Dendam Si Petugas Pajak

Dendam Si Petugas Pajak
Iblis Berwujud Manusia...


__ADS_3

Satri tidak jadi memasuki unitnya. Ia memilih pergi ke ruang keamaan di lantai bawah. Sesampainya di sana, ia segera menyampaikan tujuannya yang ingin melihat kamera pengawas di lorong unitnya.


“Sudah beberapa kali saya mendapat kiriman bunga dan tidak tahu siapa yang mengirim.” Jelas Sastri lalu seorang petugas memperlihatkan rekaman kamera pengawas di mana memang ada seorang kurir yang meletakkan bunga tersebut di sana.


“Wajahnya tidak terlihat jelas, Mbak.”


“Coba kamera di depan!”


“Plat motornya sengaja ditutupi.”


“Mbak, motor kurir memang sering begini kalau banyak barang. Kiri, kanan, depan, belakang semua penuh.” Ujar salah seorang petugas keamanan.


Sastri mengucapkan terima kasih lalu pergi meninggalkan ruang keamanan. Pikirannya sedang mencoba mengingat siapa yang paling mendekati tersangka dari semua musuhnya. Dan satu yan pasti, ke empat mantan temannya adalah tersangka utama yang paling berpontensi.


Sastri kembali ke area parkir lalu memasuki salah satu mobil supernya. 3,5 tahun bekerja di luar negeri lalu mengambil pekerjaan sampingan sebagai ahli pembukuan dua buah perusahaan multi international saat berada di Singapura membuat pundi-pundi dollar mengalir lancar dalam rekening sastri. Itu sebabnya ia mampu memiliki mobil-mobil super itu. Walaupun harus berganti-ganti setiap saat efek dari pekerjaan.


Arena balap malam itu begitu meriah dengan berbagai merek mobil sport yang mendominasi. Di sini lah Satsri sekarang. Mobil yang ia kendarai berdiri tepat di depan garis berdampingan dengan mobil yang pernah ia naiki dulu.


Tok…tok…


Seseorang menyerahkan helm pada Satsri. Pertandingan akan diadakan sebentar lagi. Semua mobil sudah dalam keadaan siap tinggal menunggu gadis seksi pembawa bendera maju lalu memberikan aba-aba. Sastri sempat melirik ke arah mobil di sampingnya. Pria yang sudah memakai helm itu tidak menghiraukannya sama sekali.


Gadis seksi dengan tenk top dan rok mininya datang membawa bendera lalu setelah bendera diturunkan, mereka semua menekan laju mobil dengan kecepatan tinggi. Arena balap ini selalu menjadi tempat favorit bagi anak-anak orang kaya penyuka tantangan di jalanan. Di sini, mereka tidak akan ditangkap oleh pihak berwajib karena semua pengurusannya jelas apalagi tentang keselamatan.


Mobil melaju kencang memecah jalanan mulus dipenuhi aura kompetisi yang kentara. Kemenagan adalah tujuan utama bagi setiap pembalap kecuali bagi dua pengendara mobil yang sedang bersaing sengit untuk saling menghadang atau menyalip hingga akhirnya kedua mobil itu mencapai garis finis bersama tapi kedua mobil tersebut masih melaju dalam kecepatan tinggi hingga membuat semua penonton melongo. Para pengendara lain sudah keluar dari  mobil masing-masing.


“Siapa mereka?”


“Sepertinya ada dendam pribadi.”


“Bukannya mobil biru itu yang dulu viral karena pengendaranya ditemukan tertidur di jembatan layang bersama seorang wanita?”

__ADS_1


“Hah, maksudmu tertidur habis-“


“Mereka terlibat perkelahian. Menurut warga yang menemukan sih begitu karena banyak luka yang terlihat dari wajah wanita itu. si pria juga memegang perutnya seperti habis ditendang.”


“Apa pengendara mobil merah itu dia?”


“Entah, coba kau tanya sama si Gun. Dia yang memberikan helm tadi.


Mereka memanggil pria bernama Gun lalu bertanya tentang pengendara mobil merah itu. “Iya, pengendara mobil merah itu cewe.”


Mereka saling menatap satu sama lain, “Pewaris perusahaan mana cewe itu?”


Sudah menjadi rahasia umum jika para pembalap jalanan itu adalah anak-anak orang kaya yang bosan hidup dan suka menghambur-hamburkan uang. Di area penonton, ada seorang pria dengan tatapan penuh makna sedang menatap lurus ke arah mobil merah. Wanita incarannya sedang berlomba membalah jalanan dan itu semakin membuat si pria terpesona.


“Ternyata kamu seliar ini, Sayang. Aku tidak sabar menunggumu.”


Setelah lima kali putaran, kedua mobil kembali mencapai garis finis dengan skor seimbang. Sastri memukul kemudi lalu keluar dari arena menuju jalan umum. Tampang Jonathan kembali membayanginya ditambah dengan kondisi perusahaan ayahnya yang ditinggal investor tiba-tiba belum lagi masalah di kantor dan dendamnya juga belum terbalas. Di belakang mobil Sastri, mobil biru misterius itu kembali mengikuti dalam jarak aman.


Di tempat lain, Bang Bonar sedang merayakaan keberhasilannya karena telah berhasil mengeluarkan Delia dari penjara walaupun dikenakan wajib lapor tapi Delia senang karena tidak perlu menghuni rutan bambu. Room empat  kembali ramai di kelab The One.


“Belum, Bos. Sepertinya ada yang back up dia.”


“Kenapa Adit tidak kemari?” tanya Delia pada Kamisha.


“Dia lagi ada urusan di luar. Sudahlah, biarkan saja dia menghirup udara bebas.”


“Ada yang kalian ingin katakan padaku?” tanya Bang Bonar pada ketiga muda-mudi di depannya.


“Maksud Bang Bonar apa?”


“Kalian mengenal wanita itu, bukan? Apa yang tidak saya ketahui di sini? Bukan kebetulan jika kalian menjadi incaran penegak hukum. Apa kalian tidak berpikir siapa musuh-musuh kalian saat ini?” Delia, Kamisha dan Melik saling melirik satu sama lain.

__ADS_1


“Semua masalah yang menjerat kalian itu pasti ada dasarnya. Pikirkan baik-baik apa kesalahan kalian hingga ada orang yang menjadikan kalian target. Ini bukan kebetulan dan wanita itu, Lisa atau Satsri? Apa yang kalian lakukan padanya? Pasti ada sesuatu.”


Bang Bonar adalah satu-satunya orang yang tidak tahu menahu tentang apa yang mereka lakukan ada Sastri beberapa tahun lalu.


“Saya pergi dulu dan ingat, kalau saya tidak bisa membantu kalian jika kalian tidak jujur pada saya.” Ancam Bang Bonar lalu meninggalkan mereka di ruangan tersebut.


“Apa Sastri ada di belakang ini semua?”


“Adit bilang kalau dia pernah bekerja di luar negeri. Terus sekarang dia bekerja di mana? Perusahaan ayahnya juga tidak menyebut ada pemimpin baru. Lalu apa pekerjaan Sastri sekarang?” ujar Kamisha.


Mereka terus meneba-nebak semua kemungkinan sementara Joseph justru tengah menikmati siluet indah milik anak dari musuhnya. Video malam kelam itu tersimpan rapii dalam ponselnya. Ia menikmati bagaimana teriakan anak dari musuhnya saat sang putra tercinta sedang menggagahi gadis itu secara brutal.


“Putraku memang luar biasa.” Ucapnya dengan mimik wajah sendu.


Joseph mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang, “Aku mau dia, lakukan sehalus mungkin!” titahnya pada orang diseberang telepon. Ia kembali menikmati video tersebut seraya melenguh tatkala kepala wanita di bawahnya sedang bekerja maksimal.


Jonathan tiba di rumah besar yang ia anggap neraka setelah cukup lama memantau mobil merah saingannya dari jarak jauh. Rasa penasaran menghinggapinya setelah pertemuan kemarin di kantor. Jonathan merebahkan badannya lalu mengambil sebuah foto lama di dalam dompetnya. Foto masa kecilnya bersama seorang anak perempuan.


“Di mana kamu sekarang?”


“Mama, Papa, aku merindukan kalian.”


“Kenapa kalian tidak mencariku?”


“Aku tidak mau hidup dengan iblis berwujud manusia itu.”


 


***


Hai...hai...aku datang lagi....🙃

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMEN DAN FAVORITKAN YA!!!


Makasih....


__ADS_2