Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 16


__ADS_3

"Kamu akan berapa hari disana mas" tanya Tania


"Mungkin seminggu tapi kalau urusannya sudah selesai aku akan cepet pulang" ucap Reno


"Kenapa? Takut kangen ya" goda Reno


"Apasih gak tuh" ucap Tania dengan membuang muka


Tania menutup resleting koper yang akan di bawa oleh Reno nanti dan meletakkannya di samping almari


"Semua perlengkapan kamu udah siap" ucap Tania


"Makasih" ucap Reno dengan tersenyum lembut


Keesokan harinya


"Hati hati mas" ucap Tania dengan mencium punggung tangan Reno


"Iya kamu jaga diri baik baik di rumah" ucap Reno dengan mencium puncak kepala Tania. Hati Tania berdesir ini kedua kalinya Reno mencium kepalanya setelah hari pernikahan waktu itu


"Aku berangkat dulu" ucap Reno dengan mengusap lembut kepala istrinya


"Hati hati Ren" ucap Adelia


Adelia bersedekap dada melihat kemesraan Tania dan Reno. Saat bertengkar kemarin Adelia memanfaakan keadaan untuk memecah belah mereka namun ternyata apa mereka malah semakin romantis

__ADS_1


"Kalau ada apa apa hubungi papa" ucap Hendra


"Siap pa" Reno masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke bandara


Tania dan kedua mertuanya kembali masuk ke dalam rumah


"Huftt bagus deh sekarang gak ada Reno jadi bisa bebas nyuruh kamu apa aja" ucap Adelia dengan tersenyum miring


"Beresin dan bersihin seluruh isi rumah ini jangan minta bantuan sama pelayan habis itu siapin makan siang" ucap Adelia


Sudah bisa di tebak oleh Tania jika hal ini pasti terjadi. Alasan Adelia mencegah Reno membawa Tania apalagi jika bukan untuk menyiksa wanita itu


Tania pergi untuk mengambil peralatan dan membersihkan setiap sudut rumah itu. Adelia duduk dengan santai di sofa ruang tamu dengan di dampingi oleh suaminya, Hendra Kusuma


"Pelayan di rumah ini kayanya udah gak guna deh sekarang kan udah ada Tania lumayan juga ada manfaatnya tuh gadis kampungan" ucap Adelia


"Gak lah pelayan pelayan itu cuma buat tebeng aja kalau ada Reno" ucap Adelia


Dasar wanita licik dan tidak punya hati. Bagaimana bisa dia memperlakukan menantunya sendiri seperti seorang pelayan


"Kalau ada nyonya Tania pekerjaan kita jadi berkurang tapi saya kasian juga sama nyonya Tania ngerjain pekerjaan yang biasanya di lakukan beberapa pelayan tapi itu di kerjakan sendiri"


"Gak kebayang gimana capeknya" sahut pelayan yang lain


"Kenapa tuan Reno gak bawa nyonya Tania aja ya"

__ADS_1


"Pasti gak di bolehin sama nyonya besar"


"Repot kalau gitu mah"


.


.


Dua hari kemudian


Pagi pagi sekali Adelia telah siap dengan pakaian dan tas mahalnya. Entah wanita itu akan pergi kemana. Tapi kenapa sepagi ini


"Tania!! Jangan lupa siapin sarapannya" ucap Adelia berteriak


"Iya nyonya" Tania berlari dari arah dapur menuju meja makan untuk menyiapkan sarapan


"Ini" ucap Tania dengan nafas terengah engah. Sedari pukul empat pagi tadi wanita itu pontag panting membersihkan seluruh bagian rumah tanpa terkecuali kemudian mencuci pakaian pakaian yang kotor dan menyetrika pakaian yang akan di gunakan


Semalam Adelia memerintah dirinya untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sebelum wanita itu terbangun


"Makanan apaan ini!!"


Pyar


Adelia membanting makanan yang ada di piring hingga terjatuh

__ADS_1


"Saya gak selera makan makanan kaya gitu" ucap Adelia ketus lalu pergi


Tania hanya bisa memejamkan matanya menerima semua perlakuan mama mertuanya pada dirinya itu


__ADS_2