
Seorang pria muda datang dikawal oleh dua orang pengawal menemui Lady Jasmine dan Melik di ruang tamu. Mereka baru saja selesai makan malam di vila Melik setelah puas bermesraan tanpa bercinta dengan alasan ayah dari Lady Jasmine sedang mengawasinya melalui dua orang pengawal. Melik yang memiliki tujuan terselubung akhirnya menuruti permintaan Lady Jasmine dan hanya bermain aman dengan sang wanita.
“Tuan Melik, dia yang akan membahas mengenai investasi dengan anda. Perkenalkan perwakilan JN Corp, Robin Hood.” Sang pria muda menghela nafas karena bosnya kembali usil dengan memanggilnya memakai nama belakang seperti seorang pahlawan di film-film.
“Robin tanpa Hood!” ucap pria muda itu berjabat tangan dengan Melik. Dua pria itu larut dalam pembicaraan bisnis sedangkan Lady Jasmine memilih pergi ke kamar.
“Hallo, Mom. Ada apa Mommy menghubungiku malam-malam?”
“Mommy hanya ingin mengingatkanmu untuk tidak lupa menyamar saat mendatangi vila. Mommy tidak mau masa tenangmu diganggu oleh orang-orang yang ingin tahu tentangmu.”
“Baik, Mommy. Aku akan mengingatnya. Apa ada lagi yang harus ku ingat?”
“Jangan bercinta dengan pria itu. Mommy belum siap kehilangan anak gadis.”
“Mommy, aku tidak bercinta dengannya. Dia itu laki-laki baik dan tidak memaksakan kehendaknya.”
“Kalau kamu yakin kenapa tidak membawanya menghadap kami? Kenapa dia yang membawamu ke tempatnya?”
“Mommy, dia memperlakukanku dengan baik dan istimewa. Aku akan membawanya jika dia berhasil membuatku jatuh cinta. Bukankah untuk menjadi menantu di keluarga kita harus melewati ujian terlebih dahulu?”
“Ujian apa yang akan kamu berikan untuknya?”
“Sedang aku pikirkan, Mommy. Aku ingin melihat seberapa dalam cintanya padaku. Apakah dia lebih memilih harta atau aku? Pokoknya, pria yang akan datang ke vila emasku adalah pria pilihan yang sudah melewati ujian.”
“Tidak ada pria yang akan memberikan hartanya padamu, Sayang. Mereka yang mendekatimu adalah pewaris dari perusahaan besar. Keluarga mereka pasti akan bereaksi kalau mereka memberikanmu sesuatu yang tidak berkaitan denganmu. Sama seperti pria sebelumnya, dia juga lebih memilih harta dari orang tuanya ketimbang kamu yang katanya cinta sejatinya.”
“Mommy tenang saja. Kalau Melik tidak lulus tes dariku maka aku akan meninggalkannya begitu saja. Mereka yang memilih hartanya pasti menyesal andai tahu apa yang akan mereka dapatkan setelah menjadi menantu keluarga kita.”
“Mommy menantikan kejantanan calon suamimu berikutnya.”
“Oke, Mommy!”
Tutt…
Jasmine kembali menghubungi seseorang, “Siapkan perlengkapanku ke vila emas besok di bandara!”
Tuttt…
“Akhirnya bisa berlibur juga.” Seloroh Jasmine lalu merebahkan diri di ranjang dan tanpa sadar terlelap dengan sendirinya.
Pagi harinya, Jasmine terbangus merasakan berat di perutnya. “Melik!”
“Morning, Baby!”
__ADS_1
Sebuah kecupan mendarat di bibir wanita itu. “Kenapa kamu melihatku seperti itu? Aku tidak melakukan apa pun padamu, Baby. Lihatlah!” Jasmine membuka selimut dan tidak merasa keanehan di bagian intimnya.
“Sayang, aku tidak akan mengambil milikmu tanpa persetujuan. Kita akan melakukannya saat kamu dan aku satu! Dan kamu juga pasti akan terbangun kalau juniorku menerkammu dengan ukurannya yang besar dan panjang.”
“Melik!” rajuk Jasmine ketika bisikan Melik membuat Jasmine geli.
“Kamu mau kemana pagi-pagi begini?” selidik Melik seraya menarik wanita itu dalam pelukannya.
“Aku mau pergi. Hari ini adalah hari liburku. Aku akan menemui keluargaku dan menghabiskan waktu selama sebulan dengan mereka.”
“Apa aku boleh ikut?”
“Tidak!”
“Kenapa?”
“Ini acara keluarga, orang luar dilarang ikut.”
“Bagaimana kalau aku jadi keluargamu? Aku ingin melamarmu menjadi istriku, bagaimana?”
Mata Jasmine mendelik kesal ke arah Melik. “Apa begini caramu melamarku?”
“Aku akan melamarmu dengan sangat romantis setelah ini tapi jawab dulu, apa kau menerima lamaranku?”
“Semuanya! Apa pun yang kau minta.”
“Aku minta semua hartamu, bagaimana?”
“Oke! Tapi kamu harus menikah dulu denganku dan semua hartaku akan menjadi milikmu.”
“Hitam di atas putih.”
“Oke!” jawab Melik tegas tanpa ragu dengan senyum semanis mentari.
“Sekarang katakan, apa kamu menerima lamaranku?”
“Aku harus membicarakan ini dengan keluargaku terlebih dahulu dan aku belum jatuh cinta padamu. Jadi bagaimana aku akan menerima lamaranmu?”
“Beri aku waktu sebulan untuk membuatmu jatuh cinta!”
“Caranya?” Jasmine penasaran dengan ucapan Melik.
Rubah waktu liburmu lalu habiskan waktu denganku selama sebulan. Kamu akan ikut kemana saja aku pergi bahkan ke kantorku.”
__ADS_1
“Sekalian saja kamu menjadikanku sekretaris.” Gerutu Jasmine.
“Baiklah kalau itu maumu. Aku akan menjadikanmu sekretaris plus-plus.” Ucap Melik lalu menghadiahi Jasmine kecupan diwajahnya.
“Melik, lepas! Aku harus pergi! Stafku sudah menunggu.”
“Tidak, kamu sudah berjanji untuk memberikan waktu sebulan untukku membuatmu jatuh cinta.” Melik tidak mau melepas wanitanya.
“Baiklah. Tapi aku harus menghubungi orang tuaku terlebih dahulu dan mereka pasti mengamuk setelah itu dan namaku akan dicoret dari daftar hak waris. Aku akan miskin, Melik. Apa kamu masih mau menikah denganku yang miskin ini?”
“Tentu! Aku tidak butuh hartamu, Sayang.”
“Sungguh?” Melik kembali mengangguk tanpa melepas tangannya di pinggang Jasmine.
Wanita itu mengambil ponsel lalu, “Mommy, maaf aku tidak bisa pulang.”
Dan suara selanjutnya yang terdengar adalah sayup-sayup karena Jasmine meletakkan ponselnya di bawah bantal lalu melirik ke arah jam dinding.
“3,2,1. Tepat lima belas menit. Maaf, Mommy. Ternyata pekerjaanku yang satu ini lebih melelahkan dari mengakuisisi perusahaan besar.”
Tuttttt…
“Mamamu se sadis itu?” Jasmine mengangguk lemah menatap Melik.
“Dia juga menyukai uang apalagi uang dari calon menantunya. Oh, aku sangat malu karena kamu mengetahui bagaimana sikap Mommyku.” Jasmine memeluk manja tubuh Melik.
“Banyak pria dari perusahaan besar datang melamarku. Mereka membawa berbagai macam perhiasan bahkan ada yang dibuat secara khusus dan hanya satu set di dunia khusus untukku tapi kamu tahu apa yang terjadi? Mommyku malah bertanya, apa hanya ini yang sanggup kau berikan untuk putriku dengan nada meredahkan. Mereka berkata akan memberikan lebih dari ini setelah menikah tapi Mommy justru berkata, pria sejati akan memberikan semuanya pada wanita yang dicintai. Lalu apa kamu akan memberikan semua hartamu atas nama putriku? Bayangkan saja apa yang terjadi setelahnya. Tidak ada pria waras yang akan memberikan semua hartanya pada seorang gadis, benar bukan?” Melik tanpak berpikir sejenak.
“Ada!”
“Aku! Aku akan memberikan semua asetku padamu saat kita menikah. Hitam di atas putih supaya kamu percaya dan sah di depan notaris.”
“Gila!”
“Aku gila denganmu. Jasmine, selama ini aku sudah banyak mengenal wanita tapi denganmu, aku sungguh jatuh hati. Kali ini aku sungguh ingin menikah denganmu. Aku ingin menghabiskan waktuku hanya denganmu dan anak-anak kita.”
“Kamu melupakan keluargamu, Tuan Melik. Semua yang kamu punya itu milik orang tuamu. Bagaimana kamu akan memberikannya padaku?”
“Menikah denganku dan di hari itu juga aku akan memindahkan semua kepemilikanku atas namamu.”
“Memangnya kamu punya apa?”
***
__ADS_1
???