kau kesini apa kau belum puas hah" bentak Melani
"Tidak bukan itu kedatanganku kemari untuk..."
"Udahlah lebih baik kau pergi dari sini sekarang" usir Wijaya
Pria itu langsung bersujud di kaki Wijaya dan memegang kaki Wijaya dengan erat
"Aku mohon maafin aku Wijaya" ucap pria itu yang bernama Gio
"Om Gio mending pergi dari sini" ucap Tania
__ADS_1
Gio adalah adik dari Wijaya. Dia sudah merasa bersalah sekali dengan merebut semua harta milik kakaknya yang ia rintis dari nol bersama Melani
"Aku minta maaf kak" ucap Gio dengan berlutut di kaki Wijaya
"Apa kau belum puas sudah merebut semua harta kami bukankah kau sudah mendapat hak kamu dari warisan keluarga Efendi lalu kenapa masih belum puas juga dan merebut harta kami" ucap Melani
"Aku minta maaf kak aku janji setelah ini aku akan kembalikan semua harta kalian" ucap Gio
"Alasanku merebut harta kalian karena dorongan dari Dena karena perusahaan kalian lebih maju dari perusahaan yang aku pimpin" ucap Gio
"Dan sekarang aku sudah berpisah dengan Dena dia mengambil sebagian hartaku dan aku sadar dia bukan wanita baik baik"
"Tapi dalam dua tahun ini aku sudah membangun perusahaan baru untuk Tania dan perusahaan kak Wijaya yang aku ambil sudah aku buat maju dan kali ini aku akan kembalikan semuanya pada kalian" ucap Gio menyesal
"Kau tidak sedang berpura pura kan" tanya Wijaya memastikan
"Tidak aku kali ini benar benar minta maaf" ucap Gio
Gio, Tania dan Melani masuk ke dalam rumah sedangkan Wijaya menutup pintu terlebih dahulu
"Ini sertifikat rumah dan yang lainnya serta dokumen kepemilikan perusahaan masih nama kakak aku belum merubahnya sama sekali" ucap Gio dan memberikan beberapa dokumen pada Wijaya
Wijaya merangkul pundak adiknya itu dan tersenyum
"Baguslah jika kau sudah sadar" ucap Wijaya
"Aku berusaha mencari kalian tapi kalian menghilangkan jejak dan syukurlah aku melihat Tania pada acara pesta bisnis waktu itu dan aku mengikutimu dari rumah sakit" ucap Gio
"Untuk apa kau di rumah sakit Tania?" tanya Gio
__ADS_1
"Aku baru saja melahirkan" ucap Tania
"Lalu dimana suamimu"
Tania menceritakan semua kejadian rumah tangganya yang di penuhi oleh penderitaan
"Akan aku buat mereka hancur karena telah berani menyakiti keponakanku" ucap Gio marah
"Sekarang kalian beres beres kita kembali ke rumah keluarga Efendi" ucap Gio
"Baiklah"
"Aku akan mengabari papa dan mama agar mereka kembali ke tanah air mereka merindukan kalian" ucap Gio
Wijaya, Tania dan Melani masuk ke dalam kamar masing masing untuk mengemasi beberapa barang yang penting saja.
"Jangan terlalu banyak membawa baju aku sudah menyiapkan semua kebutuhan kalian disana" ucap Gio
Gio masuk ke dalam kamar Tania dan menggendong putra kecil Tania itu
"Anakmu tampan sekali" ucap Gio
"Tentu dong anak siapa dulu" ucap Tania dan tersenyum
"Hanya anak kamu bukan anak Reno" ucap Gio
"Biarkan dia tau jika anaknya sudah meninggal saja" ucap Gio
"Aku juga tidak berencana memberitahu Reno" ucap Tania
__ADS_1
"Bagus kita akan buat mereka merasakan apa yang kamu rasakan" ucap Gio dan Tania mengangguk