
"Astaga kalau kaya gini kita mau makan apa Reno" bentak Hendra
"Semua uang kamu abis buat bayar utang apalagi sekarang ada Hesti dia cuma beban buat kamu" teriak Hendra frustasi
Bahkan hutang mereka masih kurang lima juta lagi. Lima belas juta sudah terbayarkan karena dia berhutang pada perusahaan
"Pa jangan ngomong kaya gitu" ucap Reno
"Terus kamu pikir kita mau makan apa hutang kita aja belum lunas" ucap Hendra
"Pasti ada jalan kok pa" ucap Hesti mendekat
"Pasti ada jalan apanya!! Sadar gak sih dengan kehadiran kamu disini itu hanya menjadi beban"
Deg
Hati Hesti mencelos sakit. Tapi apa yang di katakan papa mertuanya itu benar. Hesti masuk ke dalam kamarnya dengan mengusap air mata yang menetes di pipinya
"Arkhhh" Hendra membanting gelas yang berjajar di atas meja makan menimbulkan suara dentingan dan pecahan berhambur menjadi satu
Prang
Pyar
__ADS_1
"Astaga papa" pekik Reno dan berjalan menghindari pecahan pecahan kaca itu
Hendra masuk ke dalam kamar dan mengunci diri di dalam kamar. Adelia menatap suaminya dengan tatapan nanar. Matanya berembun ingin menangis menatap kekacauan yang terjadi pada keluarganya
Enam bulan kemudian
"Gak!! Gak!! Saya gak miskin!! Saya kaya" teriak Hendra sambil memberontak saat petugas rumah sakit jiwa membawa dirinya
Dalam beberapa bulan terakhir, Hendra terganggu dengan kesehatan jiwanya karena frustasi memikirkan keadaan ekonomi mereka yang jauh berbanding dengan mereka yang dulu. Yang selalu di kelilingi oleh banyak harta
"Reno!! Kamu tega!!" teriak Hendra
"Kalian tega!!"
Ingin rasanya Reno bunuh diri dia merasa seolah tak sanggup lagi. Tidak!! Bagaimana bisa dia meninggalkan mama dan istrinya dalam keadaan seperti itu
Kuat atau tidak dia harus tetap bertahan. Reno mendorong kursi roda mamanya masuk ke dalam rumah.
Hesti menyentuh tangan mama mertuanya untuk memberi semangat pada wanita paruh baya itu
"Mama yang semangat ya aku yakin papa pasti akan sembuh dan kembali seperti dulu" ucap Hesti
Adelia mengangguk dan masuk ke dalam kamarnya. Wanita itu menyalakan televisi untuk menghilangkan pikirannya yang terbebani oleh kondisi suaminya
__ADS_1
Brak...brak...brak...
Adelia menggebrak pintu kamarnya berulang kali membuat perhatian Reno teralih saat menyuapi Hesti makan
"Ada apa ma" tanya Reno
Adelia menunjuk televisi dan sebuah berita kecelakaan mobil rsj yang tertabrak kereta api dan tidak ada satupun orang yang selamat
Reno terpaku menatap layar televisi dengan perasaan tak menentu. Nama rumah sakit jiwa adalah nama rumah sakit yang sama yang membawa papanya
"Mama tenang dulu ok. Reno akan cari tau soal itu" ucap Reno
Reno mengambil ponselnya dan mencari tau soal kebenaran itu dan ternyata benar papanya menjadi salah satu korban kecalakaan yang naas itu
Adelia menatap Reno dengan tatapan penuh tanda tanya. Reno menunduk dan mengusap lembut wajah mamanya
"Mama yang sabar ya papa sekarang sudah gak ada di dunia ini" ucap Reno
Adelia menangis histeris seketika di pelukan Reno. Hesti yang mendengar suara tangisan dari kamar mamanya langsung menuju kamar mama mertuanya
"Ada apa" tanya Hesti
"Papa meninggal karena kecelakaan" ucap Reno
__ADS_1
Hesti pun terkejut dengan berita yang baru saja ia dengar. Dia tak menyangka baru beberapa jam yang lalu papanya di bawa oleh pihak rumah sakit dan sekarang sudah meninggal