
Tania dan Reno keluar beriringan dari ruang sidang. Sidang akan di lanjutkan dua minggu lagi
Dua wanita yang duduk di kursi roda menatap Tania dengan sendu. Mereka sama sekali tidak menyangka keadaan berbalik. Dan kini Tania sudah menjadi wanita hebat, wanita berkarir.
"Aku pergi dulu" Tania berjalan meninggalkan mereka dan masuk ke dalam mobilnya yang terparkir rapi
Tujuan Tania saat ini adalah kediaman Efendi. Dalam waktu dua puluh menit dia sampai di rumah mewah milik keluarga Efendi
Tania masuk ke dalam kamarnya yang sangat luas. Matanya terpaku pada sosok malaikat kecil yang saat ini menjadi prioritas Tania
"Tania udah pulang" ucap Melani yang menjaga cucunya itu
"Aku sudah putuskan acara pemberian nama akan di lakukan setelah sidang keputusan" ucap Tania
"Apa kau tidak akan memberi tau Reno?" tanya Melani
"Entahlah" ucap Tania
Tania menggendong putra kecilnya. Wanita itu meletakkan tas nya di ranjang dan mencium lembut putranya
"Kau sudah siapkan nama?" tanya Melani
__ADS_1
"Sudah ma"
"Baguslah mama keluar dulu sebentar lagi papa kamu akan pulang" ucap Melani dan keluar dari kamar anaknya
.
Dua minggu kemudian
Tok..tok..tok..
Palu di ketukkan sebanyak tiga kali menandakan kini Tania dan Reno resmi berpisah
Tania menatap mantan suaminya itu dan terlihat jelas sorot mata penyesalan di mata Reno
"Aku benar benar minta maaf sama kamu selama kamu menikah dengan aku, kau harus menderita karena diriku terutama keluargaku" ucap Reno
"Tidak masalah aku sudah melupakan itu dan aku akan mengakhiri dendam ini" ucap Tania
"Boleh aku memelukmu?" tanya Reno ragu. Tania terdiam tanpa menjawab apapun
"Untuk terakhir kalinya..." lanjut Reno dan akhirnya Tania mengangguk
__ADS_1
Reno memeluk tubuh Tania dengan begitu erat dan cukup lama. Dia masih mencintai wanita itu. Dia tidak memungkiri kebersamaannya dengan Tania selama ini membuatnya cinta pada wanita itu
Reno melepaskan pelukannya pada tubuh Tania. Seorang wanita yang duduk di kursi roda menatap kebersamaan Tania dan Reno sedari tadi
Tania menatap ke sekitar dan matanya berhenti pada sosok Hesti. Jangan sampai Hesti salah paham terhadap dirinya
Hesti menjalankan kursi rodanya mendekati dua manusia itu. Pandangan Reno dan Tania menatap pada Hesti yang mendekat ke arah mereka
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan" ucap Tania
"Tidak masalah, karena pada awalnya aku lah yang merebut Reno dari kamu" ucap Hesti dengan tersenyum
"Bahkan aku menyesal melihat perceraian kalian aku masih berharap kau tetap menjadi istri Reno, aku akan mengalah" ucap Hesti
"Tidak. Ini sudah menjadi keputusanku" ucap Tania
"Aku pergi dulu" Tania melangkah keluar meninggalkan ruang sidang itu
Tania masuk ke dalam mobilnya. Perlahan sang supir menjalankan mobil tersebut keluar dari pengadilan menuju kota lain
Sebuah acara besar di laksanakan di gedung besar dan di hadiri oleh banyak tamu. Satu jam kemudian Tania sampai di tempat acara
__ADS_1
Kehadiran Tania tentu saja menjadi pusat perhatian dari para tamu. Tak berapa lama, acara pun di mulai.
"Kenzie Rasendra Putra Effendi" ucap Tania menyebutkan nama putranya yang sudah ia siapkan jauh jauh hari sebelumnya