
Dua tahun kemudian…
Di komplek sebuah pemakaman sederhana, beberapa orang berbaju hitam masih berdiri menunggu dua jasad di masukkan ke liang lahat atas nama Joseph dan Jonathan.
Sementara di Dubai juga sedang melakukan pemakaman serupa atas nama Melik Moestafa. Melik menghembuskan nafas terakhir setelah setahun di rawat di sebuah rumah sakit tanpa diketahui oleh publik karena penyakit yang dideritanya membuat Tuan Moestafa menutup rapat kondisi sang putra yang terkena penyakit kelamin parah serta mental yang terganggu.
Sementara di Indonesia, Joseph yang sudah bangkrut tidak bisa menutupi berita penyakit hinanya hingga saat proses pemakaman, tidak ada seorang pun dari rekan bisnisnya yang melayat. Para pewarta yang sudah lelah memberitakan kondisinya juga tidak terlalu terkejut karena selama setahun ini mereka gencar memberitakan tentang kondisi Joseph yang tiba-tiba muncul dengan penyakit misterius dan dari pemeriksaan dokter, para wartawan mengetahui jika pria itu menderita penyakit kelamin serta kangker anus akibat melakukan perbuatan tercela melalui belakang.
Hanya Sastri, Adit dan beberapa orang suruhan Sastri yang mengetahu bagaimana kehidupan Melik dan Joseph selama setahun dalam sekapannya. Mereka diberi makan dengan syarat harus melakukan hubungan sesama jenis. Dalam minuman yang mereka minum juga diberi obat perangsang dalam jumlah kecil selama setahun penuh hingga akhirnya mereka mulai sakit karena selalu dipaksa untuk melakukan perbuatan kaum eljibitih. Dalam keadaan terikat, Melik dan Joseph pasrah diperlakukan apa saja oleh para pria maniak tersebut. Sesekali, mereka akan kedatangan wanita asli dan tentunya jauh dari kata seksi yang biasanya mereka gemari. Wanita-wanita paruh baya dengan kondisi bugar dan cendrung gila bercinta akan datang mengeroyok mereka beramai-ramai.
Johan dan ibunya turut mengantar sang ayah juga saudara kembarnya ke tempat peristirahatan terakhir bersama orang tua Sastri, Danu serta Mega.
Pemakaman telah usai dan mereka semua kembali ke rumah, “Ayah mau bicara sama kamu, Johan.” Ucap Bapak Mahardika begitu masuk ke rumah Johan. Lebih tepatnya, rumah pemberiannya untuk Johan dan ibunya.
“Ayah tahu mungkin waktunya tidak tepat tapi Ayah mau kamu bekerja di perusahaan milik Ayah bersama dengan Danu. Ayah tidak bisa mengharapkan Sastri karena kamu tahu sendiri sampai sekarang dia tidak akan kembali ke sini. Semua usahanya Danu dan Mega yang menjalankan. Bagaimana?”
Johan tampak menarik nafas dalam-dalam, “Maaf Ayah. Johan tidak siap untuk kembali ke perusahaan dan bertemu dengan orang-orang yang dulu pernah Johan temui. Johan punya keinginan sendiri dan itu jauh dari kata perusahaan.”
__ADS_1
Ibu Ariyanti menatap sahabatnya yang tidak lain ibu dari Johan. Ayu menggeleng, “Biarkan dia mengejar keinginannya, Dika, Yanti. Selama ini dia sudah sangat menderita hidup menggantikan posisi adiknya. Sekarang biarkan dia mengikuti keinginannya!”
“Baiklah kalau begitu. Sekarang katakan, apa rencanamu! Kalau tidak masuk akal maka Ayah akan menengtangmu habis-habisan bahkan melebih Joseph!” Tuan Mahardika beraksi membuat semua mata melongo.
“Johan ingin menjadi pembalap, Ayah!”
“Baiklah kalau itu maumu! Ayah izinkan dan jangan menolak pemberian Ayah. Kami sudah kehilanganmu lama jadi biarkan kami memberi semua yang anak kami inginkan.”
“Terima kasih, Ayah!”
“Danu, daftarkan Johan ke tim balapap Amerika. Ayah beri kamu waktu tujuh tahun, kalau kamu tidak berhasil, Ayah sendiri yang akan menyeretmu pulang ke sini.”
“Jadi Sastri bagaimana?” tanya ibu dari Jonathan pada dua sahabatnya.
Terdengar helaan nafas dari keduanya, “Dia memutuskan tetap bekerja sendiri tanpa mau ikut campur urusan perusahaan. Uangnya sudah banyak jadi dia tidak membutuhkan uang kami lagi. Bahkan anak perempuanku juga ikut diambil oleh. Lihat saja dulu bagaimana Mega sangat berminat membuka warung makan. Tiba-tiba karena pengaruh Sastri, anak itu malah jadi pemimpin agency milik Sastri. Sekarang hanya tinggal Danu, entah apa jadinya hidup kami. Tanpa menantu dan cucu. Mungkin kami akan memilih tinggal di panti jompo saja.” Keluh Ibu Ariyanti.
Sastri memang tidak pernah mengatakan pada orang tuanya tentang pekerjaan sebagai petugas pajak. Hanya Bimo yang tahu. Sementara hubungannya dengan Adit juga hanya sebatas teman karena Sastri tidak bisa membuka hatinya. Fakta ia telah pernah digilir apalagi orang-orang itu dikenal oleh Adit membuat Sastri enggan menjalin hubungan dengan pria itu. Alasan itu juga yang membuat perjodohan antara dirinya dengan Johan waktu kecil dulu tidak terlaksana karena setiap melihat wajah Johan, Sastri selalu teringat pada Jonathan. Johan sendiri tidak lagi memiliki perasaan pada Sastri, dia hanya menganggap Sastri sebagai adik dan teman masa kecil. Ada seseorang yang sudah mengisi hati Johan saat ini. Wanita itu adalah Viona.
__ADS_1
Tiga tahun Johan di lapangan balap, Viona datang khusus untuk bertemu pria itu dan keduanya sepakat untuk menikah setahun kemudian. Sementara Bimo, pemuda itu jutsru menerima undangan dari sebuah universitas terkenal di Amerika bersama sang pacar yang bernama Angel yang merupakan mantan orang Joseph.
Selain menjadi mahasiswa, Bimo juga menjadi pemegang saham di beberapa perusahaan terkenal dunia. Semua sahamnya dikelola oleh Sastri karena Bimo tidak mengerti tentang perusahaan dan tidak mau tahu. Berbeda dengan Bimo, Angel justru bermain properti dengan uang yang dimilikinya hingga hampir tiap negera terkenal ia memiliki properti baik rumah, resort ataupun apartemen. Pasangan kaya raya ini justru menyerahkan semua pengurusan pada Sastri. Mereka tidak mau mengurusi pekerjaan orang tua karena menurut mereka, masa muda itu masa untuk bermain dan bersenang-senang. Berkat semua saham dan properti itulah Sastri akhirnya memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak di bidang properti. Keuntungan yang didapat oleh Bimo dan Angel memaksa Sastri untuk memutar uang itu kembali karena terlalu banyak.
Lalu bagaimana dengan Andrew? Apakah Sastri memaafkannya? Tidak! Setelah kejatuhan Joseph, Andrew menghilang dari sana. Dan sama seperti saat Joseph dan Melik yang ditemukan sekarat di ruang isolasi rumah sakit. Saat ini Andrew juga berada di sana. Sebuah ruang isolasi setelah dua tahun menghilang. Sudah enam bulan ini Andrew menghuni ruang isolasi tersebut setelah dimasukkan ke rumah sakit oleh dua orang wanita dan setelah Andrew mendapat perawatan sekaligus pemeriksaan menyeluruh, dua wanita itu menghilang hingga sekarang. Andrew masih dirawat karena keadaannya lumayan parah dan HIV yang dideritanya makin lama makin menggrogoti tubuhnya. Hanya Adit yang masih sesekali menjenguk jika ada waktu karena pria itu memilih menjalankan café di Bali. Adit memilih menjauh dari semua suasana yang membuatnya syok karena terjadi dalam waktu sekejap.
Agency milik Sastri yang dikelola oleh Mega semakin maju. Mega semakin terkenal hingga teman-teman dan pacar yang dulu sempat mengejeknya mulai mendekat kembali. Mega yang dulu telah berubah menjadi seorang pembisnis handal dan cerdas untuk menjauhi hubungan toxic dari rekan-rekannya terdahulu. Bersama dengan Danu, ia belajar cepat termasuk dalam hubungan asmara. Keduanya sepakat akan menikah dua tahun kemudian.
“Kakak tidak ingin mencari pasangan?” tanya Bimo ketika Sastri berkunjung ke Amerika.
“Aku sudah bahagia, Bim!”
Sastri mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan Bimo dan Angel. Sastri selalu menghindar setiap kali Bimo bertanya begitu. Bukan alasan, karena terlalu banyak pria yang ingin menjalin hubungan dengan wanita cerdas itu bahkan tidak segan meminta Bimo untuk mendekatinya tapi sayang, Sastri menutup hatinya rapat-rapat.
“Aku sudah bahagia melihat kalian bahagia!”
TAMAT....
__ADS_1
***
Sampai ketemu di karya baruku KISAH YANG TERTINGGAL