
Ayah dari Melik yang bernama Mustafa Ahmad mulai menyelidiki kejadian yang menimpa putranya. Sudah sebulan Melik tinggal di Dubai karena takut diculik lagi.
“Bagaimana, Dad? Apa sudah menemukan pelakunya?” Tanya Melik menemui sang ayah di ruang kerjanya.
“Perbuatan mereka sangat rapi dan sepertinya sudah direncanakan sejak lama. Coba ingat-ingat lagi. Siapa yang pernah bermusuhan denganmu?”
“Tidak, Dad. Aku tidak pernah memiliki musuh.”
“Joseph itu banyak musuh dan kamu masih saja bergaul dengan putranya. Apa kamu tidak berniat meninggalkan Joseph? Dia itu licik dan berbahaya. Atau kamu sebenarnya sudah menjadi anjing Joseph tanpa sepengetahuan Daddy?” Melik sedikit gelagapan.
“No, Ayah. Aku tidak mungkin menjadi anjing dia. Hanya saja aku sudah berteman lama dengan Jonathan dan tidak bisa begitu saja memutuskan pertemanan kami. Apalagi Jonathan juga baik padaku.”
“Terserah kamu saja. Daddy sudah mengingatkanmu.” Melik menatap sang ayah lekat.
“Dad, bagaimana kalau ternyata orang itu adalah orang yang dekat dengan kita?” kening Tuan Mustafa berkerut.
“Dad, aku adalah putra satu-satunya yang bisa Daddy andalkan untuk memegang perusahaan sementara Daddy sendiri memiliki tiga istri dan dua di antaranya juga memiliki anak laki-laki walaupun masih kecil. Apa Daddy yakin jika istri ke dua dan ke tiga Daddy tidak iri padaku?”
Jleb...
Melik memperhatikan raut wajah berbeda dari ayahnya. Ide ini muncul seminggu yang lalu saat ia kembali mengingat misinya untuk menghancurkan para wanita-wanita ular yang mengganggu pernikahan ayah dan ibunya.
“Kita tidak bisa menuduh tanpa bukti jadi lebih baik mulai sekarang, Daddy selidiki tentang dua wanita itu. Aku tidak mau Daddy ditipu oleh mereka menggunakan wajah polos anak-anak itu.” Melik pergi meninggalkan ruang kerja sang ayah dengan sebuah senyum penuh kemenangan.
Apa yang Melik lakukan adalah pembalasan yang meski terlambat tapi sudah bisa ia lakukan. Pembalasan karena ayahnya dengan penuh kesadaran menikahi dua wanita sekaligus padahal ibunya masih muda dan cantik. Selama ini ia sangat muak melihat wajah kedua wanita itu apalagi saat mereka hamil dan melahirkan yang membuat waktu ayahnya tersita habis untuk mereka dan bayinya tanpa peduli pada ibunya.
“Maaf, Ma karena aku baru bisa membalas rasa sakit hati Mama sekarang.” Batinnya lalu pergi meninggalkan apartemen mewah itu.
Melik pergi meninggalkan Dubai menggunakan jet pribadinya menuju Indonesia. Dia harus mencari informasi tentang pelaku penculikan tersebut sambil menunggu pertikaian ayah dengan dua istrinya.
“Retas CCTV di semua bandara yang ada di daftar yang tertera di tiket pesawat ini!”
__ADS_1
Ting...
“Siap, Tuan!”
“Satu lagi, retas ponsel dua wanita ular ayahku dan pantau mereka!”
“Siap, Tuan!”
“Kita akan lihat seberapa hebat kamu si manusia maya?” batin Melik menaiki jet pribadinya menuju Indonesia. Dia masih perlu menemui Joseph. Entah kenapa ada sedikit rasa curiga yang terbesit di hatinya jika apa yang terjadi padanya adalah ulah pria tua itu.
Sementara di Indonesia, para sahabat sedang membicarakan topik tentang video Melik yang sempat muncul dan membuat heboh jagat maya sampai akhirnya hilang. “Dia mencurigai seseorang tapi tidak mengatakan padaku. Kita tanya langsung saja saat dia sampai di sini.” Ujar Andrew.
“Aku yakin ini ulah Sastri!” celutuk Adit membuat Kamisha, Delia serta Andrew terperanjat.
“Kenapa kamu sampai memikirkan kalau ini ulah Sastri?” Kamisha merasa bingung karena menurutnya ini murni video iseng. “Saat seseorang ingin terkenal dengan memamerkan adegan ranjangnya terlebih lagi partnernya adalah Tuan Melik Moestafa pasti dia akan melakukan itu tapi-“ Adit menjeda ucapannya. Ia menatap lekat satu persatu koleganya. “Sejak kapan Melik menyukai wanita paruh baya? Melik juga tidak bodoh untuk merekam adegan ranjangnya. Dia itu pengusaha pasti tahu risikonya jika menyebarkan video tersebut.”
“Benar juga yang kamu katakan tapi kenapa mengarah ke Sastri sementara kita tidak tahu dia di mana dan apa mungkin dia mampu melakukan itu. Aku tidak bisa membayangkan harus melihat Melik diperkosa oleh pria. Dari teriakannya saja sudah terdengar mengerikan.” Sahut Delia.
Hal pertama yang Melik lakukan begitu mendarat di Indonesia adalah menghubungi Lady Jasmine. Biasanya, butuh beberapa jam baru pesannya akan dibalas tapi kali ini berbeda. Jasmin langsung menjawab panggilan dari Melik.
“Aku diam karena mendengarkanmu, Melik. Aku minta maaf karena orang tuaku terlanjur kecewa denganmu. Orang tuaku memutuskan untuk mengistirahatkanku dari bisnis akibat hubungan kita. Intinya, aku telah dikurung supaya tidak bisa bertemu denganmu. Ayah dan ibuku sangat murka padaku. Jangan heran bila nanti ponselku tidak dapat kamu hubungi karena ini saja aku harus bersembunyi dari mereka. Kalau ini ketahuan maka tamat sudah semuanya. Kita akan benar-benar berpisah, Melik.”
“JASMINNNNM!!!!”
PRANGGGGG
TUTTTTT....
Tiga wanita tertawa terbahak-bahak setelah sebuah ponsel dilempar ke dinding ditambah dengan suara seorang pria yang menggelegar di dalam ruangan tersebut. Bimo yang sedang makan di meja lain hanya bisa mengelus dadanya melihat drama dari wanita itu.
“Bagaimana aktingku, Nona?”
__ADS_1
“Bagus, Lady Jasmine.” Jawab Sastri penuh penekanan.
“Berarti tugasku untuk berpura-pura menjadi Lady Jasmin sudah selesai, bukan? Ah, padahal sangat nikmat bekerja sebagai Lady Jasmine. Berlibur menikmati udara segar dengan sebotol anggur lalu ditemani pria tampan.”
“Hei, jangan terlalu nyaman, Nona. Kembalilah ke dunia nyata.” Sahut seorang wanita yang terlihat lebih berwibawa.
“Anggap itu sebagai masa liburanmu apalagi semua kebutuhanmu ditanggung Nona Sastri.”
“Jangan memarahinya, Lady. Dia sudah bersusah payah menyamar menjadi dirimu. Pasti sulit untuknya menjadi seorang Lady Jasmine, bukan?” tanya Sastri kembali.
“Tidak. Karena aku menyamar sebagai seorang Lady Jasmine versi seksi dan nakal. Berbeda dengan yang sekarang duduk di depan kita. Ini versi menyeramkan.” Bisiknya diujung kalimat membuat Sastri tertawa.
“Apa kau sudah bosan bekerja denganku, Rachel?” tanya Lady Jasmine yang asli dengan tatapan tajamnya hingga membuat Rachel sang Lady Jasmine palsu menggeleng pelan.
“Jangan Lady! Saya belum kaya.” Jawab Rachel.
“Baiklah, aku tidak mau menghabiskan waktu berharga Lady dengan berbincang. Terima kasih sudah mau membantuku. Aku sangat terharu karena Lady dengan tangan terbuka mau mendengar ceritaku.” Sastri bangun lalu memeluk seorang pengusaha investasi yang sangat terkenal tapi hanya namanya saja. Wanita bernama Lady Jasmine itu tidak pernah sekalipun menunjukkan wajahnya di depan publik.
Hal itulah yang membuat Melik tertipu dengan mudah rentang sosok Lady Jasmine.
“Lalu apa tujuanmu selanjutnya?”
“Ada beberapa rencana yang ingin aku pikirkan secara matang sebelum mengeksekusinya. Mungkin aku akan memulai dari Nyonya Muda Winata.”
“Wow, rubah betina licik itu? Jangan sungkan meminta bantuanku, oke? Aku juga menantikan aksimu menyingkirkan wanita rubah itu.”
***
__ADS_1
Aksi apa yang akan Sastri lakukan selanjutnya????
Jangan lupa LIKE DAN KOMEN YA!!!