
Tania mengendarai mobilnya sambil menerima telepon dari Lusi yang mengabarkan jika ada meeting pagi ini
Kaki wanita cantik itu menginjak pedal rem dengan perlahan saat ada lampu merah di depannya. Tania memutus sambungan telepon dan meletakkan ponselnya ke dalam tas
Tok...tok...tok...
Seorang wanita pengemis mengetuk pintu kaca mobilnya. Meski sedikit kesulitan karena kursi roda yang ia gunakan
Tania mengambil uang lima ribu dan membuka kaca mobilnya. Tania terpaku seketika saat melihat siapa yang mengetuk pintu kacanya tadi
"Hesti" ucap Tania tak percaya jika sekarang Hesti menjadi seorang pengemis
Lampu yang semula berwarna merah kini berubah menjadi warna hijau. Beberapa mobil yang ada di belakangnya membunyikan klakson dengan tidak sabar memintanya untuk segera menjalankan mobilnya
Tania menjalankan mobilnya ke arah depan dan menepikannya kemudian wanita itu turun untuk menemui Hesti
"Tania" ucap Hesti dengan menatap wajah Tania
"Bagaimana bisa keadaanmu menjadi seperti ini" tanya Tania
"Aku sudah tidak bisa berjalan aku juga tidak bisa bekerja dan satu satunya harapanku adalah ini untuk mendapatkan uang agar aku bisa makan" ucap Hesti sendu
Tania tidak sampai berpikir keadaan Hesti menjadi sangat buruk seperti ini
"Dimana Reno? Bukankah dia masih menjadi suamimu" tanya Tania
__ADS_1
"Dia meninggalkan aku saat aku di rumah sakit" ucap Hesti
"Ikut aku" Tania mendorong kursi roda Hesti menuju mobilnya. Dengan perlahan Tania membantu Hesti masuk ke dalam mobil mewah miliknya dan meletakkan kursi roda Hesti di bagasi mobil
Dengan kecepatan sedang Tania menuju alamat rumah kontrakan Reno. Sepuluh menit perjalanan dirinya sampai di alamat rumah Reno
Tok...tok...tok...
Tania mengetuk pintu rumah itu beberapa kali namun tak ada sahutan dari dalam. Tania tak putus asa, dia kembali mengetuk pintu namun hasil yang sama ia dapatkan
"Tania" panggil Reno dari arah belakang
Tania menoleh dan menatap Reno dengan mengernyit. Kenapa Adelia berada di kursi roda?
"Ada apa dengan...." ucap Tania menggantung
Adelia menyentuh tangan Tania dengan sedikit kesusahan. Bibirnya bergerak mengucapkan kata maaf berulang kali pada Tania
Meski sedikit sulit di pahami namun Tania mengerti apa yang di sampaikan oleh mantan mama mertuanya itu
"Tania sudah maafin mama" ucap Tania
Air mata Adelia menetes, dia lega setelah mendapatkan kata maaf dari menantunya itu
"Ada apa kau kemari?" tanya Reno
__ADS_1
"Aku membawa Hesti" Tania membuka pintu mobilnya dan terlihat Hesti dengan kondisi menyedihkan
Tania mengeluarkan kursi roda yang ia simpan di bagasi dan membantu Hesti untuk duduk di kursi rodanya kembali
"Bagaimanapun juga Hesti masih istrimu" ucap Tania
Reno menyentuh tangan Hesti. Bagaimana bisa dia menelantarkan istrinya itu meski wanita itu telah menghancurkan kepercayaannya
"Reno aku minta maaf sama kamu tapi aku mohon jangan ceraikan aku" ucap Hesti dengan memegang lengan Reno
Bahkan sampai saat ini Reno tidak pernah mengucapkan kata talak untuk Hesti. Reno memgangguk dan menatap Hesti dengan tersenyum
"Aku minta maaf karena telah menelantarkan kamu sendirian di luaran sana" ucap Reno
"Aku paham, aku tau kamu pasti kecewa sama sikap aku tapi aku janji... aku janji mulai sekarang aku akan setia sama kamu aku akan menjadi istri yang baik untuk kamu" ucap Hesti
"Mmm baiklah sepertinya urusanku sudah selesai dan ya jangan lupa lusa adalah sidang perceraian kita" ucap Tania
Reno mengangguk bagaimanapun juga dia tetap akan bercerai dengan Tania. Reno menghargai permintaan mantan istrinya itu
Hendra menatap datar pada Tania. Tanpa berucap sepatah katapun sampai Tania benar benar pergi. Dia masih belum rela perusahaannya sekarang menjadi milik mantan menantunya itu
"Papa gak suka ada dia!! Buat apa dia ada disini Reno!! Dia hanya akan menjadi beban buat kamu" ucap Hendra dengan menunjuk Hesti
"Tapi dia istri aku pa" ucap Reno
__ADS_1
Hendra masuk ke dalam rumah dengan perasaan kesal. Masalah mereka belum selesai dan sekarang kini ada Hesti yang pastinya akan menjadi beban lagi untuk Reno