
Melik kudung penasaran dengan Lady Jasmin yang misterius di kalangan para investor dunia. Tidak ada yang tahu seperti apa rupa dari pendiri JN Corp yang terkenal karena keberhasilannya dalam membangun perusahaan investasi dan memiliki aset yang cukup fantastis di setiap negera maju. Saham milik JN Corp tersebar luas di setiap perusahaan maju dalam berbagai bidang termasuk dalam bisnis hotel milik keluarga Melik di Dubai.
“Bagaimana caraku bertemu lagi dengannya?” gumam Melik menatap selembar kartu nama bertuliskan Lady Jasmin dengan tinta emas.
“Apa benar dia Lady Jasmin dari JN Corp? Tapi dia masih muda dan tubuhnya-?” Melik mengangtungkan ucapannya saat terbayang bagaimana kemolekan tubuh dari Lady Jasmin.
“Aku harus mendapatkannya!” Melik beranjak dari tidurnya lalu meraih ponsel yang terletak di atas meja.
“Kirimkan aku jejaknya setelah meninggalkan bar!” Melik mengirimkan rekaman CCTV dari bar kepada seseorang yang bekerja di belakang layar tanpa ada yang mengetahui.
“Soon!” balas sosok tersebut lalu ponsel dimatikan.
Ting…
“Tidak percuma aku bayar mahal!” Melik tersenyum menemukan wanita yang dicarinya ternyata sedang menginap di salah satu hotel miliknya.
Dari informan rahasianya, Melik juga mendapatkan nomer kamar serta nomer ponsel wanita itu dengan mudah tanpa sadar jika sesuatu yang mudah itu biasanya berakhir gagal.
Dengan langkah optimis penuh percaya diri, Melik meninggalkan bar lalu menyetir mobilnya dalam kecepatan tinggi. Ia tidak ingin membuang kesempatan emas yang sudah menghampirinya saat ini. “Kalau dia bukan Lady Jasmine, tidak mungkin dia mampu menyewa kamar predisent suit di hotelku. Tip yang dia kasih ke pelayan dalam dolar sudah menunjukkan kalau dia memang Lady Jasmine yang terkenal itu. Aku akan menceritakan ini pada Tuan Joseph setelah mendapatkana apa yang kumau termasuk tubuh seksinya. Tuan Joseph pasti akan merebutnya jika tahu aku berhubungan dengan wanita cantik supar kaya tersebut.”
Mobil yang dikendarai Melik langsung menuju area khusus miliknya. Tanpa perlu bersusah payah bertanya pada pegawai respsionis, Melik langsung menuju lift dengan tujuan kamar president suit milik Lady Jasmine.
Melik menghela nafas saat dua pengawal tadi berdiri tegak di depan pintu kamar Lady Jasmine. “Katakan pada Lady Jasmine jika pemilik hotel ini ingin menyapanya.” Kedua pengawal tersebut saling lirik lalu salah satu dari mereka merogoh ponsel dalam saku jasnya.
“Lady, pemilik hotel ini ingin menyapa Lady dan dia sekarang berada di depan pintu. Em,Lady. Pemilik hotel ini pria yang kita temui di bar tadi.”
“Suruh dia masuk!”
Pengawal tersebut menyimpan kembali ponselnya lalu berkata, “Kami harus memeriksa terlebih dahulu, Tuan!” Melik merentangkan tangannya lebar-lebar dengan senyum tersungging lebar. Ia tidak menyangka jika Lady Jasmine akan menerima kedatangannya semudah ini. Di saat pikiran kita terbuai dengan kebahagiaan maka kewarasaan akan manjauhkan diri hingga kita tidak bisa berpikir secara rasional seperti Melik.
__ADS_1
“Clear!”
Langkah kaki Melik terhenti saat memasuki kamar Lady jasmine di mana sang Lady dengan gaun malam yang sangat seksi seraya duduk di sofa menikmati segelas anggur membuat tubuh Melik mendadak panas.
“Ada apa Tuan Melik ingin menemuiku?” tatapannya menuju ke luar jendela melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat dengan banyaknya lampu di atas sana.
Melik berjalan menuju sofa tempat Lady Jasmin berada. “Aku tidak akan berbasa-basi. Apakah wanita cantik di depanku saat ini sungguh Lady Jasmin pendiri JN Corp?”
Wanita itu tersenyum kecil lalu meneguk anggurnya sedikit dan berhasil membuat Melik kesusahan menelan salivanya. “Dia begitu seksi!” batin Melik.
Lady Jasmin bangun dari duduknya lalu berjalan ke arah mini bar. Paha putih dengan gaun tidur yang hampir menampakkan kain segitiga miliknya berhasil membuat Melik panas dingin. Lady Jasmin membungkuk seraya meletakkan gelas kosong di depan Melik seolah sedang memakerkan dua aset berharganya di depan pria timur tengah itu. Setelah menuangkan anggur ke dalam gelas Melik, Lady Jasmin berjalan menuju dinding kaca seraya menatap ke luar.
“Saat ini aku adalah Jasmin, seorang wanita yang sedang berlibur menghabiskan uangnya. Kalau Tuan Melik ingin berbicara bisnis, silakan hubungi perwakilanku!” Seakan mendapati angin segar, Melik mengambil gelasnya lalu berjalan menghampiri Lady Jasmin. Keduanya berdiri berhadapan dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Melik tapi Lady Jasmin tahu apa yang sedang pria itu rencanakan.
“Kalau begitu aku tidak akan memanggilmu Lady Jasmin dan jangan memanggilku Tuan Melik. Karena di kamar ini hanya ada Jasmin dan Melik.”
“Lalu apa tujuanmu mendekatiku, Melik?” tatapan itu lekat mengarah tepat ke manik mata Melik.
“Lalu apa yang kamu harapkan selanjutnya?” seolah tertantang, Melik memperkecil jarak keduanya hingga tangan Melik naik lalu menyentuk pipi lembut sang Lady.
“Aku belum pernah menemui wanita seangkuh kamu, Jasmine!”
“Sekarang wanita angkuh itu sudah berada di depanmu. Apa yang akan kamu lakukan?” Melik semakin tertantang.
“Aku ingin melakukan semua yang sedang otakku perintahkan.”
“Oh ya? Aku jadi penasaran.”
“Kamu jangan menantangku, Jasmine!”
__ADS_1
“Aku suka menantang laki-laki. Aku ingin melihat sejauh mana jiwa laki-lakimu!”
Melik menarik tengkuk Lady Jasmin lalu mendaratkan ciuman di bibir wanita itu dengan lembut namun dalam waktu yang lama hingga tanpa sadar Lady Jasmin yang semula menantang kini justru menginginkan ciuman seorang Melik. Bukan Melik namanya jika tidak tahu cara menaklukan seorang wanita.
Keduanya larut dalam ciuman yang memabukkan bahkan Melik dengan beraninya menurunkan ciuman itu secara perlahan ke leher dan dada Lady Jasmin. Keduanya sama-sama terbuai hingga suara ketuka pintu menghentikan aksi mereka.
“Lady, emergency!” ucapan pengawal di depan pintu kamar membuat Lady Jasmin langsung merapikan penampilannya lalu mengambil sebuah blezer panjang yang langsung dipakai untuk menutupi gaun tidur seksinya.
“Ada apa?” tanya Melik ikut khawatir.
“Ada masalah darurat di negaraku. Sorry, aku harus pergi!”
“Sebelum pergi, berikan aku kontakmu!” Melik mencekal pinggang Lady Jasmine hingga wanita itu menabrak dada Melik.
“Please!” ucap Melik sendu menatap mata Lady Jasmine lalu mencium bibir wanita itu berulang kali.
“Berikan ponselmu!” dengan sigap Melik langsung memberikan nomer ponselnya. Jari lentik Lady Jasmin menari indah di atas layar ponsel Melik.
“Sudah!” Saat Lady Jasmine hendak melangkah pergi, Melik kembali menarik wanita itu lalu mereka kembali berciuman dengan sangat panas di depan para pengawal.
“Hubungi aku!” Lady Jasmin mengangguk lalu mencium pipi Melik sekilas sebelum menghilang di balik pintu lift bersama para pengawalnya.
Seminggu setelah pertemuan singkat itu, Melik sudah seperti zombi hingga membuat Delia, Kamisha dan Andrew terkejut melihatnya.
“Apa yang terjadi, Melik?”
“Aku sepertinya jatuh cinta."
"WHATTTT???"
__ADS_1
***
Jangan BOLA aja yang dikomentari, aku juga butuh KOMENTAR KALIAN WAHAI PENIKMAT HALU...😄