Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 17


__ADS_3

suara high heels seorang wanita yang berjalan di sebuah bandara mengundang pusat perhatian orang orang dan menatapnya.


"Hesti" sapa seorang wanita yang menyambut kedatangan seseorang yang baru saja keluar dari pintu kedatangan


"Tante Adelia" sapa balik wanita yang bernama Hesti itu


Mereka saling berpelukan dan tersenyum. "Kamu apa kabar" tanya Adelia


Rupanya Adelia bersiap sepagi itu hanya untuk menyambut kedatangan Hesti?. Sebenarnya siapa wanita itu sebenarnya? Hingga membuat Adelia antusias menyambut kedatangannya


"Aku baik dan tentu semakin baik setelah bertemu sama tante" ucap Hesti dengan tersenyum


"Bisa aja kamu gimana kalau kita makan dulu gitu di restaurant" ucap Adelia


"Boleh tuh oh iya Reno apa kabar" tanya Hesti


"Dia baik sih tapi dia sekarang dia lagi di luar negeri" ucap Adelia


"Yahhh yaudah deh kapan kapan pasti bisa ketemu kan" ucap Hesti dengan tersenyum


"Tapi dia sekarang udah nikah" ucap Adelia


"Ha? Kapan? Tapi publik...?" ucap Hesti


"Memang nanti tante ceritain kita masuk ke mobil dulu" ucap Adelia


Hesti dan Adelia masuk ke dalam mobil mewah milik Adelia yang di kendarai oleh supir pribadi wanita itu

__ADS_1


Mobil itu melaju meninggalkan bandara dan menuju salah satu restaurant yang ada di pusat kota


Dalam waktu satu jam kemudian mereka sampai di restaurant sesuai permintaan Adelia


"Jadi... menantu tante sekarang itu cuma karena..." ucap Hestia dan langsung di angguki oleh Adelia


"Hah bagus deh" ucap Hesti dengan senyum tersungging


Adelia memesan makanan untuk mereka berdua dan tak lama makanan pesanan mereka pun datang dan tersaji di atas meja dengan rapi


Seusai makan, mereka pergi menuju mall untuk berbelanja bersama. Adelia bersenang semang di luaran sana sedangkan Tania di buat tersiksa di rumah penjaranya


Pukul lima sore Adelia baru saja pulang setelah bersenang senang dengan Hesti.


"Dari mana aja kamu kenapa baru dateng" tanya Hendra yang duduk di ruang tamu


"What? Gadis itu ada di tanah air?" tanya Hendra


"Iya dia baru saja kembali" ucap Adelia


"Oh"


"Tania!!" teriak Adelia


Tania yang baru saja bisa istirahat setelah seharian penuh mengerjakan pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai langsung berlari menghampiri Adelia


Lelah? Tentu saja. Dia ingin marah namun tak bisa. Jika dia protes sama saja dia memancing amarah mertuanya itu dan bisa saja Adelia menyakiti kedua orang tuanya

__ADS_1


"Iya?" tanya Tania dengan suara serak karena tubuhnya benar benar lelah


"Buatkan saya minum saya capek" ucap Adelia


Tania mengernyit heran. Lelah apa wanita itu dia hanya bersenang senang di luaran sana sedari pagi tadi hingga menjelang malam. Sedangkan dirinya di rumah yang bekerja seharian tanpa henti bisa di bilang apa?


Tania diam dan menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk mama mertuanya yang sama seperti majikannya. Dia hidup di rumah itu bukanlah menjadi layaknya seorang menanti melainkan seorang pembantu


Dia pun bisa sedikit bernafas lega hanya saat ada Reno. Tapi sekarang Reno masih berada di luar negeri entah kapan pria itu kembali Tania berharap secepat mungkin


Setelah membuatkan Adelia minum, Tania kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Wanita itu memijat keningnya yang terasa pening. Tania membuka ponselnya memandang foto pernikahannya dengan Reno yang ia jadikan wallpaper


"Aku harap kamu cepet pulang mas" ucap Tania


Drrt...drtt...


Panggilan dari Reno masuk membuat senyum Tania mengembang seketika


"Hallo mas" ucap Tania


"...."


Tania tercekat seketika dan langsung mematikan sambungan telepon. Air matanya lolos dari kedua mata indahnya


Hatinya sesak seketika. Seharian ini dia lelah di buat oleh mertuanya dan sekarang kini dia harus sakit hati setelah mendapatkan telefon dari Reno

__ADS_1


__ADS_2