
Seminggu lebih Melik dan Joseph menghilang dan selama itu pula, Jonathan dengan bebas melakukan pekerjaannya termasuk berurusan dengan para investor asal Rusia yang sempat ditolak oleh ayahnya. Hari ini Jonathan kembali bertemu dengan perwakilan dari perusahaan besar Rusia di sebuah restoran. Pertemuan yang semula normal tiba-tiba berubah saat Vioan hadir di sana dengan seorang pria muda yang membuat fokus Jonathan terpecah. Apalagi saat ini mereka duduk di ruangan terbuka hingga mata Jonathan mampu mendengar dan melihat secara jelas apa yang dibicarakan wanita itu.
“Kamu sudah tahu kalau aku mau naga emas itu! Kenapa kamu bisa kalah di pelelangan itu? Kalau tahu begini lebih baik aku sendiri yang akan mendatangi pelelangan dari pada bertemu pria-pria tua penuh nafsu menjijikkan di rapat pemegang saham kemarin. Aku sangat menyesal kali ini. Dan kamu! Kamu harus mendapat hukuman karena telah gagal mendapatkan naga emas itu.”
“Maaf, Nona.”
“Cari tahu siapa pemenang pelelangan itu? Temukan kontaknya dan bila perlu buat janji temu dengan mereka. Aku sendiri yang akan bertemu dengan pimpinan mereka dan menawarkan sejumlah saham untuk patung itu. Aku ingin patung itu!”
“Baik, Nona!”
“Em, satu lagi, buat janji temu dengan PH Entertaimen milik Kamisha. Aku ingin melihat wajah wanita murahan itu.”
“Maaf, Non. Tuan Besar melarang Nona untuk mendekati CEO Jo Group. Tuan Besar tidak ingin punya hubungan dengan pemilik Jo Group.” Viona menatap pria bawahannya dengan tatapan tidak suka.
“Tugasmu untuk merahasiakannya. Jangan sampai Ayah dan Ibu tahu. Pokoknya aku harus mendapatkan CEO Jo Group. Kamu tahu maksudku, bukan? Katakan pada orang tuaku kalau aku tidak bisa mendapatkan CEO Jo Group maka aku tidak akan menikah dengan pria manapun dan jangan salahkan aku kalau perusahaan mereka bangkrut kelak.”
“Ck, gigih juga gadis itu!” Jonathan tersenyum samar di belakang Viona.
“Pergilah! Berbicara denganmu membuat perutku lapar. Andai priaku di sini aku pasti akan memintanya menemaniku dan memesan banyak makanan. Ah, mengingatnya saja sudah membuat nafsu makanku meningkat.”
“Nona,” asistennya berusaha memberitahukan Viona tapi gelengan kepala dari Jonathan membuat sang asisten dilema.
“Apa kamu tahu, dia itu pria yang sangat aku inginkan di dunia ini. Aku tidak akan menikah jika bukan dengan dia. Sebarkan video ciumanku di seluruh media. Aku sudah tidak sabar menendang wanita murahan itu sebagai tunangan priaku. Kenapa Jonathanku begitu polos sampai tidak tahu kalau wanita yang akan dia nikahi adalah petner ranjang ayahnya yang menjijikkan itu. Bahkan bukan hanya Kamisha, Delia si ratu drama itu juga sama. Mereka bahkan sudah menjadi budak nafsu si tua bangka Joseph. Apa kamu tahu, si tua bangka itu juga menginginkan tubuhku. Sayangnya, aku ini cerdas. Aku ini cukup kaya jadi tidak perlu membuka bajuku supaya tidak dimiskinkan.”
Si asisten menahan gemuruh di dadanya seraya melirik reaksi sang tuan di belakang Nonanya. Senyum Jonathan membuat kebingungan sang asisten semakin bertambah. Bukannya terkejut mendapatkan kejutan yang sungguh mengerikan tapi sang tuan justru tersenyum cerah.
“Kamu kenapa?” sadar ada yang tidak beres, Viona segera melirik ke belakang dan wanita itu langsung bangkit dari duduknya lalu tersenyum dan langsung berlari kecil memeluk pria yang dia inginkan.
__ADS_1
“Aku merindukanmu.”
Cup…
Sebuah kecupan didaratkan di bibir Jonathan. “Sebarkan video itu! Aku mendukungmu!” Viona tersenyum kemudian berbalik tanpa melepas rangkulannya di leher Jonathan. “Kamu dengarkan! Segera rilis vidio tersebut dan buat konfrensi pers lalu sampaikan kalau saat ini aku sedang menjalani hubungan serius dengan CEO Jo Group!”
“Tapi Tuan Besar-“
“Biarkan saja. Lakukan perintahku! Et, sebelum pergi, makan dulu! Bayar pakai uang kantor!”
“Baik, Nona.” Setelah sang asisten pergi, Viona kembali berbalik lalu tanpa aba-aba, Jonathan segera membungkam bibir wanita itu dengan lahap hingga membuat semua pengunjung yang sedang menikmati makan siangnya bertepuk tangan riuh.
“Aku malu!” ucap Viona menunduk membuat Jonathan terkekeh.
“Kamu belum lupa dengan ucapanmu, bukan?” Viona mendongak menatap Jonathan.
“Kamu akan memesan makanan yang banyak dan menghabiskannya jika aku ada di sini. Sekarang aku di sini, jadi pesanlah! Aku akan membayar tagihannya. Semakin banyak semakin baik.” Bibir Viona cemberut lalu mereka duduk kembali. Jonathan bisa mendampingi Viona dengan leluasa kerena urusannya dengan para investor sudah selesai.
“Cukup lama untuk mendengar curhatan serta umpatanmu untuk ayahku.”
Wanita itu tersenyum manis, “Maaf tapi itulah kenyataannya. Aku tidak mungkin menfitnah ayahmu. Ayahmu juga calon mertuaku. Tapi dengan tabiatnya yang menjengkelkan itu, aku sangat tidak suka. Seharusnya dia itu malu padamu yang masih muda. Kamu saja tidak pernah mengajak wanita ke atas ranjangmu. Padahal dari segi fisik dan stamina, tentu kamu lebih kuat dari dia, bukan?” Jonathan terkekah.
“Sepertinya kamu menyelidiku terlalu jauh, Nona.”
“Tentu! Aku tidak mau salah memilih orang, Tuan Jonathan.”
“Terlalu jauh sampai patner ranjang ayahku saja kamu tahu.”
__ADS_1
“Sebenarnya aku tidak menyelediki ayahmu. Aku menyelidiki tunanganmu dan kenyataan yang kudapat adalah itu. Sungguh aku tidak percaya kalau kau akan menghabiskan hari-harimu dengan wanita murahan itu.”
“Tapi aku tahu kalau hubungan kalian hanya sebatas bisnis. Buktinya, kalian tidak pernah terlihat bersama bahkan kamu tidak pernah membawanya ke ranjangmu. Katakan padaku Tuan Jonathan, kamu bukan penganut hubungan konvensional bukan?”
Jonathan terkekeh, “Makanlah! Setelah ini aku kita akan balapan.”
“Boleh aku minta balapan yang lain?” senyum dan tatapan nakal Viona membuat Jonathan tersenyum kecil.
“Aku lebih menyukai balapan yang sesugguhnya, Nona.”
“Baiklah kalau itu maumu. Aku makan dulu untuk mengisi energi karena setelah balapan yang kau katakan sesungguhnya itu, aku akan membawamu ke area balapku!” sebuah kedipan penuh arti yang Viona berikan untuk Jonathan.
Apa yang dipikirkan Jonathan ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan. Balapan yang sesungguhnya menurut Viona adalah menghadiri konfrensi pers untuk mengumumkan hubungan mereka.
Jonathan mengikuti permainan Viona dengan baik bahkan ia dengan patuh mengikuti Viona ke butik untuk berganti pakaian sebelum menghadiri konfrensi pers hingga memilih cincin pertunangan mereka untuk dipamerkan di depan awak media.
“Selamat malam semuanya. Saya Jonathan ingin mengumumkan bahwa saat ini saya sedang menjalin hubungan yang serius dengan wanita di samping saya ini. Wanita istimewa ini bernama Viona Luisa. Dan mengenai pertunangan saya sebelumnya, saya ingin mengabarkan jika hubungan itu telah berakhir. Dan bersama Viona Luisa lah saya akan membangun kembali hubungan yang lebih tulus dan penuh kasih. Terima kasih!”
Di Singapura…
“Wow, aku tidak menyangka dia senekat itu!”
“Energinya mampu membuat Jonathan atau siapapun dia nyaman berada di dekat Viona.”
“Unggah video romantis mereka, sekarang!”
“Oke!!!”
__ADS_1
***
LIKE...KOMEN...TERIMA KASIH...