Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 66


__ADS_3

"Aku turut berduka cita" ucap Tania dengan pakaian hitam yang melekat di tubuhnya. Kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya melindungi matanya dari cahaya matahari yang terik


Adelia menatap sendu pada makam suaminya. Bagaimana bisa Hendra pergi secepat itu? Bahkan dalam mimpi buruk Adelia tidak pernah membayangkan berpisah dengan Hendra dengan cara seburuk ini.


Sedari kemarin tangisan Adelia tiada henti membuat mata wanita itu membengkak. Dan di sisi Adelia selalu ada Hesti yang berusaha menenangkan mama mertuanya dengan memberi kata motivasi


"Tante Adelia" panggil Tania. Adelia menoleh. Ternyata panggilan Tania mendapatkan respon dari wanita itu.


"Tante yang semangat. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Itulah yang harus tante tau. Dan sekarang tante harus tetap melanjutkan hidup dengan semangat, mulai semuanya dengan hal baik lupakan masa lalu" ucap Tania dengan tersenyum lembut


Oh astaga bahkan Adelia menyesali tidak dapat melihat ketulusan Tania selama menjadi menantunya. Dia hanya memikirkan jika Tania bukanlah wanita yang sepadan dengan keluarganya. Dan lihatlah sekarang, bahkan apa yang dia banggakan semuanya telah hilang dari dirinya


Adelia mengangguk menanggapi ucapan Tania. Tania berpamitan pergi dan meninggalkan area pemakaman. Karena hari ini da harus bersiap siap untuk pergi ke luar negeri besok

__ADS_1


Tania akan membuat perusahaannya menjadi semakin maju dengan membangun di berbagai negara lain. Bersama dengan Kenzie, putra kecilnya Tania memulai hidup barunya


"Aku pergi dulu dan ya Reno untuk hutangmu pada perusahaan aku sudah melunasi semuanya. Jangan terbebani lagi, mulailah hidupmu dengan Hesti. Jangan melakukan kesalahan yang sama" ucap Tania dan Reno mengangguk


"Aku benar benar terima kasih padamu" ucap Reno


Tania berjalan dengan anggun meninggalkan area pemakaman. Sang sopir sudah menunggu Tania sedari tadi. Pria paruh baya itu membukakan pintu mobil untuk sang nyonyanya.


Hitungan detik mobil tersebut perlahan melaju meninggalkan pemakaman tersebut dan menuju kediaman Effendi


.


.

__ADS_1


Wanita mandiri itu berjalan anggun dengan di dampingi oleh banyak pengawal di sekitarnya, hal itu membuat banyak pasang mata memusatkan perhatian pada Tania


Tujuan setelah sampai di bandara ini adalah menuju rumah mewah yang baru saja ia beli untuk ia tinggali. Mungkin dirinya akan cukup lama di kota tersebut


Satu jam perjalanan yang ia tempuh, akhirnya mobil yang membawa Tania dan Kenzie itu memasuki halaman luas di sebuah rumah yang hampir berbentuk seperti kerajaan.


Para pelayan yang bekerja disana sudah berdiri berjajar menyambut kedatangan sang tuan rumah. Tania keluar dari dalam mobil masih dengan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya setelah pintu mobil di buka oleh supir


"Selamat datang nyonya Tania" ucap mereka serentak menggunakan bahasa inggris


"Terima kasih" Tania tersenyum simpul dan masuk ke dalam rumahnya langsung. Langkah kaki wanita itu menaiki satu persatu yang melingkar dengan indahnya dan di lapisi oleh karpet merah di bawahnya.


Tania menuju kamarnya yang ada di lantai dua. Lusi akan ikut bersama dengan dirinya di negeri ini dan akan menyusul besok karena harus ada beberapa hal yang harus ia urus sebelum ke negara Inggris

__ADS_1


Lusi juga akan datang bersama seorang baby sitter yang akan mengasuh anaknya. Yang pastinya dapat di percaya dan sudah profesional. Selain itu juga Melani dalam beberapa hari mendatang akan menyusul untuk membantu mengurus cucunya itu meski resikonya adalah harus berpisah dengan suaminya. Namun Wijaya menyetujui keputusan Melani itu


__ADS_2