Dendam Si Petugas Pajak

Dendam Si Petugas Pajak
14 M...


__ADS_3

Berita tentang dirinya tidak terlalu berpengaruh karena video dan foto yang tersebar itu tidak terlihat jelas. Ditambah dengan gaya hidup Sastri yang jarang bermain sosial media membuat ia tidak cukup terkenal. Sastri semakin bertekad untuk menghukum mereka yang telah mencoba bermain api dengannya.


Sudah sebulan, ia memfokuskan diri untuk menganalisis data keuangan milik Star Agency dan hari ini keputusan telah turun untuk  menangkap Delia dalam kasus penggelapan pajak sebesar 14 miliar. Petugas pajak didampingi oleh pihak kepolisian menangkap Delia yang saat itu berada di kantornya. Delia terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan pajak secara berlanjut sebagaimana diatur dan diancam pidana.


Dari hasil analisis data yang ditemukan oleh Sastri dan tim, Star Agency menerima sejumlah uang dari PH Entertaiment untuk pembayaran honor artis dibawah naungan mereka. Para penerima honor merupakan wajib pajak aktif dan seharusnya pihak agensi langsung membayarkan pajak setiap honor karena itu termasuk dalam tugas mereka namun yang dilakukan oleh Delia adalah mengurangi jumlah honor mereka untuk mengurangi beban pajak sehingga yang dibayar oleh Delia tidak seperti seharusnya.


Kasus Star Agency membuat heboh para penikmat berita hingga menjadi perbincangan di berbagai jaringan televisi. Para artis di bawah Star Agency banyak yang keluar dan memilih mencari manajemen lain yang lebih dipercaya. Para artis ini juga kecewa dengan banyaknya kontrak mereka yang dibatalkan akibat ulah pemilik agensi.


“Bagaimana Bonar? Kenapa Delia bisa ceroboh seperti ini?”


Joseph memanggil Bang Bonar setelah penangkapan Delia. “Ini semua karena kita kehilangan orang dalam, Bos. Sebelumnya, kita selalu mendapat info jika ada audit atau masuk dalam daftar mereka tapi kali ini kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita tidak tahu pergerakan mereka jadi tidak bisa mengantisipasi.”


“Kalian terlalu terlena dengan itu hingga membuat kebodohan seperti ini. Sekarang akan susah untuk Delia bebas. Saya mau bicara dengan hakim secara pribadi, urus itu!”


“baik, Bos. Saya akan cari cara supaya Bos bisa bertemu hakim.”


“Pergilah!”


Di sebuah kelab malam, beberapa orang sedang berkumpul kecuali Delia. Mereka sedang mempertanyakan tentang penangkapan Delia yang menurut mereka sangat aneh dan janggal.


“Andrew, Adit dan Delia sudah masuk bui. Kenapa aku merasa jika kita adalah incaran seseorang ya?” tanya Kamisha.


“Itu hanya perasaanmu saja. kita memang selalu jadi target petugas pajak karena kita bersinar. Coba mereka yang gelap, siapa yang akan tertarik?” ucap Bang Bonar.


“Bagaimana, apa Delia bisa bebas, Bang?” tanya Melik.


“Sesudah membayar denda dan hukuman penjara mungkin sekitar 4 tahun.”


“Bagaimana nasib agensi tanpa dia? Sekarang saja sudah kacau. Orang tuanya seperti lepas tangan begitu.” Kamisha merasa prihatin pada temannya itu.

__ADS_1


Di saat yang sama, para artis yang dulu membuat pengakuan megejutkan kembali tampil di hadapan publik menuntut keadilan atas apa yang mereka alami selama ini.


“Kami dibayar supaya meminta maaf atas apa yang sudah kami lakukan waktu itu. Mereka berjanji untuk memperhatikan kami tapi hanya beberapa bulan kami merasa diperhatikan. Setelah itu kami tidak pernah lagi menerima tawaran dari pihak manapun. Kami seperti dikucilkan.”


Delia semakin dalam terjerat dalam kasus-kasus yang kembali muncul setelah ia dipenjara. Sementara Kamisha yang sedang berada di kelab bersama Melik dan Bang Bonar kembali mendapat panggilan dari calon bapak mertuanya.


“Hallo, Om.”


“Kemarilah!”


“Baik.”


Kamisha segera pergi menemui calon ayah mertuanya. Sebuah vila menjadi tujuan Kamisha saat itu. Setelah mengendarai mobil sekitar satu jam setengah, Kamisha akhirnya sampai di Vila.


Seorang pria tua yang masih gagah sedang berenang di kolam. Kamisha berjalan mendekati kolam renang lalu dengan gaya sensualnya ia menanggalkan pakaiannya di depan Joseph yang sedang tersenyum penuh hasrat padanya. Joseph mendekati kolam lalu menarik Kamisha dalam pelukannya. Suara teriakan dalam berbagai irama menggema di dalam kolam malam itu.


Tidak ada yang tahu apa yang terjadi antara Kamisha dan Joseph. Bahkan, orang tua Kamisha sendiri tidak pernah curiga pada kedekatan mereka terlebih saat ini status Joseph adalah calon ayah mertua Kamisha.


“Jo-seph…”


“Kenapa? Kau mau lebih kuat lagi? Hah?”


Suara teriakan Kamisha semakin kaut sepanjang malam ia terus mengeluarkan suara yang menurut Joseph sangat seksi dan menantang. Semakin kuat Kamisha berteriak semakin membuat Joseph bersemangat sebagai pembuktian bahwa ia seorang pria tidak terkalahkan.


Joseph sangat arogan dan angkuh, itu sebabnya dia tidak suka menerima kekalahan seperti saat ini. Ia harus menerima kekalahan karena Delia yang merupakan mainan keduanya telah tertangkap. Di saat yang sama, Jonathan sedang melihat seorang wanita tua bersama anaknya dari balik jendela.


Ia melihat bagaimana wanita tua itu merawat putranya dalam keadaan menyedihkan. Ingin sekali Jonathan turun ke sana lalu menghajar anak tidak tahu diri itu tapi dia tidak berdaya. Wanita itu melarangnya mendekat. Wanita yang selalu membuatnya tunduk pada Joseph.


“Apa yang kau lakukan, Ibu?”

__ADS_1


Jonathan tidak sanggup melihat ibunya menderita hingga ia keluar dari rumah neraka itu dengan pikiran kacau serta sedih.


Sastri sedang berbahagia karena pelan tapi pasti dendamnya mulai terbalaskan satu per satu. “Bojo, aku keluar sebentar. Kamu jaga rumah ya?”


Dengan gaya maskulinnya, Sastri mengemudikan mobil ke sebuah tempat di mana ia bisa berteriak sesuka hati. Hanya butuh waktu 30 puluh menit, Sastri tiba di sana disambut riuhnya suara para pengunjung.


Tempat yang Sastri kunjungi saat ini adalah sebuah arena balap liar tapi tidak liar karena tempat itu telah memiliki izin dari pemerintah daerah. Sastri menghampiri pemandu acara yang akan memberikan aba-aba untuk balapan kali ini. Sastri terkejut mendapati mobil yang tidak asing menurutnya.


Mobil itu dalam keadaan hidup dan siap untuk malaju lalu dengan keberaniannya, Sastri mengambil helm pengaman dari salah satu anggota dan ia langsung berlari dan memasuki mobil tersebut tanpa izin.


“Hai, sorry tapi gue tidak butuh izin buat duduk di sini.”


Bendera turun dan balapan dimulai.


“Ayo, jalan!”


Pria di balik helm itu pun terkejut lalu segera melajukan mobilnya dengan kencang. Pelan tapi pasti, mobil yang Sastri naiki itu berhasil melewati satu per satu mobil di depannya hingga tersisa satu mobil lagi.


“Wow, ternyata kamu pro. Aku tidak pernah salah memilih mobil.”


“Aku tidak yakin!” dan raut wajah Sastri langsung berubah begitu mengetahui jika mobil telah menjauh dari area balapan dan ia tidak tahu siapa yang sedang menyetir mobil tersebut.


“Kau mau kemana?”


"Ke neraka?"


***


 

__ADS_1


 


__ADS_2