Dendam Si Petugas Pajak

Dendam Si Petugas Pajak
Kematian Kamisha Dan Delia...


__ADS_3

Delia, Kamisha, Adit dan Andrew terperangah di tempat masing-masing saat melihat konfrensi pers Jonathan dan Viona. Tidak lama setelah itu  muncul video-video mesra mereka di internet. Dalam sekelap, dunia Kamisha terbalik oleh ulah Jonathan. Dia langsung menghubungi Joseph namun sayangnya ponsel Joseph tidak aktif.


“Kemana tuan bangka itu!” umpat Kamisha di tempatnya. Tidak lama kemudian, pesan dari Delia, Andrew dan Adit datang bersamaan.


Kamisha frustasi dan yang lebih membuat geger adalah beredarnya video dirinya dengan Joseph. Bahkan saat Kamisha beradegan panas dengan sang calon mertuanya itu. Andrew terbelalak bersama Adit menyaksikan video-video yang beredar luas tersebut. Jonathan tersenyum senang dan puas karena berhasil lepas dari salah satu masalah.


“Apa kamu menikmati persembahan cintaku ini?” tanya Viona di dalam kamar hotel. Saat ini mereka sedang berada di salah satu kamar hotel tempat berlangsungnya acara konfrensi pers sesaat sebelumnya.


“Terima kasih. Aku puas sekali.” Viona tertawa, “Sepertinya kamu lupa karena setelah bencana yang aku buat, kamu lah yang akan membereskannya karena kamu adalah CEOnya. Bagaimana kalau ayahmu tahu?” Viona menatap manik mata Jonathan lekat.


“Aku akan memikirkannya setelah ini. Yang pasti untuk saat ini aku sudah cukup puas.”


“Ayo balapan! Kita harus merayakan ini di area balap.” Jonathan terkekeh kemudian mengangguk.


Viona berlalu ke kamar mandi lalu berganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih kasual. Setelah selesai, ia mengambil pakaian untuk Jonathan. “Gantilah,” Jonathan mengangguk kemudian berlalu ke kamar mandi.


Di tempat yang berbeda, “Kak, bagaimana kalau sekali dayung dua pulau terlampaui?” Sastri tersenyum penuh arti lalu mengangguk kecil.


Dan video selanjutnya kembali menggemparkan jagat maya. Video berisi adegan panas Delia, Kamisha dan Joseph dalam satu kamar berhasil membuat mulut semua orang menganga tidak percaya. Dalam sekejab, Dunia Delia ikut runtuh hingga wanita itu dikejar-kejar wartawan. Sementara Kamisha memilih berdiam diri di kantornya sambil terus menghubungi Joseph namun sayangnya ponsel pria itu tidak aktif sampai keesokan harinya.


Adit langsung menghubungi orang suruhannya untuk menghapus dan melacak dari mana video itu beredar tapi sayangnya, video itu sudah terlanjut tersebar dan banyak yang sudah menakses dan menyimpan secara pribadi.


“Lokasinya ada di Korea,  Tuan.” Orang tersebut memberikan lokasi kordinat dan saat Adit mencoba mencari ternyata itu hanya sebuah taman dan sialnya di sana tidak ada CCTV. Adit kehilangan jejak dan dia baru tersadar jika sang pemeran utama ternyata sudah dua hari tidak ada kabarnya. Adit langsung menghubungi Joseph namun sayangnya tidak aktif. Lalu ia mencoba menghubungi Kamisha dan ia kembali mendapatkan jawaban yang sama.


Adit menghubungi Jonathan tapi pria itu malah sedang menikmati masa liburnya bersama sang ibu. Selama ayahnya tidak ada, dia membebaskan ibunya karena para penjaga mulai gusar saat tuannya tidak terlihat dalam beberapa hari ini.


Nasib perusahaan Joseph, Kamisha dan Delia sedang di ujung tanduk. Para pemegang saham menarik saham mereka hingga perusahaan kalang kabut.


“Jo, kamu di mana?”


“Di rumah. Ada apa?” tanya Jonathan ketus.

__ADS_1


“Kondisi perusahaan sedang kacau tapi kamu malah di kantor. Mana tanggung jawabmu?” Jonathan tersenyum sarkas.


“Aku tidak dilahirkan untuk membersihkan kotoran orang.”


Tutt…


Dalam waktu sepuluh hari, perusahaan Joseph, Kamisha dan Delia pailit hingga harus berurusan dengan pihak berwajib karena banyak tuntutan dari para pemegang saham dan lilitan hutang dengan bank. Semua aset Joseph di sita termasuk rumah yang ditempati oleh Jonathan saat ini.


Keluarga Jonathan menjadi bulan-bulanan media bahkan saat Jonathan, ibu dan adiknya yang duduk di kursi roda keluar dari rumah besar tersebut. Saat itu dunia kembali dibuat gempar dengan kenyataan yang keluar dari bibir Jonathan di depan wartawan di depan rumahnya.


“Silakan kalian hujat Joseph karena pria itu bukan ayah saya. Dalam diri saya memang mengalir darahnya tapi dia tidak pernah ada untuk saya dan ibu saya. Selama ini saya adalah pionnya. Semua kebijakan yang menyangkut perusahaan murni keputusannya. Saya ibarat boneka untuknya karena yang seharusnya menjadi CEO adalah dia. Saudara kembar saya yang bernama Jonathan. Ketika dia jatuh sakit, maka saya, Johan. Putra yang sudah diperlakukan secara adil ini yang diangkat menjadi CEO dan atas nama Jonathan. Karena bagi Joseph, putranya hanya Jonathan bukan Johan. Kalian ingin melihat bagaimana dia memaksa saya melakukan semua perbuatan kotornya? Masuklah ke dalam dan di bawah tangga, kalian akan menemukan pintu bawah tanah di mana ibu saya di sekap dengan adik saya yang selalu meronta saat sekarat. Sekarang, saya sudah kembali ke jati diri saya yaitu JOHAN.”


“Saudara kembar anda sakit apa? Kenapa dia tidak dibawa ke rumah sakit?” pertanyaan salah satu wartawan membuat Johan menghela nafas.


“Maaf, saya rasa cukup sampai di sini.”


Jonathan pergi memakai sebuah taksi yang sudah dipesannya. Semua mobil ikut disita oleh bank untuk menutupi hutang perusahaan.


“Tenang saja, Papa sudah menyuruh orang untuk membawa mereka ke salah satu rumah kita.”


Mega menatap suami istri itu tersenyum, “Kebetulan sekali aku sudah membuat banyak makanan. Bawa saja, Tante.” Ibu Ariyanti mengangguk setuju. Sepasang suami-istri itu pun pergi entah kemana.


Mega masih berdiri di depan TV menatap berita yang menggemparkan setiap orang di dalam negeri saat ini. “Ternyata ada yang lebih parah dari aku nasibnya.” Gumam Mega.


“Makanya bersyukurlah dan jangan putus asa!”


Deg…


“Mas kok di sini? Om sama Tante sudah pergi.”


“Aku tahu.”

__ADS_1


“Terus?” Mega menatap heran pada pria kaku di depannya.


“Aku mau makan, kamu sudah masak kan?”


“Sudah, ayo!”


Danu tersenyum kecil di balik punggung gadis itu. Sementara Adit masih mencari keberadaan Joseph sampai matanya melihat kepergian Joseph hari itu dan setelah itu Joseph benar-benar hilang.


Dreet…


“Hallo, ada apa Drew?”


“Kamu tahu di mana Melik? Tuan Moestafa menanyakannya padaku.”


“Berapa lama dia sudah tidak ada kabar?”


“Kalau tidak salah dua puluh hari lebih.”


“Kenap mereka menghilang bersama? Ada apa ini?”


Adit semakin penasaran dengan hilangnya Joseph dan saat ini Melik juga ikut menghilang. “Lapor polisi!” Adit segera membuat laporan ke polisi di temani Bang Bonar.


“Ini pasti saling keterkaitan. Tapi apa?” tanya Adit sama Bang Bonar yang tampak berpikir jauh lebih keras dari sebelumnya.


Star Agency telah hancur oleh pimpinanya. Para artis yang dinaungi Star Agency kini telah keluar seiring video panas dan Delia juga harus berurusan dengan pihak bank serta para investor hingga tidak sampai sebulan Delia dan Kamisha telah dimiskinkan oleh perbuatan mereka sendiri. Tekanan demi tekanan membuat Kamisha dan Delia akhirnya memilih bunuh diri.


Berita kematian keduanya membuat dunia kembali gempar. Sementara Sastri sang sutradara memilih duduk di balkon apartemen seraya menyesap sekaleng soda.


“Aku belum puas tapi kalian sudah mati lebih dulu.”


***

__ADS_1


LIKE...KOMEN....TERIMA KASIH...


__ADS_2