
“Siapa kamu?” tanya Melik dengan suara bergetar. Melik kebingungan melihat pria telanjang yang hanya memakai topeng setengah wajahnya.
“Kamu sombong sekali padaku. Tahukan kamu kalau aku sudah lama ingin bercinta denganmu. Aku sering melihat akun sosial mediamu dan saat kamu berpose dengan dada telanjang di kolam renang dengan para wanita membuatku marah dan cemburu. Kesempatan berpihak padaku saat melihatmu di bandara walaupun aku harus bersusah payah memesan tiket saat itu juga supaya bisa membawamu ke sini.”
“Siapa kamu? Hanya pengecut yang bersembunyi di balik topeng.” Pria itu terkekeh. “Aku cukup di kenal jadi maafkan aku karena harus menyembunyikan diri darimu. Tapi aku janji jika aku hanya akan mengambilmu sebentar saja. Hanya sekitar dua atau tiga minggu lalu aku akan mengantarmu kembali ke tujuan yang tertera di tiket pesawatmu. Lebih baik kita tidak perlu membuang-buang waktu lagi dan aku harus membuat senjatamu hidup jadi dengan terpaksa aku memakai para wanita ini.” Dua orang wanita seksi datang dengan kulit polos tanpa sehelai benangpun.
“Oke, Ladies. Buat dia bergairah! Kalian akan kubayar mahal jika berhasil.
Melik yang tidak memiliki penyimpangan tentu saja akan bergairah dengan perlakuan dari para wanita sedangkan si pria misterius juga merasa hal serupa lalu dengan sekali tekan di sebuah remot kecil. tembok yang tadinya berdiri kokoh kini mulai membengkok ke depan hingga Melik ikut tertarik dan sebuah teriakan langsung terdengar dari mulut Melik.
“Kaum sialan, binatang saja mencari betina. Kalian lebih rendah dari binatang.” Dan berbagai umpatan terus keluar dari mulut Melik saat pria itu menggempur lubang belakangnya.
Selama tiga minggu Melik selalu digempur hingga waktu yang dijanjikan usai tapi sayang, pria itu kembali menambah waktu selama seminggu dengan alasan ingin memberikan hadiah pada beberapa orang karena telah berjasa membantunya selama ini.
“Aku pergi dulu. Setelah ini aku tidak akan memiliki hasrat lagi padamu. Aku sudah puas denganmu dan ternyata kamu sangat membosankan. Selama seminggu ke depan kamu akan menjerit nikmat karena aku akan memberikanmu pada mereka.” Mata Melik langsung melotot saat melihat lima orang wanita paruh baya yang meski cantik tapi tetap saja menakutkan. Melik memiliki standar tinggi untuk patner ranjangnya tapi sayang apa yang ada di depannya ini sangat jauh dari standarnya.
“Sialan kau!”
“Oke Madam, silakan nikmati waktu kalian selama seminggu secara bebas.” Ucap pria bertopeng lalu pergi meninggalkan ruangan. Dua orang pelayan berbadan kekar datang membawa alkohol dan beberapa makanan ringan. Sebuah lagu dinyalakan dan tempat itu berubah seperti diskotik. Melik mengerang merasakan sensasi yang ditimbulkan oleh para wanita itu di tubuhnya. Walaupun tidak berselera pada wanita itu tapi tetap saja dia lelaki normal yang akan barhasrat saat kejantanannya disentuh dalam berbagai gaya.
“Sialan, kalian pasti wanita kesepian dan butuh belaian. Aku akan memberikan yang lebih dariku jika kalian mau melepaskanku, bagaimana?”
“Kami tidak mau dan tidak bisa. Kamu saja sudah cukup bagi kami.”
Selama seminggu Melik tidak bisa tidur dengan tenang bahkan ketika dirinya ditempatkan di tempat tidur. Kaki dan tangannya masih saja terikat dalam keadaan tidak berpakaian hingga para wanita tua itu dengan mudah menaikinya. Melik sudah tidak tahan apalagi saat dia dicekoki minuman keras dan suntikan obat peransang yang membuatnya mau tidak mau harus melampiaskan pada wanita itu.
Sementara di seberang sana, seorang wanita sedang tersenyum menatap video yang baru masuk. “Aku baru tahu kalau Kakak sangat menyeramkan.” Ucap Bimo bergidik ngeri melihat Melik bercinta dengan perempuan paruh baya dengan kondisi tangan yang kaki yang sudah terlepas.
__ADS_1
“Sekarang tugasmu, Bim!” Bimo mengangguk lalu memposting foto tersebut dan menjadikannya supaya viral.
Tidak butuh lama untuk Sastri melihat kehancuran Melik. Para pengguna akun media sosial dapat melihat secara langsung aksi Melik walaupun di Indonesia, video Melik sudah diblokir tapi beberapa dari mereka masih bisa menikmatinya di situs-situs khusus yang tidak terjamah oleh pemerintah.
Setelah satu minggu, Melik benar-benar dilepaskan. Dan anehnya, ia terbangun dari tidurnya karena tepukan pelan dari pramugari. Melik hampir berteriak sesaat namun ia langsung tersadar karena ruangan yang sebelumnya ia diikat berbeda dengan ruangan yang sekarang.
“Di mana ini?” tanya Melik melihat sekitar.
“Kita baru mendarat di Dubai, Tuan. Anda tertidur cukup lama.”
“Sebelumnya kita berangkat dari mana?” selidik Melik.
“Tuan masuk ke pesawat kami saat kami sedang delay di India.” Melik berpikir keras tapi tidak menemukan petunjuk. “Maaf Tuan, semua penumpang akan sudah turun. Biarkan saya membantu Tuan.” Kening Melik mengernyit.
“Pendamping Tuan tadi meminta kami untuk mengantar Tuan sampai ke pintu keluar. Dari sana, Tuan akan di jemput oleh Dokter dan keluarga Tuan.”
“Iya, Tuan. Begitu pesannya pada kami tadi.” Pramugari itu terkejut saat melihat Melik bangun dari duduknya.
“Bukannya Tuan lumpuh?”
“Apa?” Melik terkejut menatap pramugari tersebut.
“Saya ini korban kejahatan. Sudahlah kalian tidak akan paham.” Melik turun dari pesawat lalu membuka tas kecil yang sejak tadi menggantung di pinggannya. Di sana ada paspor dan beberapa lembar uang dan kartu. “Sial, hidupku benar-benar sial!” umpatnya lalu menaiki sebuah taksi. Tujuan utamanya kali ini adalah rumah ayahnya.
Brakkk…
Melik yang tiba di rumah ayahnya dibuat tidak berdaya karena ayahnya langsung menghajarnya sampai babak belur. Ia belum mengatakan apa-apa tapi tongkat sang ayah sudah habis membabat tubuhnya.
__ADS_1
“Dad, kenapa memukulku?”
“Kenapa kamu tanya? Masih berani kamu menginjak rumahku setelah perbuatan memalukan yang kau buat?” jawab sang ayah dengan nafas naik turun.
“Memangnya apa yang sudah kulakukan?” Melik masih tidak tahu apa yang sudah terjadi.
“Perlihatkan itu padanya!” titah sang ayah pada pengawalnya.
Melik terkejut melihat video yang ada di ponsel tersebut. Kakinya sudah lemah untuk menginjak bumi.
“Dad, ini tidak benar! Aku dalam pengaruh obat saat itu. Aku-“
Bugh…
Ponsel itu terlepas dari tangan Melik. Ayahnya kembali memeukul punggungnya yang sudah memerah. “Dad, please! Aku diculik dan dijadikan budak wanita-wanita itu. Aku tidak mungkin melakukan itu dengan wanita tua. Aku diculik dan dipaksa untuk melakukannya.” Pukulan itu berhenti. Ayah dari Melik menatap putranya lekat.
“Dad, aku memang sering bercinta tapi aku juga punya standar tinggi untuk patner ranjangku. Aku tidak mungkin bercinta dengan wanita yang lebih tua dari Mama. Dad, aku diculik selama sebulan, bahkan aku juga diperkosa oleh pria. Dad, sumpah! Aku diculik.”
Dua orang perawat datang lalu mengobati Melik. Pria itu sudah terbaring di tempat tidur sementara ayahnya hanya berdiri manatap ke luar jendela.
“Siapa yang paling kamu curigai?”
***
Kira2 siapa yang Melik curigai ya???
__ADS_1
Beri komentar sebanyak-banyaknya... Like juga ya...