Dia Suamiku, Kak!

Dia Suamiku, Kak!
BAB 42. FEBY


__ADS_3

Sambil menunggu waktu untuk pergi ke Perpustakaan, Melati memainkan benda kecil tapi memiliki begitu banyak ilmu dan pengetahuan serta informasi – informasi  di seluruh dunia. Bahkan benda itu sangat mudah dibawa kemanapun.


Jarinya berhenti pada satu folder, yaitu folder galeri. Dia kembali men_scroll file itu sambil sesekali tersenyum membuat Kevin penasaran dengan apa yang di lihat Melati.


Karena rasa penasarannya  hampir mencapai tingkat dewa, sesekali ia mencoba memanjangkan lehernya dan berharap dapat melihat apa yang tertera di layar ponselnya meskipun sedikit.


Bukannya dapat melihat dengan baik malah Kevin jatuh tersungkur karena tidak memperhatikan posisi dirinya sendiri. Tentu saja hal itu membuat Melati terkejut namun seketika itu pula berubah menjadi tawa yang sangat menggelikan. Bahkan Melati sampai ngakak.


“Bahagia sekali kamu ya, sampai - sampai melupakan makhluk tampan yang duduk di sebelah, ” sungut Kevin sambil berusaha untuk bangkit dari kesakitan nya. Melati masih juga tertawa.


“Lagian kamu ngapain sih Mas seperti jerapah begitu? Kalau kamu penasaran kan bisa tanya,” sahut Melati sembari tertawa kecil.


“Oh jadi dari tadi dia tahu kalau aku berusaha mengintip apa yang sedang ia lihat? Hmm, berarti kamu sengaja ngerjain aku Mel!” monolog Kevin dengan kesal.


“Lagian kamu tuh! Senyum – senyum begitu, malah aku yang disini kamu cuekin,” ucap Kevin sambil mengerucutkan bibirnya.


“Oh jadi kamu cemburu? Ciee.. aku di cemburuin,” goda Melati seraya tertawa kecil karena merasa bahagia.


Karena ini adalah sejarah baru dalam hidupnya, baru pertama kali pacaran dan pacarnya menunjukkan kalau dia, dia itu cemburu, cucuiit sekali.

__ADS_1


“Mas, aku hanya melihat kembali foto – foto aku bersama dengan sahabatku satu – satunya di kampus. Dia baik banget sama aku sejak awal kita masuk kuliah, waktu itu lagi Ospek. Kalau nggak salah Ospek hari kedua.”


Kevin hanya mangguk – mangguk mendengarkan sedikit penjelasan Melati. Karena respon Kevin kurang menyenangkan hati Melati, ia terpaksa harus menjelaskan dan menunjukkan profil si Feby.


“Kamu masih belum percaya, Mas? Nih aku tunjukin ke kamu ya,” imbuh Melati sembari  menyodorkan handphone _nya untuk menunjukkan foto Feby. Tiba – tiba saja Kevin tertawa namun di tahan dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.



“Kamu pasti main fisik nih? Mas, meskipun begitu tapi dia orangnya baik lho, baik banget malah. Dan yang perlu kamu ingat, dia juga makhluk ciptaan Allah. So, don’t judge a book by its cover. Okey,” tutur Melati mengingatkan Kevin.


“Baik ustadzah,” sahut Kevin seraya tersenyum.


“Lho! Bener, kan Mas? Manusia itu semua sama, sama – sama makhluk ciptaan Allah, punya hak dan kewajiban yang sama pula. Hanya amal ibadah saja sebagai pembedanya,” imbuh Melati.


“Dia adalah penyelamatku saat aku dapat tugas harus membawa kulit jengkol, dan saat tugas itu di umumkan aku lagi nggak di tempat. Ternyata si penyihir itu memang sengaja ingin ngerjain aku,” sahut Melati dengan senyum kemenangan.


“Oh, jadi Cuma karena kulit jengkol!” racau Kevin.


“Issshh, kamu. Pokoknya dia sahabat terbaik yang pernah aku kenal. Karena dia selalu ada buat aku," tegas Melati membela sahabatnya itu.

__ADS_1


“Memangnya kamu nggak punya saudara? kakak, abang atau adik gitu?” tanya Kevin menyelidik.


“Sebenarnya ada sih Mas, Kakak angkat tapi sudah seperti kakak kandung. Karena sejak kecil sudah diasuh sama Mama Papa,” papar Melati.


“Memangnya mereka lama tidak punya anak sehingga harus adopsi gitu. Eh maaf Mel, aku jadi banyak bertanya,” kata Kevin. Melati hanya tersenyum manis.


“Nggak papa lah Mas, Kakak aku di adopsi Mama sejak ia berusia dua belas tahun sedangkan aku sudah delapan tahun.”


“Oh ternyata sudah besar. Cewek?” tanya Kevin kembali.


“Hehemm, namanya Dona Olivia.”


“Dona Olivia?!” ucap Kevin seperti telah mengenal nama itu.


“Kamu kenal, Mas?” tanya Melati.


Bersambung...


Ikuti terus kisah Melati ya..

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya untuk karya ini yang masih jauh dari kata sempurna, Maka dari itu jangan sungkan untuk memberikan saran dan kritiknya untuk penulisan yang lebih baik lagi.


jangan lupa untuk meninggalkan JEJAK 👣 di setiap Episodenya, Terimakasih 😘😍😍😍


__ADS_2