
"Tania" panggil Reno
Tania hanya diam tak bergeming wanita itu sibuk membaca majalah dengan serius. Di malam malam begini dia membaca majalah? Itu hanya alasan saja dia hanya ingin menenangkan diri
Reno duduk di hadapan Tania namun wanita itu tetap diam tanpa berucap apapun
"Kenapa kau berencana kabur" tanya Reno
"Karena aku gak betah di rumah neraka mu ini" ucap Tania langsung
"Aku minta maaf" ucap Reno
"Maafmu basi mending Mas Reno keluar temui istri kedua Mas Reno gausah lagi peduliin aku" ucap Tania kesal
Reno akhirnya keluar dari kamar Tania karena dirinya sudah di usir oleh sang pemilik kamar. Tania mengunci pintu kamarnya kemudian tidur dia sudah sangat mengantuk di jam segini
Pagi harinya
Tania menggeliatkan tubuhnya saat dirinya terbangun karena cahaya matahari yang mengenai wajahnya menembus di celah gorden
"Eughh"
__ADS_1
Tania masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan badannya. Tubuhnya benar benar lengket. Wanita itu keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya setelah mandi
Sedangkan di dapur Hesti sedang membuat minuman entah kesambet apaan hingga membuat wanita itu mau membuat minuman sendiri. Namun Hesti dengan otak liciknya itu tidak akan diam saja
Wanita licik itu memasukkan obat pada minuman tersebut. Senyum licik tersungging di bibirnya
Hesti membawa gelas berisi minuman itu keluar dari area dapur. Pas sekali dengan Tania yang keluar dari kamar untuk mengambil minuman karena haus
"Hei Tania" sapa Hesti dengan tersenyum manis
Tania mengerutkan alisnya heran ada apa dengan Hesti hingga wanita itu menyapanya dengan tersenyum. Apa kesambet?
"Kamu mau ngapain" tanya Hesti
"Astaga ketus amat sih oh ya ini ambil aja minuman aku belum aku minum kok" ucap Hesti
Tania menatap Hesti sejenak dan cukup dalam. Ada apa dengan wanita itu?
"Ini"
Tania mengambil gelas tersebut dan tersenyum sembari mengucapkan terima kasih pada madunya itu
__ADS_1
Hesti pergi meninggalkan Tania sendirian dam kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Haha sebentar lagi Tania sebentar lagi kau akan keguguran" ucap Hesti dengan tersenyum licik.
Tania menatap dalam dalam pada gelas itu. Dia merasa sedikit ragu dengan kebaikan Hesti yang secara tiba tiba itu
Wanita hamil itu mencium aroma dari jus jeruk yang di buat oleh Hesti.
"Jika jus jeruk murni maka baunya tidak seperti ini aku yakin sekali ada obat yang tercampur di dalamnya" ucap Tania
Wanita itu pergi menuju dapur dan membuang minuman yang dibuatkan oleh Hesti di wastafel kemudian membuat jus jeruk sendiri yang pastinya tidak ada campuran obat apapun
Tania membawa minuman itu ke ruang tamu dan meminumnya disana. Hesti yang baru saja keluar dari kamarnya memperhatikan Tania dengan intens sampai Tania benar benar meminum jus yang ia kira buatannya itu
"Ayo Tania minum" ucap Hesti
Tania meminum jus miliknya itu hingga habis kemudian masuk ke dalam kamarnya sambil membawa satu majalah untuk ia baca. Ponsel pun sudah di hancurkan oleh papa mertuanya dan sampai sekarang Reno tidak menggantinya
"Yeasss akhirnya aku tunggu bayi kamu mati Tania" ucap Hesti dengan tersenyum puas
.
__ADS_1
.
Hingga malam hari Tania sama sekali tidak keluar dari kamarnya membuat Hesti semakin bersorak senang mengira jika terjadi sesuatu pada Tania.