
Reno masuk ke dalam kamarnya dan melihat Tania ternyata wanita itu masih tertidur lelap
Pria itu tidur di samping Tania tanpa sadar sepasang mata tengah meneteskan air matanya
Kalau kamu menikahiku hanya karena rasa tanggung jawab saja kenapa perlakuanmu begitu manis seolah olah kau mencurahkan rasa cinta kamu batin Tania
Setelah Reno keluar dari kamar, tak berselang lama Tania terbangun karena haus
"Yahh abis" ucap Tania saat melihat gelas yang ada di sampingnya tak terisi air
"Dimana mas Reno" gumam Tania yang tak menemukan suaminya
Tania beranjak dan perlahan menuruni anak tangga satu persatu untuk mencari Reno. Hingga sudut matanya menemukan Reno yang tengah berbincang dengan papa mertuanya di teras rumah
Wanita itu mendekat ke arah pintu rumah dan tanpa sengaja dirinya mendengar sepotong ucapan Reno
"Memang aku menikahi Tania hanya karena bentuk pertanggung jawabanku saja...." ucap Reno menggantung
Deg
Ternyata mas Reno berlaku manis hanya karena rasa bersalahnya aja sama papa batin Tania
Air mata lolos dari kedua matanya. Hatinya sesak mendengar kata kata yang begitu melukai hatinya
Tania berjalan mundur dan tanpa sadar kakinya menyenggol vas bunga kesayangan Adelia hingga vas itu pecah
"Astaga" ucap Tania pelan
Tania menatap ke arah luar dan ternyata Reno akan berlari masuk. Dengan cepat Tania berlari masuk ke dalam kamarnya sebelum Reno melihatnya tanpa perduli pada vas bunga mama mertuanya
__ADS_1
Wanita itu mengusap kedua matanya agar terlihat seperti biasa saja. Tania membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya saat mendengar suara derap langkah kaki Reno yang akan masuk ke dalam kamar
.
.
"Tania" panggil Reno
"Baju buat..."
"Ini" ucap Tania dengan menyerahkan satu stel baju yang telah ia siapkan dan sudah ia setrika pula
"Sudah kamu setrika?" tanya Reno dan Tania hanya mengangguk sebagai jawaban kemudian masuk ke dalam kamar mandi
Reno mengernyitkan dahinya dia merasakan betul ada yang berubah dari Tania
Ceklek
Tania keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Reno sudah memakai pakaian lengkap dan rapi
Namun lagi lagi dasi pria itu berantakan entah di sengaja atau tidak Tania tak tau. Wanita itu diam dan mendekati Reno kemudian membenarkan dasi pria itu
Setelah selesai membenarkan dasi suaminya Tania keluar dari dalam kamar terlebih dahulu dan menuju meja makan
"Tuh kan kenapa Tania diem aja" gumam Reno dan menyusul Tania
"Kalian kenapa gak bareng" tanya Adelia yang merasa heran
Karena dari kemarin mereka selalu datang bersama ke meja makan namun lain dengan kali ini
__ADS_1
"Gapapa ma" ucap Reno
Apa mereka berantem wah bisa menjadi kesempatan bagus nih batin Adelia dengan segala rencana busuknya
Tania mengambilkan makanan dan memberikannya pada Reno sama seperti yang ia lakukan selama beberapa waktu lalu
"Makasih" ucap Reno dan hanya di balas anggukan kepala oleh wanita itu
Suasana hening selama makan dan hanya suara dentingan garpu dan sendok yang saling berbenturan dengan piring
Selesai makan, Tania mengantarkan Reno sampai teras rumah
"Ada apa dengan mereka" tanya Hendra
"Entahlah sepertinya mereka berantem" ucap Adelia
"Bagus deh kalau bisa sampai pisah" ucap Hendra
Tania memberikan tas kerja Reno dan mencium punggung tangan Reno
"Kamu sakit" tanya Reno dan Tania hanya menggelengkan kepala
"Hati hati" ucap Tania datar
Reno mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya. Tak berselang lama Adelia dan Hendra keluar dari dalam rumah
"Kalau berantem bagus deh kalau bisa sampe pisah ya kali ini saya dukung" ucap Adelia dengan tersenyum miring
"Papa berangkat dulu" ucap Hendra dan masuk ke dalam mobilnya namun sebelum itu Hendra menatap Tania dengan tajam
__ADS_1