Dewa Heras Dan Herjules

Dewa Heras Dan Herjules
Hampir Gagal


__ADS_3

Setelah berjalan jongkok, kami diperintahkan untuk pergi ke sebuah lapangan beraspal. Di lapangan ini, kami diperintahkan untuk merayap, lompat katak, berguling-guling dan merayap dengan terlentang. Latihan ini membuatku akan pingsan. Bahkan, lenganku mengalami luka lecet karena bergesekan dengan aspal. Beberapa saat setelah latihan itu, kakiku menjadi setengah lumpuh. Aku masih bisa berjalan. Namun, aku mengalami kesulitan ketika akan duduk dan akan berdiri.


Kedua kakiku yang lumpuh membuatku merasa cemas. Aku sangat khawatir jika kakiku tidak sembuh. Karena jika kakiku tidak sembuh, aku tidak akan lulus. Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi jika kakiku lumpuh permanen. Jika kakiku lumpuh permanen, maka aku hanya akan menjadi beban bagi isteriku.


Pada malam harinya, kami berkumpul di dalam ruangan untuk berfoto setengah badan. Foto itu akan digunakan untuk pembuatan ijazah. Kami duduk di lantai beralaskan karpet untuk menunggu antrian. Sambil menunggu antrian, aku melatih kakiku dengan cara mengangkatnya. Aku juga memijit kakiku. Ketika kupijit di bagian paha di dekat lutut, aku merasa sedikit nyeri. Hal itu justeru membuatku merasa senang kerena itu berarti kakiku dapat disembuhkan. Benar saja, dua hari kemudian, kakiku sembuh.

__ADS_1


Setelah mengikuti pendidikan selama delapan belas hari, kami lulus. Aku merasa senang sekali karena aku berhasil melewati pendidikan Satpam yang sangat berat.


Setelah lulus pendidikan Satpam, aku mencoba melamar pekerjaan di berbagai perusahaan, namun selalu ditolak. Akhirnya aku menjadi pengangguran. Delapan bulan kemudian, aku kembali diterima bekerja sebagai tukang kebun di rumah sakit tempatku bekerja dulu. Satu tahun kemudian, temanku menelponku. Ia menawariku untuk bekerja di perusahaan pasar online. Dengan senang hati, ku terima tawaran itu.


Setelah diterima bekerja di perusahaan pasar online, aku mengundurkan diri sebagai tukang kebun. Meski aku sudah diterima bekerja di perusahaan pasar online, namun aku belum bekerja karena perusahaan itu belum dibuka. Perusahaan itu akan dibuka dua minggu kemudian.

__ADS_1


Aku mencari cara agar bisa menulis komik menggunakan HP. Setelah membaca di internet, akhirnya aku mengetahui cara menulis komik menggunakan HP. Untuk menulis komik menggunakan HP, aku bisa menggunakan sebuah aplikasi menggambar. Dengan aplikasi itu, aku bisa menulis komik menggunakan HP.


Pada awalnya, aku mengalami kesulitan menulis komik karena aku tidak bisa mengoperasikan aplikasi itu. Tiga tahun kemudian, barulah aku bisa menggunakan aplikasi itu setelah menonton tutorialnya di Yang Tube.


Menulis komik ternyata melelahkan. Untuk menggambar satu buah karakter, dibutuhkan waktu dua jam.

__ADS_1


Jam beker di atas TV menunjukkan jam delapan pagi. Aku belum sarapan karena sejak bangun tidur langsung menggambar. Aku bangun tidur jam enam pagi. Isteriku masih tidur. Biasanya ia akan bangun jam setengah sembilan. Sedangkan anak laki-lakiku yang masih berumur tujuh tahun, sedang bermain HP.


Aku mengeluarkan labu dari dalam kulkas. Pagi ini aku akan membuat sayur oseng labu. Aku mengupas labu. Labu ini bagian dalamnya sudah busuk karena sudah terlalu lama berada di dalam kulkas. Membuat sayur oseng cukup mudah. Bumbunya hanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, penyedap rasa, gula dan garam.


__ADS_2