Dewa Heras Dan Herjules

Dewa Heras Dan Herjules
Mobil


__ADS_3

Pemuda itu mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di permukaan benda itu. Beberapa saat lamanya, pemuda itu hanya menatap benda berbentuk persegi panjang itu.


"Maaf, apa yang kamu sedang lakukan?" tanya Herjules.


"Aku sedang facebook-kan," jawab pemuda itu.


"Apa itu facebook-kan?"


"Seperti ini," kata pemuda itu sambil memperlihatkan benda di tangannya.


Herjules melihat ada sebuah gambar wanita cantik di permukaan benda itu. Pemuda itu mengusap permukaan benda itu ke atas menggunakan jari telunjuknya. Gambar di permukaan benda itu bergerak ke atas. Herjules melihat banyak gambar diam dan gambar hidup di permukaan benda itu.


"Benda apa ini?" tanya Herjules.


"Ini disebut handphone."


Mata Herjules tak berkedip melihat keajaiban benda yang bernama handphone itu.


Pemuda itu memasukkan handphone-nya ke dalam saku celana.


"Sebenarnya Mas berasal dari mana?"


"Aku berasal dari masa lalu."


"Dari masa lalu? Maksud Mas?"


"Ya, aku berasal dari masa lalu, yaitu tiga ribu tahun yang lalu."


'Orang ini benar-benar telah gila,' kata pemuda itu dalam hati.


"Dari mana Bapak mendapatkan emas sebanyak itu?"


"Kau mungkin tidak akan percaya. Tapi, aku menjawab dengan jujur. Terserah kau mau percaya atau tidak. Aku adalah putra dewa Heras, pemimpin para dewa. Dewa Heras memberiku banyak emas untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sehari-hari," kata Herjules.


Tentu saja pemuda itu tidak percaya dengan pengakuan Herjules. Tapi, ia tidak mau mempermasalahkan hal itu. Baginya yang terpenting adalah dirinya bisa mendapatkan uang banyak dari laki-laki itu.


Tidak lama kemudian, sebuah kendaraan beroda empat berwarna hitam berhenti di depan mereka.


"Ayo kita masuk," kata pemuda itu sambil membuka pintu kendaraan itu.


Herjules, Rewina dan Delvina masuk ke dalam kendaraan itu, disusul oleh pemuda itu yang duduk di kursi depan.


Kemudian, kendaraan itu berjalan. Melalui kaca jendela, Herjules dapat melihat bangunan-bangunan kota yang menakjubkan yang membuatnya berdecak kagum. Begitu juga dengan Rewina dan Delvina. Mereka merasa takjub dengan kemegahan kota.


Tidak lama kemudian, kendaraan itu berhenti. Pemuda itu keluar dan membukakan pintu agar Herjules dan keluarganya bisa segera keluar.


Mereka segera menuju toko emas. Pemuda itu menjualkan seluruh emas Herjules. Pemilik toko hanya bisa membayar kontan sebagian emas itu. Sisanya akan dibayarkan beberapa hari lagi.


"Ini uangnya, Mas. Tapi, uangnya tidak dibayar semua karena pemilik toko harus menjual emas itu dulu."


"Kapan aku bisa mengambil uangnya?"


"Mas bisa mengambil uangnya tiga hari lagi. Mas tinggal di mana?"


"Aku belum memiliki tempat tinggal," jawab Herjules.


"Kalau begitu, kalian bisa tinggal di rumahku dulu."


"Baiklah."


Pemuda itu membawa Herjules sekeluarga ke rumahnya.

__ADS_1


Pemuda itu tinggal di rumah seorang diri.


"Kalian istirahatlah dulu. Ini kamar kalian," kata pemuda sambil menunjukkan kamar Herjules. "Oh, ya. Siapa nama Mas?"


"Namaku adalah Herjules. Ini Rewina, isteriku dan ini Delvina, putriku," kata Herjules memperkenalkan diri dan keluarganya.


"Namaku Dendi. Kalian silahkan beristirahat dulu."


Herjules dan keluarganya masuk ke kamar untuk beristirahat.


Hari telah menjelang malam. Dendi memanggil mereka untuk makan malam. Sambil makan, mereka bercakap-cakap.


"Jika kalian memang benar dari masa lalu, bagaimana kalian bisa ke sini?" tanya Dendi.


"Kami ke sini melalui portal waktu," jawab Herjules.


"Di mana portal waktu itu?"


"Portal waktu ada di mana-mana. Aku memiliki trisula pembuka portal."


"Bisakah kau menunjukkan kepadaku portal waktu itu?"


"Tentu saja."


"Sekarang aku percaya bahwa kalian memang berasal dari masa lalu. Apa tujuan kalian datang ke masa sekarang?" tanya Dendi.


"Kami ingin kehidupan yang damai, kehidupan tanpa peperangan."


"Apakah di zamanmu saat ini sedang terjadi peperangan?"


"Desa kami baru saja dihancurkan dan semua laki-laki dibunuh. Sekarang, aku menjadi buronan karena aku telah membawa kabur isteri dan anakku dari penjara."


"Kalian sangat beruntung karena sekarang kalian berada di negara yang aman dan damai."


"Tentu saja boleh."


"Kendaraan yang kita naiki tadi kendaraan apa?"


"Itu namanya mobil."


"Bagaimana mobil itu bisa bergerak?"


"Mobil itu digerakkan oleh mesin."


"Mesin itu apa?"


"Mesin adalah alat yang dibuat untuk menggerakkan sesuatu. Kau bisa melihat cara kerjanya di internet."


"Apa itu internet?" tanya Delvina lagi.


"Besok aku akan membelikanmu Hp. Dengan Hp, kamu bisa belajar mengenai banyak hal termasuk internet."


Keesokan harinya, Dendi dan keluarga Herjules pergi ke mall untuk membeli pakaian.


"Bu, lihat. Ada tangga bisa bergerak," kata Delvina sambil menunjuk ke arah eskalator.


Rewina dan Herjules melihat ke arah eskalator. Mereka takjub dengan apa yang mereka lihat.


"Dunia masa depan memang luar biasa," gumam Herjules.


Dendi hanya tersenyum melihat kekaguman mereka. Dendi mengajak mereka berkeliling mall. Mereka tidak mempedulikan orang-orang yang memperhatikan mereka dengan tatapan aneh.

__ADS_1


"Cantik sekali wanita itu ," kata sorang pemuda. "Tapi, sayang dia gila."


"Kalau tidak gila memangnya kenapa? Kamu suka sama dia?" tanya temannya.


"Dia adalah wanita tipeku, cantik, berkulit putih dan bodinya aduhai."


"Dasar play boy. Kamu tidak melihat dia sudah mempunyai suami."


"Ya, aku melihatnya. Aku hanya kagum kepadanya."


Dendi membelikan mereka pakaian dan gadget.


Herjules sangat senang bisa memiliki gadget. Setelah berbelanja, mereka segera pulang. Sesampainya di rumah, Dendi mengajari Herjules cara mengoperasikan Hp, termasuk cara menonton YouTube.


"Ada banyak video yang bisa kamu tonton. Salah satunya adalah film," kata Dendi sambil mengetik kalimat "Film action" di kolom pencarian. Beberapa saat kemudian, muncul beberapa film action.


"Kamu mau menonton film yang mana?" tanya Dendi.


Herjules mengamati film-film itu. Ia bingung harus memilih film yang mana.


"Ini saja, ya?" tanya Dendi seraya mengetuk film Superman.


Herjules menyukai film itu. Ia juga menyukai kostum yang dikenakan Superman.


Beberapa hari kemudian, di samudra pasifik, sebuah kapal kecil sedang bergerak mendekati sebuah kapal pesiar. Di dalam kapal kecil itu terdapat dua puluh orang bersenjata. Mereka naik ke kapal pesiar menggunakan tali yang mereka kaitkan di pagar kapal.


"Treeteet.. teeet...teeettt...!" Salah satu dari mereka menembakkan senjata ke udara.


"Aaaa....!" Terdengar jeritan beberapa wanita.


"Semuanya tiarap...!" Perintah salah satu perompak sambil mengacungkan senjatanya ke para penumpang yang ketakutan.


Para penumpang kapal segera bertiarap ke lantai.


"Kapal ini telah kami bajak. Keselamatan kalian tergantung dari negara kalian. Jika negara kalian bersedia membayar uang tebusan, maka kalian akan kami bebaskan," lanjut salah satu perompak yang menyuruh tiarap tadi. Mungkin dia adalah pimpinan perompak.


Di rumah Dendi, Herjules sedang menonton siaran berita.


"Sebuah kapal pesiar telah dibajak oleh perompak. Di dalam kapal itu terdapat warga negara Indonesia, Malaysia dan Filipina. Perompak meminta tebusan uang sebesar lima puluh milyar kepada Indonesia," kata penyiar berita.


'Aku harus menyelamatkan mereka,' batin Herjules.


Herjules pergi ke kamar isrerinya. Di kamar, isterinya sedang bermain game mobil balap di Hp. Sejak memiliki Hp, Rewina menjadi hobi bermain game. Di samping Rewina, Delvina sedang menonton film kartun di Youtube. Delvina yang baru berusia remaja, sangat menyukai film kartun karena menurutnya film kartun sangat unik dan lucu.


Herjules duduk di samping isterinya.


"Sayang, aku akan keluar sebentar," kata Herjules.


"Kamu mau pergi ke mana?" tanya isterinya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar Hp. Ia baru saja menyalip sebuah mobil yang melaju di depannya.


"Aku mau membeli makanan. Kamu mau makan apa?"


"Aku mau makan bakso."


"Ya sudah. Aku keluar dulu."


Herjules berjalan keluar rumah, lalu terbang menuju samudra Pasifik.


Sesampainya di samudra Pasifik, Herjules melihat sebuah kapal pesiar. Herjules segera mendarat di kapal itu, lalu menyerang para perompak. Para perompak itu terkapar tak sadarkan diri terkena pukulan Herjules.


Beberapa orang penumpang kapal segera mengamankan para perompak itu.

__ADS_1


Setelah mengalahkan para perompak, Herjules segera kembali ke kota G. Tak lupa ia membelikan bakso anak dan isterinya sebelum pulang ke rumah.


TAMAT


__ADS_2