
"Tapi apa ada perusahaan yang akan menerima kalian" ucap Tania santai sambil memutar pulpen yang ada di tangannya dengan tersenyum sangat manis
Langkah Reno dan Hendra terhenti seketika. Reno membalikkan badannya menatap mantan istrinya itu
Bahkan sampai saat ini dia tidak ada panggilan kerja untuk dirinya padahal dirinya sudah memasukkan lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan
"Yakin?" tanya Tania lagi
Reno terdiam sejenak dan berpikir. Jika saja dia menolak pekerjaan ini maka dia harus membutuhkan waktu lagi untuk mendapatkan pekerjaan sedangkan waktunya tidak lama untuk melunasi segala hutang hutangnya
"Baiklah"
Kau kalah dan aku yang menang batin Tania
Tania memberikan pulpen yang ada di tangannya pada Reno. Pria itu mengambil pulpen itu dan membubuhkan tanda tangannya di atas surat kontrak kerja
"Bagus!! Selamat bekerja tuan Reno" ucap Tania dengan tersenyum
"Bagaimana dengan anda Pak Hendra" tanya Tania
Pria yang memiliki ego tinggi itu lebih memilih menolak pekerjaan yang diberikan Tania dan berlalu pergi begitu saja
Aku tidak akan menghentikan balas dendam ini sebelum kalian meminta maaf kepadaku batin Tania
"Lusi" teriak Tania
Wanita cantik sang asisten Tania masuk saat namanya di panggil dari dalam. Lusi menundukkan tubuhnya saat menemui Tania
"Bawa dia ke tempat dia bekerja" ucap Tania
__ADS_1
"Silahkan ikut saya" Lusi keluar dari ruangan Tania dengan Reno berjalan mengekor di belakangnya
Lusi dan Reno kembali ke lantai dasar. Keduanya keluar dari dalam lift saat kotak besi itu terbuka lebar. Lusi melangkahkan kakinya menuju ke area yang ia tuju
"Ini peralatan kerja anda dan ini adalah seragam anda" ucap Lusi
"Sebagai OB?" tanya Reno tak percaya
"Iya bukankah anda sudah menyetujui apapun pekerjaan yang akan di berikan oleh nona Tania?" ucap Lusi
Reno terdiam dirinya tak menyangka jika jabatan tinggi yang dulu ia miliki sekarang berubah drastis menjadi seorang OB
"Terima atau tidak anda sudah terikat kontrak" ucap Lusi dan pergi meninggalkan Reno
"Hei!! Anak baru ya" ucap seorang pria
"Iya"
"Semoga betah ya kenalin gue Budi" ucap Budi
"Reno" ucap Reno memperkenalkan dirinya
"Yaudah gue duluan ya kerjaan gue masih banyak" ucap Budi dan meninggalkan Reno
Reno mengambil seragam yang telah di berikan Lusi pada dirinya dan menggantinya di ruang ganti
"Reno!! Kamu Reno kan" ucap seorang pria tua dengan tubuh gemuk
"Iya"
__ADS_1
"Saya Santoso atasan kamu sekarang kamu ambil peralatan disana dan bersihin lantai dua" ucap Pak Santoso memerintah
Reno mengangguk dan mengambil peralatan kerjanya. Reno menaiki lift untuk sampai di lantai dua
Ting
Pintu lift terbuka dan Reno keluar dari lift tersebut. Pria itu memulai pekerjaannya yang membersihkan seluruh ruangan yang ada di lantai dua itu di setiap sudut tanpa terkecuali
.
"Loh papa kenapa pulang? Mana Reno" tanya Adelia yang terkejut melihat kedatangan suaminya seorang diri
"Dia bekerja disana" ucap Hendra
"Lalu papa?" tanya Adelia lagi
"Papa menolaknya, papa gak sudi bekerja di perusahaan wanita sialan itu" ucap Hendra kesal
Hendra masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar dengan keras
Brak
Adelia terlonjak kaget mendengar dentuman pintu yang di tutup dengan sangat kasar
"Astaga bagaimana bisa aku melunasi semua hutang hutang itu dalam waktu satu minggu" ucap Adelia frustasi
Adelia mengambil ponselnya dan mencari lowongan pekerjaan yang bisa menerima dirinya. Dia tidak bisa mengandalkan hanya dengan gaji Reno saja
Ia tak yakin gaji Reno sebesar gajinya dulu saat memimpin perusahaan. Apalagi jabatan itu sekarang di ambil alih oleh Tania yang merupakan pemilik perusahaan lamanya
__ADS_1