Dendam Si Petugas Pajak

Dendam Si Petugas Pajak
Melik Hilang...


__ADS_3

“Di mana orang tuamu?” tanya Melik begitu memasuki vila yang kelihatan sepi.


“Jangan konyol, Sayang. Orang tuaku tidak akan menunggu kita. Mereka itu sangat mengagungkan kewibawaannya hingga kita lah yang akan menunggu mereka.”


“Jadi kapan mereka akan datang?”


“Satu jam sebelum acara sakral kita. Di saat itu kamu harus mempersiapkan mentalmu karena orang tuaku akan menyerangmu habis-habisan. Apa kamu pernah mengikuti wawancara kerja? Aku rasa, tidak! Nah, ini akan jadi wawancaramu yang pertama. Kalau kamu berhasil maka kamu akan lulus untuk menikah denganku tapi kalau tidak maka kamu harus rela untuk pergi dan aku tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk membantumu. Aku tidak mau semua warisanku hilang karena memilih cintamu. Ingat, aku sangat menyukai uang bahkan lebih dari menyukaimu.” Ucap Jasmine seraya mengalungkan tangannya di leher Melik lalu mereka kembali berciuman mesra.


“Ehem..” keduanya langsung berhenti lalu menatap pria berkacamata yang baru tiba di sana.


“Oho…perwakilan JN Corp datang. Silakan Tuan Melik selesaikan dulu bisnisnya karena setelah ini kita akan menghadapi banyak hal.” Robin memberikan proposal kerja sama mereka pada Melik sementara Jasmine memilih duduk di pangkuan pria itu seraya memberikan kecupan nakal di leher Melik.


“Sayang, aku harus membaca ini dulu!”


“Baca saja, aku tidak menganggumu.”


Seorang pelayan datang, “Nona, Tuan besar akan tiba satu jam lagi.”


“APAAA???” bukan Jasmine yang memekik kaget melainkan Melik.


“Kamu seperti orang mau bangkrut saja.” Gerutu Jasmine lalu turun dari pangkuan Melik.


“Maaf, Sayang. Tapi aku sangat gugup untuk menghadapi orang tuamu.”


“Tuan, dokumennya.” Robin mengingatkan Melik lalu pria itu lansung membubuhkan tanda tangannya tanpa membaca berkas-berkas itu.


Seperti yang pelayan katakan, sejam kemudian orang tua Jasmin datang menaiki mobil antik yang hanya dimiliki oleh beberapa orang saja di dunia dan itu tak luput dari perhatian Melik. Sepasangan suami istri turun dengan penuh wibawa dari dalamnya lalu memasuki rumah. Mereka disambut oleh pelayan yang sudah berdiri berjejer menanti kepulangan majikannya.


“Jangan tegang begitu, mereka tidak makan orang.” Bisik Jasmine seraya tersenyum kecil.


Sepasang suami istri itu menatap Melik dan Jasmine bergantian lalu duduk di sofa dengan gaya elegan dan sangat berkelas. Diam-diam Melik mengamati penampilan calon mertuanya.


“Shit, tongkat kepala elang dengan mata terbuat dari berlian merah itu ternyata milik ayah Jasmine. Daddyku ternyata kalah tajir dengan calon mertuaku.” Batin Melik melihat tongkat hitam dengan kepala emas berkepala berlian merah di tangan ayah dari Jasmine.


“Jasmine, Daddy ingin bicara denganmu!”


“Sayang, kamu tunggu di kamar dulu ya!”

__ADS_1


Melik menganggukkan kepala lalu pergi menuju kamar diantar oleh seorang pelayan.


“Kenapa kamu membawanya ke sini? Apa kamu sudah bosan hidup?”


“Daddy tenang saja. Melik sudah mematikan ponselnya jauh-jauh hari. Daddy, jangan membuatku malu dengan meminta hartanya. Dia itu putra seorang sultan hotel dari Dubai jadi hartanya sudah sangat banyak jadi Daddy dan Mommy tidak perlu takut aku menderita.”


“Ck, kamu pikir kami tidak mengenal keluarganya? Kami sudah tahu siapa dia bahkan rekam medisnya juga kami tahu. Keluarganya memang kaya tapi kita lebih kaya dari mereka. Kita lihat saja apa dia sanggup memberikan apa yang kami minta nanti. Pelayan, panggilkan pria itu sekarang!” perintah sang nyonya besar yang langsung dikerjakan dalam detik itu juga. Sementara di balik dinding, Melik sudah bersiap menyambut pelayan dan langsung keluar begitu pelayan tiba di depan kamarnya.


“Duduk!” titah Tuan Besar.


“Apa yang akan kamu berikan untuk menikahi Jasmine?”


“Semua yang Tuan minta akan saya berikan.”


“Ck, jadi aku harus menjadi pengemis dulu untukmu? Kau pikir siapa dirimu?”


Gleg…


“Gawat, aku salah jawab.”


“Maafkan saya. Maksud saya adalah saya akan memberikan semuanya untuk Jasmine tanpa ia minta.”


“Saya memiliki saham hotel sebesar 20 persen dan itu akan bertambah sepenuhnya setelah Daddy pensiun. Saya juga memiliki aset di berbagai negara atas nama saya seperti resort dan hotel yang saya bangun atas nama saya.”


“Semua itu tidak bersih bukan?”


Gleg…


“Ternyata mereka benar-benar menyeledikiku.” Batin Melik.


“Ayahmu memiliki tiga istri dan kamu memiliki adik laki-laki dari istri ke dua dan ketiga. Seberapa yakin kamu akan mendapat semua warisan milik Ayahmu?”


Gleg…


“Bukankah hubungan antara ibumu dengan istri kedua dan ketiga Ayahmu tidak baik?”


Gleg…

__ADS_1


“Aku harus jawab apa?” batin Melik.


“Kalau kamu menikahi Jasmine sekarang, dua wanita ular yang berada di sisi Ayahmu akan menyerang Jasmine karena besar kemungkinan jika keturunanmu lah yang akan menjadi penerus dan itu berpotensi membahayakan Jasmine dan anak kalian nantinya. Jadi, lebih baik kamu selesaikan dulu urusan keluargamu karena kami tidak suka anak kami berurusan dengan wanita ular peliharaan Ayahmu.”


“Tapi, Tuan!” sebelah tangan Tuan Besar terangkat. Mereka bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkan vila.


“Kalau kamu ingin menikahi Jasmine maka pastikan semua aset Ayahmu jatuh ke tanganmu. Setelah itu temui Jasmine dan saat itu juga kami bisa menikahinya! Jasmine, ayo!”


“Tapi Mel-“


“Pengawal kita akan  mengantarnya sampai ke bandara.”


“Tapi, Dad.” Jasmine langsung terdiam saat tatapan tajam ayahnya mengintimidasi suasana. Dua orang pengawal datang menjemput Melik.


“Sekedar informasi, istri-istri Ayahmu itu harus kami singkirkan karena mereka sedang menguras harta Ayahmu tanpa kamu ketahui. Apa perlu aku memberikan informasi ini padamu. Jangan jadi pecundag, Son!” ucap Tuan Besar sebelum menghilang di balik pintu.


“Sayang, kamu selesaikan dengan cepat urusan keluargamu supaya kita bisa langsung menikah. Kamu sudah lihat sendiri bagaimana orang tuaku, bukan. Maafkan aku!” Jasmine mengecup bibir Melik sesaat lalu pergi menyusul orang tuanya.


Melik meninggalkan vila lalu saat tiba di bandara, seorang pria langsung menghampirinya dan memberikan tiket pesawat serta beberapa lembar uang yang dibutuhkan berserta paspor miliknya. Sebelum menghilang bersama Jasmine, Melik terlebih dahulu mematikan ponselnya lalu meletakkan di dalam lemari besi di apartemennya untuk menghilangkan jejaknya.


“Ck, sungguh mafia handal.” Gumam Melik lalu pergi meninggalkan negara tersebut. Tujuannya saat ini adalah Dubai tempat sang ayah tinggal bersama tiga istrinya dan salah satu dari mereka adalah ibunya tapi perjalanan Melik sungguh di luar dugaan.


Melik terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan terkejut mendapati dirinya terikat telentang di di dua tiang dalam keadaan telanjang.


“Di mana ini? Apa yang terjadi?” Melik panik melihat ke segala penjuru tapi sayangnya semua dinding ini tidak ada yang terbuka.


“Siapa di situ? Lepaskan aku!” Melik ketakutan melihat sekelabat bayangan tidak jauh darinya.


“Hei, tunjukkan siapa kamu, bajingan!”


Tap…


Tap…


Tap…


“Kamu?”

__ADS_1


***


Siapa kira-kira???


__ADS_2