Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 48


__ADS_3

Tania menutup pintu mobil Pak Danu dan berterima kasih pada tetangganya yang baik itu


"Terima kasih Pak Danu saya bener bener berhutang budi pada bapak" ucap Tania


"Sama sama jaga anakmu baik baik saya doakan jika kau punya masalah segera selesai" ucap Pak Danu


"Aamiin" Pak Danu mengendarai mobilnya menuju rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah Tania


Tania melangkah masuk ke dalam rumah orang tuanya itu. Hampir dua tahun dia tak menginjakkan kakinya disana selama dirinya menikah dengan Reno


Tok..tok..tok..


Melani membukakan pintu rumahnya saat dia mendengar ketukan pintu


"Tania" ucap Melani dan langsung memeluk putrinya tanpa menyadari ada cucunya di gendongan Tania


"Oekk..oekk..." Tangis bayi Tania membuat Melani melepaskan pelukannya pada anaknya itu


"Astaga bayi siapa ini" ucap Melani membuat Tania tersenyum


"Anak aku lah ma" ucap Tania


"Oh ya? Kapan kau hamil? Dan kenapa tidak mengabarai mama" ucap Melani


"Aku gak di persilahkan masuk dulu nih" ucap Tania


"Eh masuk masuk" Melani memberi jalan pada Tania agar putrinya itu bisa masuk. Kemudian wanita itu menutup pintu rumahnya dengan rapat

__ADS_1


"Ada apa oh ya mana Reno" tanya Melani


"Siapa ma" tanya Pak Wijaya dari arah dalam yang belum tau jika putrinya pulang


"Tania pa" teriak Melani menjawab


Wijaya langsung bergegas keluar dan menemui putrinya itu


"Tania"


"Ini cucu papa?" tanya Wijaya dan Tania mengangguk


"Ganteng banget mirip kaya papa" ucap Wijaya


"Ih emang papa ganteng apa" ucap Melani


"Oh ya Tania kenapa Reno gak ikut dan juga kenapa kamu hamil tidak mengabari kita" tanya Melani lagi


Tania terdiam sejenak kemudian menatap bayinya dalam dalam


"Aku tidak bahagia dengan pernikahan itu" ucap Tania


"Maksudnya" tanya Wijaya


Tania menceritakan semua yang dia alami di dalam rumah suaminya itu tanpa ada satupun yang tertinggal


"Astaga aku gak nyangka jika Reno dan keluarganya sejahat itu" ucap Wijaya dengan mata merah menahan marah karena mendengar putrinya yang di perlakukan tidak baik

__ADS_1


"Kita gak akan pernah maafin Reno dia harus menanggung akibat dari perbuatannya" ucap Melani yang ikutan kesal mendengar putrinya menderita selama menikah dengan Reno apalagi pria itu juga menghianati Tania dengan menikah lagi


"Aku bawa anakku masuk dulu ya ma" ucap Tania dan Melani mengangguk


Tania masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan bayi tampannya itu di ranjang agar tidur dengan nyenyak. Setelah memastikan anaknya lelap Tania kembali ke ruang tamu


Tok..tok..tok..


"Siapa?" tanya Tania


"Gatau"


"Biar Tania yang buka" ucap Tania


Tania berjalan mendekati pintu dan membuka pintu rumahnya itu. Wanita itu mengernyitkan dahinya saat melihat siapa yang datang itu


"Bagaimana bisa kau tau alamat kita" ucap Tania dengan nada tinggi


"Aku mengikutimu aku melihat kau di rumah sakit dan aku mnegikuti kamu sampai disini" ucap pria yang berdiri di hadapan Tania itu


"Siapa Tania" tanya Melani


Melani dan Wijaya menyusul Tania dan mereka bereaksi yang sama dengan Tania


"Untuk apa kau kesini apa kau belum puas hah" bentak Melani


"Tidak bukan itu kedatanganku kemari untuk..."

__ADS_1


"Udahlah lebih baik kau pergi dari sini sekarang" usir Wijaya


__ADS_2