
Matahari memancarkan sinarnya dengan indah menayapa pagi yang indah. Setiap manusia bangun dari mimpi yang begitu indah untuk melakukan segala aktifitas mereka masing masing.
Tania meletakkan sendok dan garpunya. Wanita itu telah menyelesaikan sarapannya pagi ini. Tania mendekati putranya yang ada di stroller bayi. Tania mencium lembut pipi mungil anaknya itu
"Ma aku berangkat ke kantor dulu" ucap Tania dan Melani mengangguk
"Hati hati" ucap Melani
Enam bulan sudah dirinya menempati kota London itu. Bersama dengan Lusi dan juga Melani.
Tania berjalan dengan anggun keluar dari rumah megahnya itu. Sang supir yang siap mengantar kemanapun Tania pergi pun sudah siap di samping mobil
"Selamat pagi nyonya" sapa sang supir
"Pagi juga" Tania masuk ke dalam mobilnya. Sang supir beralih pada kursi kemudi dan melajukan mobil tersebut menuju perusahaan milik Tania
...Cordelaux Corp...
Beberapa karyawan menundukkan badannya saat berpapasan dengan Tania yang melangkah masuk ke gedung pencakar langit itu
Tania masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju ruangannya yang ada di lantai paling atas. Sesampainya di lantai yang dia tuju, Tania langsung masuk ke dalam ruangannya
"Pagi nona Tania" sapa Lusi
Lusi berjalan mengekor di belakang Tania. Tania meletakkan tas yang sedari tadi ia bawa di atas meja. Lusi membacakan seluruh jadwalnya hari ini
"Oh ya hari ini nona Tania juga ada janji temu dengan tuan Rey" ucap Lusi dan Tania mengangguk
Selesai melakukan tugasnya, Lusi keluar dan kembali ke ruangannya sendiri. Tania membuka laptop yang ada di hadapannya membaca beberapa laporan yang masuk
Tok...tok...tok...
__ADS_1
Sang sekretaris Tania mengetuk pintu ruangan atasannya itu.
"Masuk" ucap Tania setengah berteriak
Sekretaris Tania masuk dengan seorang pria di belakangnya. Wanita yang menjabat sebagai bawahan Tania itu menunduk saat berhadapan dengan dirinya
"Ada tuan Rey" ucap sang sekretaris
"Baiklah persilahkan dia masuk dan kau bisa kembali bekerja" ucap Tania
Seorang pria tampan dengan tubuh tegap tinggi masuk. Baru saja masuk namun aroma khas dari pria itu sudah menyeruak memenuhi ruangan Tania. Sangat wangi dan khas.
Pria balsteran antara Asia dan Eropa dengan mata biru yang indah serta tubuh atletis yang di milikinya kerap kali menjadikan Rey di kejar kejar oleh para wanita yang mengidolakannya.
Bahkan para model pun tak mau kalah. Mereka sering kali menggoda Rey di sebuah acara yang pria itu hadiri agar bisa mendapatkan hati atau setidaknya tubuhnya lah. Pikiran yang sangat konyol menurut Tania
"Pagi" sapa Rey
"Pagi juga silahkan duduk" ucap Tania ramah
Rey duduk di sofa yang ada di ruang kerja Tania yang berukuran cukup luas. Tania duduk di samping Rey. Dirinya merasa bingung bukankah mereka ada janji dua jam lagi? Namun kenapa pria itu datang lebih cepat
"Kenapa kau datang lebih cepat?" tanya Tania
"Apa aku mengganggumu?" Pertanyaan Tania saja belum ia jawab namun dia sudah mengajukan pertanyaan lain
"Tidak sama sekali gak" ucap Tania
"Baguslah aku kesini membawakanmu susu dan roti untuk kau sarapan" Uh begitu manis. Pagi pagi datang hanya untuk mengantar sarapan
"Terima kasih tapi tadi aku sudah sarapan di rumah aku akan memakannya nanti sedikit siang" ucap Tania
__ADS_1
"Baiklah"
"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Rey
Tania menoleh menatap Rey. Dahi Tania mengernyit. Pertanyaan apa yang akan di ajukan pria itu padanya.
"Silahkan"
"Apa kau single" tanya Rey
Tania terdiam sejenak. Untuk apa Rey menanyakan apakah dia single atau tidak. Memang tidak dapat Tania pungkiri jika kedekatan mereka sejak pertama kali dia menginjakkan kakinya di kota London ini sedikit menimbulkan rasa cinta di hati Tania. Namun dia cukup sadar diri. Dirinya sudah mempunyai satu anak sedangkan Rey dia masih perjaka
"Lebih tepatnya single mom" ucap Tania
Rey berwajah datar hingga sulit sekali menebak apa ekspresi pria itu. Apakah marah atau kecewa atau mungkin saja dia senang. Tania sendiri tak tau
Rey turun dari sofa dan duduk berlutut di hadapan Tania. Mata Rey yang indah menatap dengan intens manik Tania. Senyum terukir di bibir pria itu
"Apa kau mau menikah denganku? Aku sudah lama memendam perasaan denganmu" ucap Rey
"Tapi apa kau akan menerima anakku" tanya Tania
"Aku menerimanya. Aku tidak peduli apa statusmu asalkan kau masih sendiri dan tidak bersuami" ucap Rey
Tania bernafas lega mendengarnya. Rey pria yang baik, pengertian dan penuh cinta. Sorot matanya selalu memancarkan keteduhan yang membuat siapa saja nyaman berada di dekatnya
"Apa kau mau?" Tania mengangguk. Rey tersenyum bahagia mendapat jawaban yang begitu ia harapkan. Pria itu menyematkan cincin di jari Tania kemudian mengecupnya singkat
"Kita akan menikah secepatnya" ucap Rey
Tamat
__ADS_1