Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 45


__ADS_3

Malam hari di meja makan


"Tania kamu tuh harus makan banyak" ucap Adelia dan menambah sayur serta nasi di piring Tania


"Ah iya ma udah" ucap Tania


Cemburu melihat perhatian Adelia pada Tania membuat Hesti kesap dan langsung meninggalkan meja makan tanpa permisi.


Dua bulan kemudian


"Nih kamu minum susu buat ibu hamil dulu" ucap Adelia dengan memberikan segelas susu yang ia buat untuk Tania


Tania mengambil gelas dari tangan Adelia itu dan meminumnya. Selama dua bulan ini dia selalu mendapatkan perhatian Adelia


"Mama masuk dulu" ucap Adelia


Tania yang duduk di samping kolam karena baginya menatap air yang tenang begitu menenangkan hatinya


"Akhhh sial dia harus aku singkirkan dari rumah ini" ucap Hesti yang bersembunyi di balik kaca


Tania berdiri hendak masuk ke dalam rumah karena punggungnya sudah lelah dan ingin istirahat di kamar. Perutnya yang semakin membesar membuatnya sedikit kesulitan berjalan


Hesti dengan senyum licik mendorong tubuh Tania hingga terjatuh.


"Arkhhh" pekik Tania spontan


Byur


Tubuh wanita hamil itu tercebur ke dalam kolam renang.

__ADS_1


"Arkhh tolong!! Tolong" teriak Tania


"Hahaa mampus kamu" ucap Hesti dengan senyum licik


"Tolong" teriak Hesti berpura pura membantu Tania


Reno dan Hendra langsung berlari saat mendengar suara teriakan dari area belakang


"Ada apa? Tania!!" pekik Reno dan langsung menceburkan diri untuk menolong istrinya


Pria itu membawa tubuh Tania yang sudah pingsan naik ke atas kolam


"Hati hati Ren" ucap Hendra


"Ada apa" tanya Adelia panik


"Tania masuk ke kolam renang" ucap Reno


"Astaga kita bawa ke rumah sakit sekarang"


Reno membawa Tania masuk ke dalam mobil dan di kendarai oleh Hendra. Adelia duduk di samping bangku pengemudi sedangkan Hesti menggunakan mobil lain


"Tania bangun sayang" ucap Reno khawatir


"Haha rasain tuh" ucap Hesti dengan mengendarai mobilnya mengikuti mobil yang di kendarai Hendra


Dalam waktu beberapa menit mereka sampai di rumah sakit. Tania langsung di bawa masuk ke dalam IGD untuk di tangani


Reno berjalan mondar mandir di depan pintu ruang IGD dengan cemas

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya Tania pasti gak kenapa napa" ucap Hesti menenangkan suaminya itu


Tak berapa lama seorang dokter keluar dan memberitahu kondisi Tania


"Kondisi pasien sekarang sedang kritis dan kita harus melakukan operasi untuk mengambil bayi yang ada di kandungan nyonya Tania" ucap dokter itu


"Lakukan apapun yang terjadi" ucap Reno


"Silahkan selesaikan administrasinya terlebih dahulu" ucap dokter itu dan pergi


"Aku ke bagian adminiatrasi dulu" ucap Reno dan diangguki oleh Adelia


"Ma pa aku ke toilet sebentar" ucap Hesti


.


.


Lampu yang ada di atas pintu ruang operasi telah mati itu tandanya operasinya telah selesai Sang dokter pun keluar membuat atensi Adelia, Hendra, Reno dan Hesti teralih pada dokter itu


"Bagaimana kondisi istri saya" tanya Reno


"Istri anda berhasil kami selamatkan namun..." ucap sang dokter yang terlihat ragu untuk mengatakan


"Apa?" tanya Reno mendesak


"Anak anda tidak berhasil kami selamatkan" ucap dokter itu dengan menunduk tanpa berani menatap pada Reno


Tubuh Reno kaku seketika lututnya lemas mendengar pernyataan dokter itu. Perlahan tubuh Reno luruh ke lantai

__ADS_1


"Arrkhhhh" teriak Reno


__ADS_2