Dendam Si Petugas Pajak

Dendam Si Petugas Pajak
Keburukan Melik...


__ADS_3

“Kamu???” Jasmine terkejut melihat pria yang sudah membekapnya.


“Kenapa? Apa kau takut melihatku lagi? Aku tidak menerima penolakan termasuk dari si bodoh, Melik. Sekarang katakan, apa kau mau datang suka rela atau secara paksa ke tempatku?”


Joseph memberikan selembar kartu nama ke tangan Jasmine lalu mencium rakus bibir gadis itu bahkan tangan nakalnya sudah menyentuk asal dada Jasmine membuat wanita itu meringis.


“Sekarang kembalilah ke si bodoh itu dan aku tunggu kabar darimu paling lambat besok siang. Ingat, aku tidak menerima penolakan dan jangan salahkan aku jika kau menghilang tiba-tiba setelah menolakku.” Joseph pergi meninggalkan Jasmin yang masih mematung di lorong gelap itu. Setelah merapikan riasannya, Jasmine kembali ke tempat Melik dan teman-temannya sedang berkumpul.


“Sudah, Sayang?” tanya Melik menyambut kedatangan Jasmine lalu mencium sekilas bibir kekasihnya tanpa canggung.


“Jasmine, kamu bekerja di mana?” tanya Kamisha.


“Mereka sudah sepuh jadi yang bekerja hanya aku.”


“Lalu apa kerjamu?”


“Sekretaris plus-plus Tuan Melik.”


“Sayang, abaikan mereka. Kamu tidak perlu menjawab pertanyaan mereka. Cukup kita yang tahu.” Jasmine mengangguk patuh mendengar nasehat Melik sementara yang lain jadi semakin penasaran.


“Memangnya kamu tinggal di mana?”


“Di rumahku, kenapa? Berhenti bertanya tentang identitas Jasmine!” Sahut Melik penuh ketegasan hingga membuat rekan-rekannya menghela nafas mereka.


Kesal dengan tingkah teman-temannya, Melik langsung membawa Jasmine pergi dari sana. “Sikap Melik sangat mencurigakan.” Ucap Adit yang diangguki oleh yang lain.


“Hallo, Tuan. Kita gagal mendapatkan informasi tentang kekasih Melik.” Kamisha memberi laporan pada Joseph tentang Jasmin.


“Tidak perlu lagi. Aku sudah mengurusnya sendiri.” Ucap Melik lalu segera memutuskan sambungan teleponnya.


“Tuan Melik sudah mengurusnya sendiri.” Mereka saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


“Aku yakin dia bukan wanita biasa atau hanya sekedar urusan di bawah pusar tapi ada hal yang lebih besar dari ini dan Melik tahu itu. Kita semua tahu seperti apa Melik memperlakukan perempuan jadi sangat tidak mungkin jika saat ini dia sedang jatuh cinta dan berkorban segalanya untuk wanita  itu. Otak Melik itu penuh dengan uang mana mungkin dia tidak memperhatikan untung rugi dari tindakannya.” Andrew mencoba menganalisa kepribadian Melik selama mereka bersama.


“Aku setuju!” timpal Delia dan Kamisha serentak.


“Apa Tuan Joseph juga menyadari akan hal itu?” tanya Adit menatap mereka satu persatu.


“Aku rasa iya. Tuan Joseph sangat mengenal pria seperti Melik. Insting bisnisnya pasti sudah menyadari ada sesuatu yang disembunyikan oleh Melik.” Jawab Kamisha yakin.


Sesampainya di apartemen mewah milik Melik, “Ini!” Jasmine memberikan selembar kartu nama lengkap dengan alamat serta nama sang pemilik.


“Dia mengikuti kita dan menyergapku saat keluar dari toilet kelab tadi.”


“Sialan. Si tua bangka itu ternyata tidak menyerah juga.” gumam Melik.


“Apa lagi yang dia inginkan?” Jasmine menceritakan semua yang Joseph katakan padanya dan tentu saja dengan raut wajah sedih dan marah.


“Dia memperlakukanku seperti wanita pemuas nafsunya, Sayang. Kalau sampai orang tuaku tahu tentang ini sudah dipastikan jika kamu tidak akan mendapat restu dari mereka. Sayang, lebih baik kamu keluar dari jeratan dia. Kamu sudah menjadi anjing peliharaannya, apa kamu tidak menyadari itu? Bahkan dia ingin aku mengandung anaknya walaupun menikah denganmu. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Kamu tahu sendiri pengawalku tidak selamanya akan berdiam diri melihatku berhadapan dengan Joseph. Suatu hari mereka pasti akan menampakkan diri dan melawan.” Jasmine berapi-api mengingatkan Melik akan bahaya berurusan dengan Joseph.


“Melik, aku tidak bisa meneruskan hubungan ini. Aku tidak mau membahayakan diriku dengan berada di dekatmu lalu dengan seenaknya tubuhku dimiliki oleh tua bangka itu. Aku harus pergi!” Jasmine melangkah meninggalkan Joseph namun tangannya sudah ditahan lebih dulu oleh Melik. “Beri aku waktu!”


“Tidak, Melik. Kamu tidak akan pernah bisa lepas dari jeratnya selama kamu tidak mau melepaskan diri.”


“Apa kamu dan orang tuamu akan menerimaku jika semua keburukanku dibongkar oleh Joseph?”


“Kamu meragukanku? Semua orang pernah membuat kesalahan. Hampir semua orang pernah melakukan permainan kotor di dunia bisnis tapi selagi itu masih dibatas kewajaran aku rasa semua kesalahn bisa dimaafkan.”


“Apa kamu juga pernah melakukan bisnis kotor?” selidik Melik.


“Pernah! Aku pernah menggelapkan pajak karena aku kesal sama pemerintah setempat. Mereka mau enaknya saja makan pajak tanpa mau bekerja. Proyek yang aku bangun harusnya didukung oleh pemerintah tapi mereka malah mempersulitku dan saat proyekku berhasil dengan tak tahu malunya mereka datang menagih pajak. Siapa yang tidak marah?” Melik tertawa lalu mencium bibir Jasmine sekilas.


“Kesalahanku bukan hanya itu, Sayang. Aku menggelepkan pajak, mencuci uang dan menerima pelayanan **** para artis yang bernaung di agensi yang aku inves.”

__ADS_1


“Hanya itu?” tanya Jasmine dengan nada santai.


“Aku juga menyuap pejabat berwenang dalam pembebasan tanah serta surat izin pendirian bangunan.”


“Aku juga pernah!” sahut Jasmine cepat.


“Aku pernah memperkosa seorang gadis bersama teman-temanku lalu merekamnya dan rekaman itu di simpan Joseph. Gadis yang kuperkosa adalah anak dari pemilik Putra Mandiri Tbk milik Mahardika. Dia musuh bebuyutan Joseph. Aku, Andrew dan putra Joseph bernama Jonathan menggilir Sastri tepat di malam sebelum wisudanya. Dua teman perempuanku yang kamu temui di kelab tadi juga berada di sana.” Jasmine menatap Melik dengan raut wajah yang tidak dapat diartikan.


“Sekarang kamu sudah tahu semua keburukanku. Apa kamu masih mau menerimaku?”


“Kenapa Joseph begitu jahat menyuruh kalian menodai seorang gadis? Lalu bagaimana nasib gadis itu sekarang?”


“Aku tidak tahu, Jasmine. Kami semua sedang mencarinya terutama Adit karena dia yakin kalau Sastri yang sudah membuat jebakan hingga dia tertangkap dan Joseph masih mengincar gadis itu untuk melukai Mahardika.”


“Aku tidak percaya kamu terjerumus begitu dalam dengan Joseph, Sayang. Bagaimana kita bisa bahagia jika kamu masih menjadi angjingnya? Kalau kamu menikah denganku, kamu harus melepaskan diri dari pria itu.”


“Aku tidak tahu caranya, Sayang. Dia bahkan menyadap semua ponsel kami. Gerak-gerik kami selalu diketahui olehnya.”


“Lalu apartement ini bagaimana?”


“Dia tidak tahu karena aku tidak memasang CCTV di sini. Dan aku punya pendeteksi penyadap di sini jadi akan ketahuan jika terpasang dan aku juga mengggunakan kunci manual pada pintu hingga kalaupun ada yang membobol pasti ketahuan.”


“Kecanggihan teknologi kalah dengan sistem konvensional, Sayang.” Imbuhnya lagi.


“Kamu sudah mengetahui semuanya tentangku dan Joseph. Lalu apa yang akan kamu perbuat sekarang?” tanya Melik menatap lekat manik mata Jasmine.


“Ayo kita menikah!”


***


Akankah pernikahan itu terjadi?

__ADS_1


__ADS_2