
Ting…
“Bim, kita mendapatkan ikannya!” ucap Sastri membuat Bimo mengernyit heran. Sastri belum menceritakan tentang rencananya kali ini pada Bimo. Keduanya mendengar rekaman suara itu dengan saksama lalu kemudian masing-masing dari mereka langsung mengerjakan langkah selanjutnya.
“Kak, sumpah itu sakit banget kalau dia tahu.”
“I know!” ucap Sastri seraya tersenyum.
“Tapi scandal saja tidak cukup untuk menjatuhkan mereka. Aku ingin melihat mereka bertikai satu sama lain. Bim, cari tahu nama-nama yang Melik sebutkan tadi lalu seperti biasa.”
“Siap!”
Sementara di kediaman Melik, sepasang sejoli itu tengah menikmati makan malam berdua layaknya keluarga bahagia. “Sayang, apa kamu sudah mengatakan pada orang tuamu tentangku?” tanya Melik serius.
“Jangan bertanya sesuatu yang sudah kamu tahu jawabannya, Sayang. Kalau mereka tahu kamu maka detik itu juga mereka meminta bertemu denganmu. Apa kamu siap? Lalu bagaimana dengan keluargamu? Mereka pasti marah besar kalau tahu orang tuaku meminta asetmu sebagai tanda jadi pernikahan kita. Aku tidak mau orang tuaku terekspos dengan berita miring dikemudian hari.”
“Apa yang harus aku lakukan supaya kita dapat secepatnya menikah, hem? Aku sudah tidak sabar untuk memilikimu sepenuhnya.” Melik merengek manja.
“Perkenalkan aku terlebih dahulu pada keluargamu lalu kita lihat reaksi mereka. Setelah itu baru kita putuskan apa lanjut atau tidak. Tapi aku masih takut dengan pria tua itu, Sayang. Bagaimana kalau dia mencari tahu tentangku? Kamu bilang dia memiliki orang suruhan yang sangat hebat. Pasti tidak sulit untuknya menemukanku.”
“Makanya kamu jangan bepergian sendiri tanpa aku. Kalau ada aku, dia tidak akan berani menyentuhmu.”
“Baiklah! Semoga ucapanmu bisa dipercaya.”
“Oh ya, aku juga akan mengenalkanmu pada teman-temanku malam ini. Bersiaplah!” Jady Jasmine mengangguk cepat lalu setelah berganti baju dengan pakaian yang sangat cantik dan seksi, wanita itu segera menghampiri Melik yang sudah menunggunya di bawah.
“Sayang, kamu luar biasa. Teman-temanku pasti terkejut melihatmu secantik ini. Ayo, mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Nyonya Melik.” Sebuah kecupan diberikan Melik di bibir wanitanya.
Jady Jasmine memakai gaun panjang dengan belahan di panjang sampai ke paha dan pada bagian atas, belahan gaun menampakkan bahu Lady Jasmine yang polos hingga ke dada. Sebuah kalung berlian menjuntai indah di di antara dada wanita itu.
Melik merangkul posesif wanitanya sesampai di The One Club. Banyak mata yang melirik ke arah Jasmine begitu wanita itu memasuki kelab dan Melik mulai merasa cemburu dengan mereka hingga berkali-kali ia mencium bibir Jasmine untuk mengatakan pada setiap mata yang ada di sana jika wanita itu adalah miliknya.
“Sayang, aku tidak tahan mereka terus melirikmu seperti binatang lapar.” Bisik Melik.
__ADS_1
Jasmine terkekeh, “Lalu kamu? Apa kamu tidak lapar melihatku?” goda Jasmine dan langsung membuat Melik terbakai gairah hingga langsung membungkam bibir Jasmine dengan rakus hingga turun ke dada wanita itu dan meninggalkan jejak di sana.
“Sayang, aku minta maaf karena telah menggodamu. Tapi kamu tidak ingin membuat orang-orang semakin penasaran terhadapku, bukan?” ucap Jasmin hingga Melik tersadar dengan perbuatannya.
“Ada cara yang lebih baik selain dengan caramu.” Bisik Jasmine kembali dan itu mampu membuat hasrat Melik naik.
“Ayo,” Jasmine langsung menarik Melik ke lantai dansa lalu mereka berdua berdansa dengan romantis bahkan berciuman tanpa peduli tatapan mata setiap orang. Lady Jasmine mengerakkan tubuhnya dengan indah dan akhirnya Melik menyadari jika liukan tubuh Jasmine semakin membuat para mata pria di sana semakin liar. Melik langsung membawa Jasmine ke room 4, tempat khusus mereka setiap kali bertemu.
Adit, Andrew, Kamisha dan Delia terkejut dengan wanita yang belum pernah mereka temui sebelumnya.
“Sorry kita telat.” Ucap Melik lalu memperkenalkan mereka pada Jasmine.
Kamisha dan Delia tidak henti-hentinya menatap kagum dan iri pada wanita bertubuh indah tersebut. Andrew dan Adit sendiri sedari tadi sudah memindai penampilan wanita itu dan pandangan mereka berhenti di dada sebesar melon yang sangat menggiurkan.
“Kamu tinggal di mana?” tanya Kamisha penasaran dengan sosok yang sudah membuat Melik melawan Joseph. Ya, mereka semua sudah mengetahui tentang Jasmine dari Joseph.
“Kita tinggal bersama.” Ucap Melik tegas.
“Oh wow, ini sesuatu yang bagus untukmu. Apa kamu berencana menikah kali ini, Tuan Melik?” Delia ikut bersuara.
“Kamu sangat manis, Honey!” ucap Jasmine.
“Kalian belum bercerita saat pertemu pertama kali. Kami masih penasaran tentang itu.” Melik yang sudah mengenal teman-temannya dengan baik terlihat santai menanggapi pertanyaan Kamisha. Lalu ia pun bercerita dan tentu saja dipenuhi dengan kepalsuan demi menutupi indentitas Lady Jasmine.
“Sayang, aku ke toilet dulu.” Bisik Jasmine.
“Apa perlu aku temani?” Melik balas berbisik.
“Tenang saja ada pengawal bayangan yang sedang mengawasiku.”
Cup…
Lagi dan lagi Melik tidak berhenti memberikan ciuman tiba-tiba di bibir wanitanya dan itu membuat Kamisha dan Delia iri. Selama ini mereka bercinta tanpa perasaan tapi melihat Melik memperlakukan Jasmine membuat kedua wanita itu merasa iri. Setelah kepergian Jasmine, raut wajah Melik langsung berubah serius. “Apa Joseph memberitahu kalian tentang Jasmine?”
__ADS_1
“Kamu membawa mangsa yang bagus sudah pasti baunya tercium sampai kehidung Tuan Joseph.” Ucap Andrew.
“Kamu yakin mau menikahi wanita itu? Apa keluargamu setuju? Dia bukan berasal dari keluarga berada tapi gayanya sudah seperti orang kaya.” Sindir Delia.
“Del, jaga ucapanmu! Aku tidak mau mendengar kata-kata seperti itu saat Jasmine di sini. Aku mencintainya dan itu sudah cukup untukku.”
“Kamu terlalu cepat jatuh cinta, Melik! Bagaimana kalau wanita itu ternyata hanya mengincar hartamu?” sahut Kamisha.
“Ck, justru sebaliknya!” batin Melik.
Sementara itu, Jasmine yang baru keluar dari toilet tiba-tiba ditarik seseorang menuju sebuah lorong sepi. Jasmine meronta tapi tangan kekar pria itu membuatnya kesulitan.
“Berhenti menjerit, aku tidak akan menyakitimu.” Dengan nafas naik turun, Jasmine menuruti keinginan pria itu. Melihat Jasmin yang mulai tenang, pria itu menurunkan tangannya yang sejak tadi menbekap mulut Jasmine dan sebelah tangan lagi memeluk pinggang wanita itu.
“Apa tujuanmu mendekati Melik?” tanyanya masih dalam posisi memeluk Jasmine dari belakang hingga membuat Jasmine tidak bisa melihat wajah pria itu.
“Siapa kamu?” tanya Jasmine.
“Pengagummu! Aku ingin mencicipi tubuhmu. Apakah harus kurebut sekarang atau kau akan datang dengan sendirinya padaku?”
“Kamu pikir aku wanita murahan?”
“Lalu kamu wanita seperti apa? Aku bisa memberikanmu kenyamanan yang sama dengan Melik.”
“Apa kamu bisa menikahiku?” pria itu tersenyum.
“Bagaimana kalau kamu menikah dengannya tapi rahimmu mengandung anakku?”
Gleg…
Jasmine terlihat gelisah, “Siapa kamu?”
***
__ADS_1
Siapa ya kira-kira????