Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 64


__ADS_3

Tania dan Reno keluar beriringan dari ruang sidang. Sidang akan di lanjutkan dua minggu lagi


Dua wanita yang duduk di kursi roda menatap Tania dengan sendu. Mereka sama sekali tidak menyangka keadaan berbalik. Dan kini Tania sudah menjadi wanita hebat, wanita berkarir.


"Aku pergi dulu" Tania berjalan meninggalkan mereka dan masuk ke dalam mobilnya yang terparkir rapi


Tujuan Tania saat ini adalah kediaman Efendi. Dalam waktu dua puluh menit dia sampai di rumah mewah milik keluarga Efendi


Tania masuk ke dalam kamarnya yang sangat luas. Matanya terpaku pada sosok malaikat kecil yang saat ini menjadi prioritas Tania


"Tania udah pulang" ucap Melani yang menjaga cucunya itu


"Aku sudah putuskan acara pemberian nama akan di lakukan setelah sidang keputusan" ucap Tania


"Apa kau tidak akan memberi tau Reno?" tanya Melani


"Entahlah" ucap Tania


Tania menggendong putra kecilnya. Wanita itu meletakkan tas nya di ranjang dan mencium lembut putranya


"Kau sudah siapkan nama?" tanya Melani

__ADS_1


"Sudah ma"


"Baguslah mama keluar dulu sebentar lagi papa kamu akan pulang" ucap Melani dan keluar dari kamar anaknya


.


Dua minggu kemudian


Tok..tok..tok..


Palu di ketukkan sebanyak tiga kali menandakan kini Tania dan Reno resmi berpisah


Tania menatap mantan suaminya itu dan terlihat jelas sorot mata penyesalan di mata Reno


"Aku benar benar minta maaf sama kamu selama kamu menikah dengan aku, kau harus menderita karena diriku terutama keluargaku" ucap Reno


"Tidak masalah aku sudah melupakan itu dan aku akan mengakhiri dendam ini" ucap Tania


"Boleh aku memelukmu?" tanya Reno ragu. Tania terdiam tanpa menjawab apapun


"Untuk terakhir kalinya..." lanjut Reno dan akhirnya Tania mengangguk

__ADS_1


Reno memeluk tubuh Tania dengan begitu erat dan cukup lama. Dia masih mencintai wanita itu. Dia tidak memungkiri kebersamaannya dengan Tania selama ini membuatnya cinta pada wanita itu


Reno melepaskan pelukannya pada tubuh Tania. Seorang wanita yang duduk di kursi roda menatap kebersamaan Tania dan Reno sedari tadi


Tania menatap ke sekitar dan matanya berhenti pada sosok Hesti. Jangan sampai Hesti salah paham terhadap dirinya


Hesti menjalankan kursi rodanya mendekati dua manusia itu. Pandangan Reno dan Tania menatap pada Hesti yang mendekat ke arah mereka


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan" ucap Tania


"Tidak masalah, karena pada awalnya aku lah yang merebut Reno dari kamu" ucap Hesti dengan tersenyum


"Bahkan aku menyesal melihat perceraian kalian aku masih berharap kau tetap menjadi istri Reno, aku akan mengalah" ucap Hesti


"Tidak. Ini sudah menjadi keputusanku" ucap Tania


"Aku pergi dulu" Tania melangkah keluar meninggalkan ruang sidang itu


Tania masuk ke dalam mobilnya. Perlahan sang supir menjalankan mobil tersebut keluar dari pengadilan menuju kota lain


Sebuah acara besar di laksanakan di gedung besar dan di hadiri oleh banyak tamu. Satu jam kemudian Tania sampai di tempat acara

__ADS_1


Kehadiran Tania tentu saja menjadi pusat perhatian dari para tamu. Tak berapa lama, acara pun di mulai.


"Kenzie Rasendra Putra Effendi" ucap Tania menyebutkan nama putranya yang sudah ia siapkan jauh jauh hari sebelumnya


__ADS_2