Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap

Dendam Menantu Yang Tak Di Anggap
Bab 18


__ADS_3

"Hallo mas" ucap Tania antusias menjawab panggilan dari Reno


"Mas Reno" ucap seorang wanita dari balik sambungan telepon dengan suara mendayu


Astaga mas Reno sama perempuan? batin Tania


Tania langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Hatinya sesak nafasnya tercekat. Air matanya tak berhenti mengalir membasahi kedua pipi putihnya


Wanita itu menekuk kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya di kedua kakinya.


Hatinya sakit raganya pun sudah lelah. Sebenarnya dia ini siapa? Mengapa dia di perlakukan seperti ini


Hati Tania sakit karena hinaan dan cacian dari mertuanya tapi jika ada Reno, Tania berusaha melupakan itu semua. Perlakuan Reno yang baik dan manis memberi secerca harapan pada Tania untuk bertahan dan berjuang


Tapi kali ini? Haruskah dia masih bertahan? Bagi Tania dunianya seolah sudah hancur tanpa tersisa sedikit pun. Dia bukan apa apa di rumah ini


Lebih baik dia pergi dari sini itulah yang dipikirkan oleh Tania saat ini. Tania beranjak dari duduknya dan menuju almari untuk mengemasi pakaiannya


Deg


Tangan Tania menggantung saat matanya terpaku pada sebuah bingkai foto yang terpajang indah di dinding kamarnya. Foto pernikahannya dengan Reno


"Secepat itukah kamu menyerah Tania" ucap Tania pada dirinya sendiri dengan menyentuh wajah Reno di bingkai itu

__ADS_1


"Apa kamu mau mempermalukan kedua orang tua kamu dengan kembali pulang setelah beberapa bulan menikah? Apa kata orang nanti tentang aku" gumam Tania memikirkan kedepannya bagaimana


"Gak aku gak boleh nyerah aku pasti bisa" ucap Tania menyemangati dirinya sendiri


.


.


Tiga hari kemudian


Setelah lima hari berada di luar negeri, Reno kembali pulang ke tanah air dan langsung menuju rumahnya.


Pria itu tersenyum keluar dari pintu kedatangan sambil nenyeret kopernya. Dia sudah merasa rindu sekali dengan Tania. Apakah dalam dirinya sudah tumbuh rasa cinta untuk Tania


"Reno!!" teriak Adelia histeris saat melihat anaknya yang tiba tiba masuk ke dalam rumah


Adelia menghambur memeluk putranya itu. "Mama apa kabar" tanya Reno


"Baik dong"


"Gimana urusannya? Apa sudah selesai?" tanya Adelia


"Syukurlah semua urusan Reno sudah selesai" ucap Reno

__ADS_1


Tania berjalan menuruni anak tangga dan menatap kedatangan Reno. Hatinya seketika langsung bahagia namun saat mengingat kejadian beberapa hari yang lalu hati Tania langsung berubah menjadi redup


Wanita itu menatap sekilas kemudian berlalu menuju dapur. Tugasnya banyak yang belum terselesaikan bisa bisa Adelia marah nanti jika dia tau


Reno yang melihat kedatangan Tania langsung tersenyum namun saat wanita itu berlalu begitu saja tanpa meyambut dirinya senyum itu perlahan surut


Ada apa dengan Tania gumam Reno


"Aku ke kamar dulu ya ma" ucap Reno dan menyeret kopernya masuk ke dalam kamarnya


Reno membersihkan tubuhnya di kamar mandi dan bermain ponselnya karena ada beberapa email dari rekan kerjanya yang harus ia balas


Pria itu bermain ponsel sambil menunggu Tania masuk ke dalam kamar. Namun dua jam Tania tak kunjung masuk ke dalam kamar pula


Hingga akhirnya Reno tertidur dengan memegang ponselnya


Setelah semua pekerjaannya selesai, Tania masuk ke dalam kamarnya dan melihat Reno tertidur


Tania mendekati suaminya itu dan melihat Reno tidur dengan memegang ponselnya. Wanita itu mengulurkan tangannya hendak mengambil ponsel Reno namun ia urungkan


"Aku gak boleh lancang" gumam Tania dan tidur di samping Reno


Tania merebahkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lelah sekali. Dia ingin istirahat sejenak melupakan semua permasalahan yang telah mengahantui dirinya

__ADS_1


__ADS_2