Dia Suamiku, Kak!

Dia Suamiku, Kak!
BAB 38. BIBIR YANG TERNODA


__ADS_3

Hati Kevin sedikit gusar. Duduknya pun tidak setenang saat dia sendiri. Kevin hanya tidak ingin Melati melihatnya duduk bersama Clara saat ini.


“Kenapa sih, Kak? Kamu nggak nyaman duduk bareng aku? Memang seburuk apa sih aku di mata kamu?!” tanya Clara sedikit kesel.


Clara mulai menunjukkan wajah juteknya, apalagi saat dia sedang cemberut.


Kevin menarik napas perlahan lalu menghembuskan.


“Clara, kamu itu baik.. nggak ada yang buruk dari kamu.”


“Bohong!” sela Clara.


Akhirnya Kevin harus mengalah, dia kenal betul bagaimana sifat asli Clara. Karena sejak kecil mereka sering bermain bersama hingga beranjak dewasa.


Dengan suara lembut Kevin mencoba memberi pengertian kepada Clara. Bahwa hubungan mereka sekarang tidak boleh seperti dulu ketika mereka masih remaja, yang terlihat akrab dan manja. Namun sejak perjodohan itu Kevin mulai menjaga jarak dengan Clara.


“Clara, aku mohon bersikaplah dewasa. Jaga sikap kamu, ini tempat umum. Nggak enak di lihat orang kalau kamu selalu memeluk lengan aku seperti ini,” ujar Kevin sambil terus berusaha melepaskan lengannya dari pelukan Clara dan akhirnya berhasil.


“Kakak sayang! Ini bukan Indonesia Kak, kamu lihat tuh di pojok sana,” sambil menunjuk ke arah yang di tuju.. ”Kakak lihat apa yang mereka lakukan? ‘KiSSing’.”


“Ya meskipun ini bukan di Indonesia tapi aku tetap orang Indonesia yang masih menjunjung tinggi adat dan budayanya. Seharusnya kamu juga melakukan hal yang sama,” papar Kevin tegas.


Tapi Clara justru tertawa lebar. Menertawakan Kevin karena menganggap Kevin itu terlalu primitif di jaman yang sudah canggih seperti ini, jaman serba mesin.


“Hahahaha...Kak Kevin, Kak Kevin. Naif banget sih kamu,” cerca Clara.


Kevin hanya diam sembari menggelengkan kepalanya, melihat perubahan Clara yang sangat signifikan. Kemudian Kevin bangkit dari duduknya, sambil berdiri gagah dia memperhatikan pintu masuk ke kampus Melati.


Clara tersenyum nakal memandang Kevin dari belakang punggungnya. Lalu dia bergerak maju dan tiba – tiba saja kedua tangannya sudah melingkari tubuh Kevin. Tentu saja kelakuan Clara membuat Kevin terkejut dan Kevin pun berusaha melepaskan diri dari pelukan Clara.


“Clara! Clara lepas Clara!” titah Kevin pelan tapi dengan intonasi penuh penekanan.


“Aku nggak akan melepaskannya sebelum Kakak berjanji untuk memberikan ciuman sayang Kakak ke aku,” tantang Clara yang semakin mengeratkan pelukannya.


“Gila kamu ya?” tampik Kevin. Clara langsung melepaskan kedua tangannya yang lekat di tubuh bidang Kevin.

__ADS_1


“Ya, memang aku gila. Aku tergila – gila sama Kakak dan aku harus bisa mendapatkan Kakak!” Ketus Clara sambil menatap tajam sorot mata Kevin yang juga menatap Clara.


“Aku tidak akan membiarkan perempuan manapun merebut kamu dari aku Kevin,” geram Clara dalam batinnya.


Namun Clara tahu satu kelemahan Kevin, bahwa dia tidak akan tega jika melihat seorang perempuan meneteskan air matanya. Dan itu benar – benar dimanfaatkan oleh Clara yang mulai berakting menjadi perempuan yang sangat tragis dalam kisah percintaannya.


Kevin pun mulai panik saat dia melihat air bening yang mulai mengaliri kedua pipi tirusnya Clara dari kedua sudut mata perempuan yang ada di hadapannya saat ini. Hingga timbul rasa iba, hatinya mulai tersentuh apalagi dia memang menyayangi Clara seperti adiknya sendiri.


Perlahan Kevin mendekat pada Clara. Dia mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku jaketnya lalu memberikannya pada Clara.


“Ra! Kakak minta maaf jika sikap Kakak keterlaluan sama kamu dan membuat kamu tersakiti.”


“Nggak papa kok, aku hanya perempuan bodoh, hina yang nggak layak untuk memiliki Kakak.”


“Ssstt!! Bukan.. bukan seperti itu. Kakak sudah menganggap kamu seperti adik Kakak sendiri, nggak lebih. Jadi Kakak harap kamu bisa mengerti,” ujar Kevin melemah sambil menggenggam kedua tangan Clara.


Meskipun kedua manik mata Clara meneteskan air mata, bukan berarti hatinya pun ikut menangis. Justru hatinya tertawa bahagia penuh kemenangan.


“Mudah sekali melunakkan hatimu Kevin, dengan mudahnya kamu masuk dalam perangkap yang aku buat,” ucapnya dalam batin.


Dia mengusap air mata yang terus mengalir di pipi Clara, dan Clara kembali melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Kevin, dan kali ini dia melakukannya dari sisi depan.


Kevin dengan wajah paniknya merasa agak sungkan melepaskan tangan Clara, takut membuatnya semakin tersinggung. Dia sedikit kesulitan bernafas karena semakin erat Clara memeluknya.


“Maafin aku Kak, karena belum bisa menerima keadaan kita yang sekarang. Tapi aku akan belajar, dan bolehkah aku meminta sesuatu dari Kakak, ya anggap saja sebagai permintaan adik terhadap Kakaknya,” rayu Clara dengan suara lembut sambil mendongakkan wajahnya tanpa melepaskan pelukannya.


“Ya Allah, bagaimana ini kalau Melati sampai melihat posisiku saat ini. Bisa – bisa usahaku nyungsep ke dasar laut nih,” gumam Kevin dalam batinnya, sambil kedua matanya selalu melirik ke sana kemari.


“Pasti dia sedang menunggu seseorang. Hm.. jadi pingin tahu siapa perempuan itu,” monolog Clara dengan dirinya.


“Kak! Kakak maukan memenuhi permintaanku?” pekik Clara karena Kevin kurang fokus dengannya.


“HA.. a.. iya, aku mau,” sahut Kevin asal sambil terus memperhatikan sekelilingnya.


Mendengar jawaban Kevin seperti itu, tiba – tiba saja Clara dengan kekuatan penuh memberanikan diri untuk melakukan sesuatu di luar dugaan. Tangannya secepat kilat memegang kedua pipi Kevin.

__ADS_1


Dan...


“Mmmmuuuach!!”


Tiba – tiba kedua bibir lembut berwarna merah sedikit peach itu mendarat cantik dan ******* bibir pria tampan yang ada dihadapannya. Dan spontan membuat Kevin speechless. Dia menatap nanar wajah Clara.


Sorot matanya yang tajam memancarkan amarah yang begitu hebat. Sontak ia menghempaskan kedua tangan Clara, membereskan barang miliknya lalu pergi meninggalkan Clara tanpa berkata – kata.


Dengan emosi yang membuncah, dia berjalan ke arah mobilnya dan masuk ke dalam mobil. Sementara Clara tidak peduli dengan sikap Kevin yang terpenting baginya adalah keinginannya selama ini telah tercapai pada hari ini. Dia pun tersenyum bahagia sambil memperhatikan Kevin yang memunggunginya.


“SIAL! SIAL! SIAL!” erang Kevin sambil memukul setir mobilnya.


“Bibir perawan ku ternoda karena mu!!” hardik Kevin.


“Kenapa sih bisa ketemu dengan psikopat itu. Untung saja Melati tidak melihatnya,” tambahnya lagi.


“Oh ya Melati..” pikirnya. Kemudian ia meraih handphone_nya dan memencet beberapa feature pada layar depan.


‘Penguasa HatiQ’


Dial...


Sampai berkali – kali namun tak ada jawaban. Sampai akhirnya bunyi nada notifikasi.


“Maaf Mas, aku sudah di rumah. Mungkin Mas terlalu sibuk tadi,” isi dari pesan suara di whatsapp_nya.


“AAArrrrrrrrrrrrrggggggghhhhh!!!” jerit Kevin sembari mengacak – ngacak rambutnya.


Selalu berikan dukungan kalian yaaa Cintaaaah 😘😘


Like, Komen, Fav, n rate.


Gift juga mau looh 😁😁


Happy Reading 😍😍

__ADS_1


__ADS_2