Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 62


__ADS_3

"Ini dia aku yakin di restaurant ini aku akan di terima kerja meski gajinya pasti sedikit karena hanya buruh cuci piring" ucap Adelia dengan wajah cemberut


Jika tidak terpaksa seperti ini dia tidak akan pernah mau menjadi buruh cuci piring di sebuah restaurant


"Tapi tak apalah" Adelia berdiri dan keluar dari rumah kontrakannya yang kecil itu. Dengan langkah pelan Adelia melangkah menuju jalan raya


"Aku naik apa kesana" ucap Adelia bingung


"Angkutan umum? Astaga itu pengap pasti" gumam Adelia dengan menggelengkan kepalanya kuat


Adelia membuka dompetnya dan hanya tersisa uang dua puluh ribu membuatnya mau tak mau harus naik angkutan umum. Jika dirinya naik taksi, dengan apa dia membayarnya


Wanita setengah baya itu menghentikan salah satu angkutan yang melintas dan masuk ke kendaraan yang di penuhi dengan penumpang itu


Astaga panas banget batin Adelia yang merasa tak nyaman karena harus duduk berdesakan dengan yang lain


Dalam waktu beberapa menit Adelia sampai di restaurant yang dia maksud. Setelah membayar biaya angkutan yang tidak terlalu mahal


Adelia masuk ke restaurant itu, bukan untuk makan namun untuk melamar pekerjaan.


"Apa bener disini dibutuhkan buruh cuci piring?" tanya Adelia sedikit ragu


"Iya apa anda ingin mengisi bagian itu?"

__ADS_1


"Mmm i..iy..iya apa masih bisa" tanya Adelia


"Bisa dan bisa langsung bekerja hari ini juga" ucap karyawan disana yang merupakan orang kepercayaan sang pemilik restaurant


"Baiklah" Adelia di bawa menuju ruang belakang dan ternyata piring kotor sudah menggunung di tempat cuci piring


"Kerjakan dengan cepat" perintah atasan Adelia


Adelia mulai mencuci piring piring itu dengan sangat hati hati dan pelan karena dirinya tidak terbiasa dengan pekerjaan seperti itu


"Cepetan dong masih banyak nih yang harus di cuci" ucap seorang karyawan yang membawa tumpukan piring kotor


Adelia mempercepat pekerjaannya namun karena tidak terbiasa dia menjatuhkan salah satu piring yang ada di tangannya karena licin akibat sabun di tangannya


Pyarrr


Adelia tertunduk karena mendengar bentakan dari atasannya itu. Ingatan wanita itu kembali saat dirinya membentak Tania melakukan ini itu


Apakah aku mendapatkan karma yang sudah aku lakukan pada Tania batin Adelia


Kini wanita itu sadar jika perlakuannya dulu pada Tania benar benar kelewatan.


Deg

__ADS_1


Adelia memegangi dadanya karena merasa nyeri. Lututnya melemas dan perlahan tubuhnya ambruk ke lantai


"Astaga!! Nyusahin drama apa lagi ini"


"Bawa dia ke rumah sakit saya gamau terjadi sesuatu dengan dia dan dia menuntut restaurant ini"


Beberapa orang mengangkat tubuh Adelia dan membawanya ke rumah sakit.


.


Ponsel Reno berdering berulang kali namun tak ada jawaban karena sang pemiliknya tengah sibuk dengan pekerjannya


Di tempat lain Hendra di kejutkan dengan berita jika istrinya tengah masuk rumah sakit. Perasaan tadi Adelia masih duduk di ruang tamu lalu bagaimana bisa dia tiba tiba sudah berada di rumah sakit


Hendra keluar dari rumahnya dan menguncinya kemudian pergi menuju rumah sakit dimana istrinya di rawat sekarang


Dua puluh menit perjalanan Hendra sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang UGD


"Apa di dalam adalah pasien yang tadi jatuh pingsan di restaurant" tanya Hendra pada dokter yang keluar dari ruang itu


"Iya apa anda suaminya"


"Iya bagaimana keadaannya" tanya Hendra

__ADS_1


"Bu Adelia mengalami stroek dan mulai sekarang Bu Adelia harus selalu berada di kursi roda untuk bergerak kemana mana" ucap dokter itu


Hendra terduduk di kursi ruang tunggu seketika. Kakinya lemas mendengar jika sekarang Adelia tidak bisa seperti dulu lagi


__ADS_2